Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2019

Ayah, Begini Caranya Membagi Waktu Tuk Anak di Tengah Kesibukan Bekerja

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tak bisa dipungkiri bahwa peran orangtua terutama ayah dalam pola asuh, sangat penting untuk pertumbuhan anak. Karena banyak manfaat yang pastinya akan didapatkan. 

Image

Manfaat tersebut berupa kebugaran tubuh sampai anak memiliki pengetahun lebih tentang gender. Namun, tak sedikit para ayah yang sulit untuk memberikan waktu terbaiknya dikarenakan sibuk bekerja.

Lantas, bagaimana caranya agar waktu bersama anak lebih maksimal? 

"Masalah waktu sebenarnya tidak tergantung jumlah, tetapi kualitas yang diberikan ayah kepada anak," kata Dessy Ilsanty Psikolog Klinis saat dihubungi AkuratParenting, Senin (2/12). 

Lanjut Dessy, setiap orangtua yang sibuk bisa memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, seperti makan pagi bersama. Tetapi, harus ada komunikasi yang intens.

"Pergi pagi, pulang malam, caranya bisa makan bersama tetapi memang benar-benar ngobrol. Bisa menanyakan kabar, ada hal yang baru di sekolah," lanjutnya. 

Lebih lanjut, setiap ayah juga bisa meluangkan waktu di hari libur. Tetapi, harus ada penjadwal agar semua terencana dengan baik.

"Harus disengaja setiap hari libur. Waktu harus didedikasikan khusus bersama keluarga agar tetap harmonis, dan membatalkan perjanjian lain yang ingin direncanakan seperti meeting kantor," tandasnya. 

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Kamis, 28 November 2019

Jangan Bereaksi Berlebihan Ketika Anak Berbicara Kotor

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tingkah laku anak-anak memang kerap kali mengejutkan. Seperti misalnya, tiba-tiba anak melontarkan kata-kata kasar atau kotor hingga tidak sopan.

Image

Para ahli mengatakan, usia 3-5 tahun adalah periode ketika anak mulai mengetahui bahasa yang kotor. Karena balita mendengar dan belajar sampai sembilan kata baru setiap harinya, yang ia dengar dari televisi, hingga percakapan orang di sekitarnya.

Nah, tak sedikit orangtua yang bingung menghadapi tingkah sang buah hati dalam peristiwa ini. Dilansir dari Parents, ada yang bisa orangtua lakukan untuk merespon ketika anak-anak melontarkan kata kotor.

Tetap tenang

Anak-anak penuh rasa ingin tahu. Jika ia menanyakan arti sebuah kata yang belum pernah diketahuinya sebelumnya, jawablah dengan tenang. Beri penjelasan yang bisa ia pahami dan jangan bereaksi berlebihan.

Karena, jika reaksi yang berlebihan justru membuat anak semakin penasaran. Cobalah untuk mengatakan, “Ini adalah kata yang dipakai oleh beberapa orang, tapi bukan kata yang baik dan tidak pantas untuk anak kecil”. Atau jelaskan padanya, “Kita tidak memakai kata seperti itu di keluarga kita”.

Perhatikan anak lebih detil setelah mendapat penjelasan

Bila si kecil masih tetap memakai kata kotor setelah diberi penjelasan, evaluasi mengapa perilaku ini terjadi. Psikolog Emily Lowell, mengatakan, anak terkadang masih berperilaku demikian karena ada yang belum terpenuhi rasa penasarannya.

Tugas orangtua bisa mencari tahu dan membantu anak memenuhi rasa penasaran dengan cara yang baik. Misalnya saja, ketika anak mengucapkan kata kotor karena butuh perhatian, cari kesempatan untuk memujinya ketika ia berperilaku dan menggunakan bahasa yang sopan.

Terus Berkomunikasi

Timothy Jay, Ph.D, profesor psikologi di Massachusetts College of Liberal Arts, North Adams, mengatakan, anak-anak berusia lima hingga enam tahun banyak ingin tahu tentang bagian tubuh mereka dan perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan.

Jadi, jangan kaget anak akan ingin belajar tentang perbedaan fisik tersebut dan ingin membicarakannya. Tak perlu menghindari pertanyaannya, berikan informasi yang tepat sesuai usianya, tanpa harus membohongi.

So, jalin komunikasi dengan baik apapun pertanyaan sang buah hati. hal tersebut dapat membantu sang anak lebih terbuka, dan juga membuat anak percaya menceritakan tentang hal apapun kepada orangtua tanpa ada batasan.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Selasa, 12 November 2019

Tips Traveling Bersama Anak yang Menyenangkan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Traveling sejatinya sesuatu yang paling ditunggu-tunggu, karena sangat menyenangkan. Namun ketika membawa Anak balita, tak sedikit orangtua yang khawatir karena cukup merepotkan. 

Image

Tentu, semua orangtua sudah membayangkan bagaimana cara mengurusi Anak saat perjalanan. Menangis karena mengantuk atau lapar, merupakan hal yang wajar terjadi. Karena Anak belum bisa meluapkan emosi. 

Apalagi ketika sudah berada di suatu destinasi yang sangat indah, keindahan seakan hilang seketika ketika Anak rewel. 

Namun tenang saja, kali ini ada Tips agar Liburanmu bersama Anak tetap menyenangkan.

"Anak tentu punya mainan favorit. Bawalah mainan tersebut agar Anak tidak rewel selama perjalanan, ataupun sudah sampai lokasi tujuan," kata Febiana Pratomo, Psikolog Klinis Anak, kepada AkuratTravel, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, (12/11). 

Yap, mainan memang sejatinya menjadi sahabat dekat Anak. Bahkan, bisa membuat ia menjadi lebih tenang dalam situasi apapun. 

Lanjut Febiana, orangtua juga diharuskan memiliki mainan baru yang sudah dipersiapkan sebelum perjalanan wisata. 

"Fungsinya kalau Anak bosan dengan mainan utamanya, bisa dengan memberikan mainan baru, seakan ada unsur kejutan yang diberikan orangtua kepada Anak," lanjutnya. 

Selain itu, orangtua juga diharuskan mengemas dan memilah mainan Anak secara praktis seperi mainan yang memiliki ringan. 

"Jangan membawa yang banyak aksesoris dan memiliki wadah penyimpanan agar tidak memenuhi koper yang sengaja dibawa," tandasnya.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Selasa, 15 Oktober 2019

Disebabkan Oleh Stres Berlebih Yang Menyebabkan Sulitnya Hamil

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Bagi pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan kehamilan, nampaknya bisa perhatikan tingkat stres. Dilansir dari Parents, stres berlebih dapat mempengaruhi kesuburan.

Image

Bagi beberapa wanita, stres kronis dapat mempengaruhi ovulasi dengan mengubah sinyal ke hipotalamus, pusat otak yang mengatur beberapa hormon yang memicu ovarium untuk melepaskan sel telur setiap bulan.

Wanita yang mengalami stres tanpa henti dapat mengalami ovulasi lebih jarang, sehingga lebih sulit untuk merencanakan pembuahan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres juga dapat memengaruhi kadar testosteron dan produksi sperma pada pria.

Penelitian yang dilakukan tim dari Universitas California San Diego menunjukkan, wanita yang sedang stres dan menjalani program bayi tabung (IVF) memiliki angka keberhasilan yang rendah.

Di lain hal, susah hamil merupakan penyebab stres, kecemasan, bahkan depresi. Studi di Jepang menunjukkan, sekitar 40 persen wanita yang punya masalah kesuburan ternyata mengalami gangguan kecemasan atau depresi sebelum mereka menjalani program kehamilan.

“Terutama jika kita bisa mengelola stres pekerjaan itu sehingga tidak merasa cemas terus-menerus atau mengalami gejala stres berat seperti susah tidur, makan banyak atau tidak nafsu makan, serta kehilangan minat menjalankan kegiatan sehari-hari,” kata dokter ahli fertilitas, Alice Domar dari Boston IVF.

Stres memang tidak bisa dihindari kedatangannya, tetapi tentu bisa dikelola dengan baik agar tidak berkelanjutan.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Jumat, 04 Oktober 2019

Diabetes Juga Dapat Dialami Anak-anak Loh!

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Diabetes seringkali membayangi orang dewasa dengan tingkat keparahan yang bervariatif. Namun tahukah, Moms, Anak-Anak juga bisa menderita Diabetes lho. Diabetik merupakan suatu kondisi yang mengancam jiwa.


AkuratHealth melansir Indian Express, Anak-Anak yang berisiko dapat diidentifikasi dengan melakukan skrining karena diagnosis yang tertunda dapat menyebabkan ketoasidosis.

Beberapa gejala seperti rasa haus yang meningkat dan sering kencing, rasa lapar yang ekstrem, penurunan berat badan, kelelahan, pandangan kabur, dan sering terjadi perubahan perilaku dapat dirasakan.

Nah, pernahkah Moms memperhatikan gejala-gejala tersebut pada si buah hati? Jika ya, maka Anda harus memeriksakannya segera.

Diabetes tipe 1 adalah salah satu penyakit endokrin yang paling umum. Insiden Diabetes Anak-Anak meningkat di seluruh dunia dengan peningkatan dilaporkan dua hingga lima persen per tahun," kata Dr Sumit Gupta, konsultan pediatrik di Columbia Asia Hospital.

Dr Ashutosh Goyal, konsultan senior endokrinologi dan Diabetes , Paras Hospitals, Gurgaon, mengkonfirmasi bahwa telah terjadi peningkatan kejadian Diabetes tipe 1 di seluruh dunia.

“Faktanya, ada peningkatan kejadian kondisi autoimun secara umum; Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun itu sendiri. Autoimunitas sel β pankreas menghasilkan situasi dimana tubuh berhenti memproduksi jumlah insulin yang diperlukan. Penyakit autoimun sebagian besar adalah genetik. Namun, faktor lingkungan memainkan peran penting dalam mengaktifkan gen-gen tersebut dan menyebabkan penyakit lengkap pada seseorang,” papar dia.

Menurutnya, berbagai teori digunakan untuk menjelaskan peningkatan kejadian penyakit autoimun ini. Salah satu teori yang paling sering dikutip adalah teori kebersihan yang menyalakan meningkatnya kecenderungan kita untuk menciptakan lingkungan yang super higienis dan bersih.

Beberapa tanda-tanda merah yang paling umum dari kondisi ini termasuk peningkatan buang air kecil, penurunan berat badan dan infeksi.

Namun, Anak-Anak berisiko juga dapat diidentifikasi dengan melakukan skrining sebelum onsetnya. Diagnosis yang terlambat menyebabkan Ketoasidosis Diabetik, suatu kondisi yang mengancam jiwa.

Diabetes pada Anak-Anak dapat berkembang pada usia berapa pun tetapi biasanya itu menunjukkan setelah usia satu tahun. Mengingat sifat autoimun penyakit ini, kondisinya tidak dapat dicegah. Bentuk Diabetes yang paling umum pada Anak-Anak adalah Diabetes tipe 1. Namun, peningkatan Obesitas pada masa kanak-kanak telah meningkatkan prevalensi Diabetes tipe 2 karena resistensi insulin, ”kata Dr Anurag Bajpai, konsultan endokrinologi pediatrik dan remaja, Fortis Memorial Research Institute, Gurgaon.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 02 Oktober 2019

Cara Mudah dan Praktis Ajari Anak Bahasa Asing

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Siapa yang tak ingin punya Anak yang pandai berbahasa Asing? Tahukah Anda? Saat ini, bahasa Inggris dan Mandarin menjadi dua bahasa yang kerap diajarkan pada Anak sejak usia dini. Pasalnya, mengajarkan Bahasa Asing pada Anak memiliki banyak manfaat.


AkuratParenting mengutip dari buku The Bilingual Advantage yang ditulis Ellen Bialystok, Belajar banyak bahasa dapat meningkatkan fungsi otak yang akhirnya dapat membantu memecahkan masalah dan dapat melakukan banyak tugas dalam satu waktu.

Selain itu, Belajar Bahasa Asing juga sangat berguna untuk mengajarkan Anak memahami toleransi dan perbedaan budaya, serta sudut pandang orang lain.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh dua psikolog, Paula Rubio-Fernandez dan Sam Glucksber di Princeton University, seseorang yang memiliki kemampuan Bahasa Asing umumnya memiliki toleransi tinggi dan ego yang lebih rendah.

Nah, karena banyaknya manfaat, bunda bisa mulai mengenalkan Bahasa Asing pada si buah hati sejak usianya menginjak dua hingga tiga tahun dengan cara-cara sederhana di rumah.

Seorang ahli bahasa di Columbia University, Erika Levy, PhD. mengatakan, pada usia dua hingga tiga tahun, Anak sedang mengembangkan kemampuan bahasa yang pesat sehingga mereka bisa menyerap apapun yang mereka dengar dengan cepat. Jadi, Anak  tak perlu langsung Belajar di lembaga Pendidikan formal.

Perlu bunda ketahui, hanya dengan mendengar atau melihat, Anak sudah bisa dengan mudah menangkap dan memahami Bahasa Asing.

Caranya sangat mudah.

Bunda bisa memanfaatkan televisi atau gadget sebagai media Belajarnya. Akan tetapi, porsinya harus seimbang, supaya Anak tidak kecanduan TV ataupun gadget dan juga bisa tetap aktif bermain.

Bangun suasana santai dan menyenangkan dengan melakukan aktivitas seperti biasa saat bunda hendak mengajari Anak Bahasa Asing. Dengan begitu, Anak bisa menerima apa yang diajarkan secara natural seperti halnya ia Belajar bahasa ibu atau bahasa pertama dari orang sekitarnya.

Dengan mendengar dan melihat contoh langsung, si buah hati akan meniru aksen dalam bahasa sekaligus. Sebab, Anak usia dua hingga tiga tahun sangat senang meniru apa yang mereka dengar maupun lihat dan secara perlahan akan Belajar untuk memahami arti dari kata-kata sederhana.

Aktivitas mulai dari bangun tidur dan objek sekitar bisa bunda gunakan pula sebagai media pembelajaran. Ajarkan Kosakata dan kalimat sederhana dari objek-objek sekitar. Dengan begitu, si kecil akan dengan mudah mengingat maksud dan arti kata yang ia dengar dari Anda.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Jumat, 27 September 2019

Zivanna Letisha Tidak Ajarkan Anak Konsumi Makanan Manis Sejak Dini

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Sebagai ibu, kamu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk Anak-Anak agar tumbuh kembang mereka lancar, sehat dan juga pintar.


Maka, para ibu Indonesia harus mulai memperhatikan asupan Anak-Anak supaya mereka tumbuh dengan sehat dengan mengonsumsi berbagai macam makanan yang kaya akan nutrisi.

Salah satunya adalah tidak membiarkan mereka mengonsusmsi makan-Makanan Manis secara berlebihan.

Seperti yang dilakukan oleh Putri Indonesia 2008, Zivanna Letisha, yang mengajarkan kepada Anaknya, Ryoji Ibrahim Harahap, untuk megatur asupan makanan Anaknya. Ia bahkan mengaku sangat galak soal makanan yang diberikan kepada Anaknya.

"Aku selalu mencoba apa yang dikasih ke Anakku misalnya kayak bubur hati, sebelum disuapi ya aku coba dulu. Termasuk, beberapa makanan lainnya aku cenderung galak soal makanan karena seribu hari kehidupan harus diberi makan yang bergizi. Jadi, kalau diberi makanan sembarangan, aku sedih banget," katanya ditemui AkuratParenting di acara 'Peluncuran Puregrow Organic' di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Kamis, (26/9).

Bahkan ia juga sampai berdiskusi dengan suaminya, Haries Argareza Harahap, tentang mengatur pola makan sang buah hati. Misalnya, melarang makan-makanan yang manis sejak dini.

"Aku sampai diskusi berdua tentang bagaimana kalau Anak minta makan Es Krim atau cokelat, itu Makanan Manis. Akhirnya, ketika Anak minta aku hanya bilang, 'Itu punya kakak, kamu minum jus saja ya', aku sampai seperti itu. Makanya, aku sering bikin Es Krim semangka atau Es Krim alpukat karena taste-nya manis alami," jelasnya.

Bahaya penyakit karena kelebihan gula juga menghantui Anak-Anak. Maka sebaiknya ibu tak boleh banyak memberi Makanan Manis agar ia tak terbiasa sejak kecil. Luangkan waktu sejenak untuk membuat makanannya sendiri, karena dijamin akan lebih higienis, kaya nutrisi dan yang pasti sehat.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 24 September 2019

Coba Cara Ini Ketika Anak Tak Mau Dengarkan Orangtua

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Sebagai Orangtua, pastinya pernah merasakan momen-momen dimana sang buah hati sepertinya tidak bisa mendengarkan perkataan Anda.


Biasanya, Orangtua merasa jengkel karena apa yang diminta seperti diabaikan Anak. Apa yang dilarang justru dilakukan, dan sebaliknya.

Tak perlu khawatir, dilansir AkuratParengting dari Parents, jika Anak terus-menerus mengabaikan perintah, ada yang cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan perhatiannya.

Perlu diingat, Anak juga bisa mengalami stres.

Banyak faktor penyebab ia mengabaikan perintah Orangtuanya, salah satunya mungkin ia stres di sekolah. Maka, mengajak berbicara Anak yang penuh dengan tekanan dan nada tinggi tidak akan membuatnya mendengarkan Anda.

"Berteriak untuk mendapatkan perhatian Anak tidak akan banyak membantu. Justru membuat mundur selangkah," kata Joseph Shrand, MD, seorang psikiatri di Harvard Medical School.

Hindari pemberian instruksi saat-saat ketika Anak terpaku pada televisi atau permainan video. Ulangilah instruksinya sebagai taktik yang membantu Anak mengingat apa yang perlu dilakukan.

Buatlah ia menyadari kehadiran Orangtuanya. Misalnya dengan menepuk lembut pundaknya atau melontarkan humor yang bisa membuatnya tertawa sehingga ia akan teralihkan dari apa yang sedang menyita perhatiannya.

Kemudian, hindari mengulang memanggil nama Anak. Itu hanya akan membuat tenggorokan sakit. Cobalah berada di dekatnya dan beritahu bahwa Orangtuanya hanya akan menyampaikan perintah satu kali dan ia harus memahami akibatnya jika tidak memberi respon atau melakukan yang diminta.

Terakhir, dengarkan dia. Terkadang Anak bersikap mengabaikan sesuatu karena mereka merasa tidak ada yang memperhatikannya. Orangtua tanpa sadar sangat sibuk dengan dirinya dan hanya fokus pada hal yang dianggap signifikan, namun sebenarnya kurang bagi Anak.

Jika Anak merasa diperhatikan, dipahami dan dihormati oleh Orangtuanya, mereka akan lebih peduli dan mendengarkan apa yang disampaikan ayah ibunya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 19 Agustus 2019

Bahayanya Dampak Dari Perselingkuhan Orangtua pada Anak

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Perselingkuhan tentu selalu membawa kerugian. Termasuk, menimbulkan gangguan emosional kepada Anak. Ini sangat memengaruhi emosional Anak, akibat keseharian yang berubah. 


Hal tersebut dikatakan langsung oleh Nadya Paramesrani, selaku Psikolog Keluarga dan Anak dari Rumah Dandelion, saat di hubungi AkuratIntim, Minggu, (18/8). 
"Tentu akan menganggu emosional Anak, fungsi sehari-hari yang diberikan orangtua tidak akan berjalan normal," katanya.
Lanjut Nadya, ketika ada perselingkuhan Anak akan merasa cemas karena tidak ada pendampingan dengan penjelasan oleh orangtua. Akibatnya terjadi miss kontrol yang membuat kebiasan Anak akan berubah. 
"Perubahan akan terjadi kalau sudah ada miss kontrol. Anak akan lebih tidur larut malam, dan parahnya Anak akan mendevelop ke dunia sekolah mereka," lanjutnya.
Bahkan dilansir dari berapa sumber, efek perselingkuhan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan Anak pada orang lain. Anak akan beranggapan bahwa orang yang mereka percaya akan berbohong dan menyakiti mereka. Kelak dewasa cenderung tidak percaya setia pada satu orang.
Rasa marah juga muncul ketika Anak mengetahui perselingkuhan terjadi pada orang tuanya. Emosi Anak akan terpecah belah antara membenci dan sedih karena ditinggalkan sosok yang mereka cintai. Ini juga bisa menimbukan depresi berat pada Anak
Cukup rasanya ketika banyak dampak negatif terjadi pada Anak dalam jangka waktu yang panjang.
Yuk, terus menjaga keharmonisan rumah tangga!


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 05 Agustus 2019

Berikut 4 Alasan Utama Pasangan Setia Tega Berselingkuh

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Perselingkuhan merupakan sebuah hubungan seksual atau aktivitas interaktif dengan lawan jenis lainnya yang dilakukan individu yang sudah Menikah dengan orang lain yang bukan suami atau istrinya.  Fitness


Meski demikian, pengertian Selingkuh dapat berbeda tergantung negara, agama dan budaya. Pada zaman sekarang, istilah perselingkuhan digunakan juga untuk menyatakan hubungan yang tidak setia dalam pacaran. Fitness

Mereka yang menemukan ketidaksetiaan Pasangan mereka dalam sebuah hubungan menganggap pengalaman itu sebagai awal dari kehancuran rumah tangga dan pertanda akhir dari pernikahan.

Namun, perselingkuhan yang terjadi pada setiap Pasangan biasanya dilandasi beberapa faktor penyebab.

Dan alasan yang paling sering berkaitan dengan terjadinya perselingkuhan adalah seks. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa alasan mengapa Pasangan bisa berselingkuh, yang dikutip AkuratHealth dari psychologytoday.

Kurang puas soal seks Fitness

Ini adalah alasan paling umum yang sering dijadikan alibi oleh banyak individu. Baik wanita dan pria yang melakukan hubungan seks, berharap hal itu dapat untuk meningkatkan kualitas kehidupan seks mereka. 

Namun, kepuasan seksual yang tidak ditemukan dalam hubungan Ranjang bagi setiap Pasangan memiliki timbal balik menuju arah perselingkuhan.

Seks plus-plus Fitness

Ini mungkin menjadi alasan yang sangat menyakitkan. Pasangan Selingkuh akibat tidak mendapatkan kepuasan seksual mungkin masih dapat diterima sebagian orang. Tapi, tidak sedikit pria maupun wanita yang memiliki gairah seks yang tidak wajar, tega berkhianat demi mendapatkan fantasi seksual yang lebih lagi.

Sebagai contoh, seorang pria dalam jurnal penelitian Omarzu menyatakan bahwa ia merasa perlu lebih banyak seks dalam hidupnya untuk memberi penghargaan kepada dirinya karena dapat melakukan sebuah aktivitas seks dengan baik.

Kurang puas secara Emosional

Mencari keintiman Emosional Perasaan bisa menjadi alasan yang sama menariknya untuk berselingkuh, seperti halnya mencari keintiman fisik. Pada jurnal penelitian Omarzu menyatakan bahwa ada Pasangan Selingkuh yang mendapatkan kedekatan Emosional dalam hubungan perselingkuhan mereka. Pasangan itu merasa bahwa mereka tidak memiliki koneksi dengan Pasangan resmi mereka satu sama lain.

Ada validasi Emosional dari orang lain Fitness

Merasa dihargai adalah faktor kunci dalam hubungan Emosional yang dirasakan Pasangan antara satu sama lain. Jika hal ini tidak diberikan oleh salah satu Pasangan, maka perselingkuhan biasanya menjadi jalan yang dipilih oleh Pasangan yang merasa tidak dihargai itu.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 17 Juli 2019

Mau Makin Intim? Cobalah Bercerai di Tempat Tidur

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Jangan takut bercerai. Ups, bukan bercerai di Pengadilan Agama. Tapi, bercerai di tempat tidur! Kok Cerai di tempat tidur? Bagaimana dengan hubungan badannya? Bagaimana dengan romantismenya?


Bercerai di tempat tidur justru bisa menyelamatkan Rumah Tangga. Bercerai di tempat tidur adalah perpisahan tempat tidur antara suami dan istri yang disebabkan karena faktor Mengorok. Bukan hanya Mengorok saja, perbedaan jadwal tidur, insomnia, tubuh yang panas dan rebutan selimut juga bisa diakhiri dengan “perceraian” di tempat tidur ini.

Penelitian terhadap 200.000 Pasangan di Australia menunjukkan tren berpisah di tepat tidur ini. Itu menjadi tren. Meskipun hal tidak biasanya, tetapi itu tetap dianggap sebagai solusi terbaik.

“Bercerai di tempat tidur justru bisa memperkuat hubungan cinta antara suami dan istri,” kata pakar seksual, Tamara Green, dari New York, dilansir AkuratHealth dari Daily Mail, Kamis, (18/7). Perceraian di tempat tidur juga bisa mempertahankan koneksi seksual yang baik.

Apa kaitannya dengan seks?

Green mengungkapkan, masing-masing Pasangan bisa beristirahat denga tenang. Mereka juga bisa saling mengerti satu sama lain.

“Tapi, kebutuhan mereka akan tetap terpenuhi,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan pakar seks asal Sydney, Nikki Goldstein. Dia menjelaskan, tidur di kamar yang terpisah antara suami dan istri justru baik dalam membangun hubungan. Jangan sampai Masalah tidur seperti Mengorok justru mengganggu hubungan suami dan istri.

“Idealnya, hubungan Suami Istri tidur dalam satu ranjang. Tapi, tidur tidak memiliki keterkaitan dengan keintiman. Kita butuh tidur untuk bertahan hidup,” terangnya.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges