Tampilkan postingan dengan label Orangtua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orangtua. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2019

Ayah, Begini Caranya Membagi Waktu Tuk Anak di Tengah Kesibukan Bekerja

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tak bisa dipungkiri bahwa peran orangtua terutama ayah dalam pola asuh, sangat penting untuk pertumbuhan anak. Karena banyak manfaat yang pastinya akan didapatkan. 

Image

Manfaat tersebut berupa kebugaran tubuh sampai anak memiliki pengetahun lebih tentang gender. Namun, tak sedikit para ayah yang sulit untuk memberikan waktu terbaiknya dikarenakan sibuk bekerja.

Lantas, bagaimana caranya agar waktu bersama anak lebih maksimal? 

"Masalah waktu sebenarnya tidak tergantung jumlah, tetapi kualitas yang diberikan ayah kepada anak," kata Dessy Ilsanty Psikolog Klinis saat dihubungi AkuratParenting, Senin (2/12). 

Lanjut Dessy, setiap orangtua yang sibuk bisa memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, seperti makan pagi bersama. Tetapi, harus ada komunikasi yang intens.

"Pergi pagi, pulang malam, caranya bisa makan bersama tetapi memang benar-benar ngobrol. Bisa menanyakan kabar, ada hal yang baru di sekolah," lanjutnya. 

Lebih lanjut, setiap ayah juga bisa meluangkan waktu di hari libur. Tetapi, harus ada penjadwal agar semua terencana dengan baik.

"Harus disengaja setiap hari libur. Waktu harus didedikasikan khusus bersama keluarga agar tetap harmonis, dan membatalkan perjanjian lain yang ingin direncanakan seperti meeting kantor," tandasnya. 

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Kamis, 28 November 2019

Jangan Bereaksi Berlebihan Ketika Anak Berbicara Kotor

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tingkah laku anak-anak memang kerap kali mengejutkan. Seperti misalnya, tiba-tiba anak melontarkan kata-kata kasar atau kotor hingga tidak sopan.

Image

Para ahli mengatakan, usia 3-5 tahun adalah periode ketika anak mulai mengetahui bahasa yang kotor. Karena balita mendengar dan belajar sampai sembilan kata baru setiap harinya, yang ia dengar dari televisi, hingga percakapan orang di sekitarnya.

Nah, tak sedikit orangtua yang bingung menghadapi tingkah sang buah hati dalam peristiwa ini. Dilansir dari Parents, ada yang bisa orangtua lakukan untuk merespon ketika anak-anak melontarkan kata kotor.

Tetap tenang

Anak-anak penuh rasa ingin tahu. Jika ia menanyakan arti sebuah kata yang belum pernah diketahuinya sebelumnya, jawablah dengan tenang. Beri penjelasan yang bisa ia pahami dan jangan bereaksi berlebihan.

Karena, jika reaksi yang berlebihan justru membuat anak semakin penasaran. Cobalah untuk mengatakan, “Ini adalah kata yang dipakai oleh beberapa orang, tapi bukan kata yang baik dan tidak pantas untuk anak kecil”. Atau jelaskan padanya, “Kita tidak memakai kata seperti itu di keluarga kita”.

Perhatikan anak lebih detil setelah mendapat penjelasan

Bila si kecil masih tetap memakai kata kotor setelah diberi penjelasan, evaluasi mengapa perilaku ini terjadi. Psikolog Emily Lowell, mengatakan, anak terkadang masih berperilaku demikian karena ada yang belum terpenuhi rasa penasarannya.

Tugas orangtua bisa mencari tahu dan membantu anak memenuhi rasa penasaran dengan cara yang baik. Misalnya saja, ketika anak mengucapkan kata kotor karena butuh perhatian, cari kesempatan untuk memujinya ketika ia berperilaku dan menggunakan bahasa yang sopan.

Terus Berkomunikasi

Timothy Jay, Ph.D, profesor psikologi di Massachusetts College of Liberal Arts, North Adams, mengatakan, anak-anak berusia lima hingga enam tahun banyak ingin tahu tentang bagian tubuh mereka dan perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan.

Jadi, jangan kaget anak akan ingin belajar tentang perbedaan fisik tersebut dan ingin membicarakannya. Tak perlu menghindari pertanyaannya, berikan informasi yang tepat sesuai usianya, tanpa harus membohongi.

