Tampilkan postingan dengan label Aplikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2019

Miliki Salah Satu dari 17 Aplikasi ini di iPhone? Hapus Sekarang Juga

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Baru-baru ini, perusahaan keamanan seluler Wandera mengeluarkan laporan yang mengidentifikasi 17 aplikasi di App Store Apple terinfeksi malware 'Clicker Trojan'. Semuanya terkait dengan pengembang yang sama yang berbasis di India.

Image

Tak lama berselang, Apple mengonfirmasi bahwa mereka telah di-boot dari App Store. Setelah ditinjau, Wandera menemukan bahwa aplikasi tersebut menggunakan basis kode yang sama.

Perusahaan keamanan lain telah mengungkap keberadaan 42 aplikasi Android yang dipenuhi adware, memeras jutaan unduhan sebelum Google menendang mereka dari Google Play Store.

Dari laporan Wandera, 17 aplikasi IOS yang diidentifikasi perusahaan terinfeksi malware yang melakukan penipuan iklan dengan sering membuat koneksi ke jaringan iklan atau situs web. Dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung secara artifisial atau untuk menghasilkan bayar per klik pendapatan.

Wandera mengutip pernyataan dari Apple yang membenarkan bahwa aplikasi telah dihapus karena memiliki kode yang melanggar pedoman App Store, dengan memungkinkan klik tayang iklan buatan dan bahwa Apple telah memperbarui alat pendeteksiannya.

Berikut ini semua aplikasi yang dimaksud:

Informasi Kendaraan RTO
Kalkulator & Perencana Pinjaman EMI
Manajer File - Dokumen
GPS Speedometer pintar
CrickOne - Skor Kriket Langsung
Kebugaran Harian - Pose Yoga
Radio FM - Radio Internet
Info Kereta Saya - IRCTC & PNR
Around Me Place Finder
Manajer Pencadangan Kontak yang Mudah
Waktu Ramadhan 2019
Pencari Restoran - Temukan Makanan
BMI Calculator - BMR Calc
Akun Ganda
Editor Video - Video Bisu
Dunia Islam - Kiblat
Kompresor Video Cerdas

“Aplikasi yang diidentifikasi oleh Wandera berkomunikasi dengan server yang sama (perintah dan kontrol) menggunakan cipher enkripsi yang kuat yang belum diretas oleh para peneliti,” demikian laporan Wandera, mengutip Bgr.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Kamis, 03 Oktober 2019

Aplikasi Pendeteksi Gejala Penyakit Mata pada Anak

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Beberapa peneliti dikabarkan tengah mengembangkan sebuah aplikasi yang disebut dapat membantu mendeteksi gejala penyakit mata untuk anak-anak. Hanya dengan menggunakan smartphone, aplikasi yang dimaksud ialah CRADLE (Computer Assisted Detector of Leukoria).


Lalu bagaiamana vara aplikasi tersebut bekerja? Melansir Engadget, Kamis (3/10), aplikasi ini menggunakan pemahaman mesin guna mencari atau mendeteksi tanda-tanda awal dari penyakit mata hanya melalui foto.

Nantinya, aplikasi tersebut dapat mendeteksi beberapa kemungkinan penyakit pada mata, seperti retinoblastoma atau kanker mata, katarak, dan kondisi lainnya.

Para ilmuwan tengah menguji aplikasi dengan hampir 53 ribu foto dari 40 anak-anak, sengah dari mereka menderita penyakit mata. Aplikasi ini juga bekerja pada sistem kecerdasan buatan AI dan jika digunakan dapat membantu menyelamatkan nyawa penderita atau mengurangi risiko yang lebih besar.

Selain itu, aplikasi ini tak memandang usia, seperti yang dicatat oleh IEEE Spectrum. Meski memang dimaksimalkan untuk anak-anak, tidak menutup kemungkinan untuk para dewasa dapat menggunakan CRADLE ini.

Saat ini, CRADLE sudah tersedia secara gratis di Google Play Store untuk pengguna Android, serta App Store untuk pengguna iOS. Kabarnya, aplikasi masih akan terus dikembangkan supaya bisa bekerja lebih maksimal.

Perlu dicatat, mengingat ini hanya aplikasi, pengguna disarankan tetap harus pergi ke dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti, serta mendapatkan pengobatan lebih lanjut.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Jumat, 27 September 2019

Lagi Ngetren, Instagram Hadirkan Mode Gelap

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Belakangan ini, penggunaan mode gelap cukup diminati oleh beberapa aplikasi. Tak mau ketinggalan, Instagram sebagai aplikasi yang populer di kalangan masyarakat juga sudah melakukan uji coba untuk pemakaian mode gelap.


Melansir Phone Arena, Jumat (27/9), Instagram telah memiliki tampilan mode gelap. Namun, tampilan tersebut hanya bisa didapatkan pada perangkat Android 10 dan Android 9.0 Pie.

Menurut laporan yang beredar, beberapa pengguna yang memakai kedua ponsel tersebut telah menemukan tampilan gelap di Instagram .

Namun hingga saat ini, belum diketahui kapan Instagram akan meresmikan fitur mode gelap tersebut.

Sebelumnya, beberapa aplikasi seperti gmail, Skype hingga Twitter telah lebih dulu menggunakan mode gelap pada background-nya.

Penggunaan mode gelap diklaim bisa membuat nyaman para pengguna aplikasi. Selain itu, fitur tersebut dinilai dapat menghemat pemakaian daya baterai ponsel.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 24 September 2019

Saingi Apple Arcade? Google Luncurkan Gim Play Pass

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Google secara resmi mengumumkan peluncuran aplikasi bernama Play Pass, sebuah layanan berlangganan yang memberi pengguna akses ke perpustakaan permainan dan aplikasi lain di Google Play Store.


Layanan ini mencakup lebih dari 350 aplikasi dan gim, termasuk Monument Valley, Risk, dan Star Wars: Knights of the Old Republic. Google mengatakan, Play Pass ingin melangkah lebih jauh, jadi perusahaan juga menyediakan berbagai jenis aplikasi seperti kesehatan, kebugaran, dan fotografi lainnya.

"Game itu sangat penting, tetapi kita akan melampaui itu," kata Austin Shoemaker, Manajer Produk Grup Google, dikutip dari CNET, Selasa (24/9).

Play Pass mirip dengan Apple Arcade, layanan dari pembuat iPhone yang diluncurkan pada minggu lalu. Apple Arcade sendiri berfokus hanya pada gim.

Ditanya tentang perbandingan dengan Apple Arcade, Shoemaker tidak secara khusus membahas pesaingan. Namun, dia mengatakan bahwa Play Pass "jauh lebih luas".

Pada tahap awal, Google akan memberikan pelayanan Play Pass secara gratis yang berdurasi 10 hari. Selain itu, Google juga akan memberikan kepada pengguna yang dapat berlangganan hingga lima anggota keluarga.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Kamis, 29 Agustus 2019

Ingin Tampilkan Lebih Banyak Layanan Podcast, Spotify Uji Coba Tombol 'Create Podcast'

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Spotify menyatakan bahwa ingin membuat layanan Podcast lebih banyak pada platform mereka. Kini, Spotify sedang menguji tombol baru pada platformnya yang akan membuat pengguna dapat secara otomatis membuat Podcast.


Melansir The Verge, Kamis (29/8), seorang analisis dan pembuat kode, Jane Manchun Wong melihat tombol baru di tampilan Spotify yang bertuliskan "Create Podcast". Jika sentuh, akan mengarahkan pengguna ke aplikasi Anchor (apabila sudah diinstal), atau mengirim pengguna ke halaman web informasi tentang aplikasi tersebut.

Spotify sendiri telah mengakuisisi Anchor, sebuah perusahaan teknologi pembuat Podcast tahun ini. Anchor dirancang untuk memudahkan siapa pun untuk membuat Podcast dengan merekam langsung dari smartphone mereka.

"Kami selalu menguji produk dan pengalaman baru untuk meningkatkan pengalaman Spotify secara keseluruhan. Beberapa tes pada akhirnya akan memberi jalan bagi peningkatan produk kami. Kami tidak memiliki berita lebih lanjut untuk dibagikan saat ini," pernyataan tertulis pihak Spotify dikutip dari The Verge. 

Di sisi lain, terdapat hal menarik tentang pengujian ini di mana menurut beberapa kabar Spotify juga memiliki perusahaan bernama Soundtrap yang baru-baru ini juga meluncurkan alat pembuat Podcast.

Perbedaannya adalah Anchor dirancang untuk lebih kasual, sedangkan Soundtrap dirancang sebagai perangkat lunak pengeditan yang lebih serius yang digunakan dalam pengaturan studio atau di ruangan rumah sekalipun.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Jumat, 19 Juli 2019

Viral Kembali, Aplikasi FaceApp Ternyata Berbahaya

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Aplikasi FaceApp kembali viral, lewat challenge atau tantangan #AgeChallenge banyak orang mulai dari kalangan biasa hingga publik figur menggunakannya. Namun, di balik keseruannya, FaceApp menyimpan bahaya.


FaceApp ternyata berpotensi mengancam keamanan privasi dari si pengguna aplikasi ini. Aplikasi editor wajah untuk memperlihatkan bagaimana penampilan penggunanya ketika tua nanti itu diduga mengambil informasi pribadi yang dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan.

Dugaan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya dalam syarat dan perjanjian penggunaan aplikasi saja, pengguna diminta memberikan sejumlah izin kepada aplikasi seperti mengakses berbagai informasi dari pengguna.

Anda memberi FaceApp lisensi dan sub-lisensi abadi, tidak dapat dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, dibayar penuh, dapat ditransfer untuk menggunakan, mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, menerbitkan, menerjemahkan, membuat karya turunan, mendistribusikan, melakukan, dan menampilkan secara publik menampilkan konten nama pengguna atau kemiripan apa pun yang disediakan sehubungan dengan konten pengguna.

Syarat dan perjanjian dari pihak aplikasi tersebut dengan kata lain dapat diartikan bahwa pengguna FaceApp sepenuhnya menyerahkan hak atas foto mereka yang dihasilkan lewat aplikasi ke pihak pengembang.

Setelah memiliki hak penuh atas foto pengguna, FaceApp berhak melakukan apa pun dengan materi tersebut, termasuk menyebarkan dan menggunakannya untuk keperluan komersial tanpa perlu meminta izin ataupun memberikan kompensasi kepada pengguna.

Bahkan, FaceApp pun bisa tetap menyimpan foto para pengguna di platfformnya meski mereka telah menghapusnya dari ponsel.

Persyaratan semacam itu sebenarnya lumrah di dalam penggunaan aplikasi berteknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menjadi riskan karena aplikasi itu berasal dari Rusia, di mana identik dengan kasus peretasan.

Aplikasi FaceApp pertama kali diluncurkan untuk iOS pada Januari 2017 dan untuk Android pada Februari 2017. Kini aplikasi tersebut kembali ramai digunakan oleh warganet dari seluruh belahan dunia.

Nah, masih mau mengikuti tren atau tantangan  #AgeChallenge? Ada baiknya kalian mengakali dengan cara cukup memakai foto yang dijepret langsung dari kamera ponsel, bukan dari galeri gambar. Jadi, kalian hanya memberikan akses kamera untuk aplikasi FaceApp.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 16 Juli 2019

Waze Telah Upgrade, Kini Bisa Tampilkan Harga Jalan Tol

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tidak hanya bisa memberi informasi rute jalan tol untuk pengemudi, sekarang Waze juga dapat memberi tahu berapa banyak biaya yang harus dibayar untuk melewati jalan tol tersebut.


Pembaruan dari aplikasi navigasi tersebut akan mempermudah pengambilan keputusan bagi pengemudi untuk memilih jalan tol mana yang ideal dilewati. Membuat pengemudi juga jadi mengetahui lebih awal berapa biaya yang harus disiapkan untuk masuk ke jalan tol.

Melansir Ubergizmo, Selasa (16/7), Waze meluncurkan pembaruan baru ini untuk aplikasi versi Android dan IOS sekaligus. Saat ini, fitur informasi biaya masuk tol tersebut baru tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat dan Kanada.

Data yang ditampilkan tentu akan membuat para pengguna mengetahui apakah mereka memiliki cukup uang untuk bisa melewati jalan tol. Sejak diakuisisi oleh Google, Waze memang bisa terus meningkatkan fungsionalitas aplikasinya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 10 Juli 2019

Hasil Studi Ungkap Lebih Seribu Aplikasi Android Lacak Lokasi Pengguna Secara Ilegal

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Meski Google terus mengupayakan yang terbaik untuk membuat pengguna percaya terhadap keamanan sistem operasi Androidnya, laporan baru yang membuat ragu upaya ini juga terus muncul.


Terbaru, para peneliti di Institut Ilmu Komputer Internasional California mengklaim telah menemukan setidaknya 1.325 aplikasi di Google Play Store secara ilegal mendapatkan akses ke data lokasi pengguna, bahkan ketika secara eksplisit mereka telah menolak izin ini.

Menurut para peneliti, aplikasi ini tersedia di Google Play secara diam-diam dan melacak orang dengan menggunakan celah dalam kerangka Android untuk mem-bypass sistem izin pada sistem operasi.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh mereka, ditemukan bahwa aplikasi menciptakan lingkungan yang terkontrol untuk menguji 88 ribu aplikasi yang diunduh dari Google Play Store.

Kemudian, mereka memantau aktivitas jaringan untuk memeriksa data yang dikirimkan oleh aplikasi-aplikasi ini yang bertentangan dengan apa yang diizinkan untuk digunakan. Hasilnya, sebanyak 1.325 aplikasi ternyata mengumpulkan lebih banyak data daripada yang seharusnya.

Hasil studi ini juga menyatakan bahwa jumlah pengguna potensial yang terkena dampak dari temuan ini adalah ratusan juta.

Mengutip laporan CNET, Selasa (9/7), Serge Egelman, direktur penelitian mengklaim bahwa para peneliti telah memberi tahu Google tentang masalah ini pada September lalu. Namun, Google memberi tahu mereka bahwa kekurangan ini akan diatasi di Android Q.

Google menyebut bahwa Android Q akan menyembunyikan informasi lokasi di foto dari aplikasi apa pun yang mengakses WiFi agar memiliki izin untuk data lokasi.

Meski Google telah menjanjikan perbaikan untuk kerentanan ini pada Android Q, masalahnya masih banyak ponsel Android generasi saat ini yang belum diumumkan akan mendapat dukungan pembaruan Android Q.

Android Q, masalah adopsi dan kecepatannya masih akan tetap menjadi masalah. Dari data yang tersedia per Mei tahun ini, hanya 10,4 persen perangkat Android yang memasang Android P terbaru. Lebih dari 60 persen  perangkat bahkan masih menjalankan Android N.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 12 Juni 2019

WhatsApp Ancam Ambil Tindakan Hukum, Karena Platformnya Terus Disalahgunakan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Aplikasi perpesanan milik Facebook itu terus berupaya agar platformnya tidak disalahgunakan. Kini WhatsApp akan bertindak lebih keras terhadap pengguna yang masih membandel.


Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (12/6), WhatsApp memperingatkan tindakan hukum kepada mereka yang menyalahgunakan platformnya. Banyak perusahaan di luar sana yang telah melakukan hal serupa sebelumnya.

WhatsApp baru-baru ini melarang pengguna untuk menjalankan versi modifikasi dari aplikasinya. Mereka juga telah melarang jutaan akun per bulan untuk melawan spam. Bahkan membatasi pengiriman teks untuk mencegah hoaks menyebar cepat di platformnya.

Namun laporan terbaru menyebut bahwa jelang pemilihan umum di India, klon WhatsApp dan perangkat lunak yang dimodifikasi masih digunakan untuk bisa menjebol pembatasan layanan anti-spam.

Hal tersebut tak terlepas dari banyaknya pemasar digital yang menawarkan layanan pengiriman massal pesan WhatsApp. India, Nigeria