So, jalin komunikasi dengan baik apapun pertanyaan sang buah hati. hal tersebut dapat membantu sang anak lebih terbuka, dan juga membuat anak percaya menceritakan tentang hal apapun kepada orangtua tanpa ada batasan.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Selasa, 15 Oktober 2019

Orang yang Jalannya Lambat Lebih Rentan Sakit Ketika Tua

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Jika kamu merasa orang saat berjalan Kaki terasa lebih lambat dari orang sekitarmu, waspadalah!

Image

Karena menurut penelitian terbaru yang dilansir AkuratHealth dari The Independent, pejalan Kaki yang lambat lebih cenderung jatuh Sakit ketika tua.

Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Duke University. Dalam penelitian ini juga menunjukan, berjalan lambat berisiko terkena Penyakit seperti Alzheimer, yang terbukti lebih besar dibanding orang yang berjalan dengan tempo cepat.

Para peneliti menemukan, orang berusia 45 tahun yang berjalan lambat memiliki otak dan badan yang lebih cepat tua. Paru-paru, gigi, dan sistem imun mereka juga berada dalam kondisi yang lebih buruk, dibanding orang yang berjalan dalam tempo cepat.

“Masalahnya adalah, hal itu terjadi pada orang berusia 45 tahun. Bukan seseorang yang sudah tua dan indikasi tua yang sebenarnya, masih bisa produktif,” kata kepala peneliti Line JH Rasmussen.

Tim peneliti mengatakan bahwa mereka bisa memprediksi secepat apa seseorang berjalan hanya berdasarkan pengamatan terhadap otak pada usia tiga tahun.

Hal itu bisa dilihat dari IQ, kemampuan untuk mengerti bahasa, kemampuan bergerak, dan kontrol emosi. Semua hal itu bisa memprediksi secepat apa kita berjalan Kaki pada usia 45 tahun.

Peneliti percaya bahwa kemampuan berjalan bergantung pada sistem organ. Mereka juga percaya bahwa fungsi kognitif seperti ingatan dan kecepatan berjalan adalah hal yang bersinggungan.


Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Selasa, 24 September 2019

Coba Cara Ini Ketika Anak Tak Mau Dengarkan Orangtua

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Sebagai Orangtua, pastinya pernah merasakan momen-momen dimana sang buah hati sepertinya tidak bisa mendengarkan perkataan Anda.


Biasanya, Orangtua merasa jengkel karena apa yang diminta seperti diabaikan Anak. Apa yang dilarang justru dilakukan, dan sebaliknya.

Tak perlu khawatir, dilansir AkuratParengting dari Parents, jika Anak terus-menerus mengabaikan perintah, ada yang cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan perhatiannya.

Perlu diingat, Anak juga bisa mengalami stres.

Banyak faktor penyebab ia mengabaikan perintah Orangtuanya, salah satunya mungkin ia stres di sekolah. Maka, mengajak berbicara Anak yang penuh dengan tekanan dan nada tinggi tidak akan membuatnya mendengarkan Anda.

"Berteriak untuk mendapatkan perhatian Anak tidak akan banyak membantu. Justru membuat mundur selangkah," kata Joseph Shrand, MD, seorang psikiatri di Harvard Medical School.

Hindari pemberian instruksi saat-saat ketika Anak terpaku pada televisi atau permainan video. Ulangilah instruksinya sebagai taktik yang membantu Anak mengingat apa yang perlu dilakukan.

Buatlah ia menyadari kehadiran Orangtuanya. Misalnya dengan menepuk lembut pundaknya atau melontarkan humor yang bisa membuatnya tertawa sehingga ia akan teralihkan dari apa yang sedang menyita perhatiannya.

Kemudian, hindari mengulang memanggil nama Anak. Itu hanya akan membuat tenggorokan sakit. Cobalah berada di dekatnya dan beritahu bahwa Orangtuanya hanya akan menyampaikan perintah satu kali dan ia harus memahami akibatnya jika tidak memberi respon atau melakukan yang diminta.

Terakhir, dengarkan dia. Terkadang Anak bersikap mengabaikan sesuatu karena mereka merasa tidak ada yang memperhatikannya. Orangtua tanpa sadar sangat sibuk dengan dirinya dan hanya fokus pada hal yang dianggap signifikan, namun sebenarnya kurang bagi Anak.

Jika Anak merasa diperhatikan, dipahami dan dihormati oleh Orangtuanya, mereka akan lebih peduli dan mendengarkan apa yang disampaikan ayah ibunya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges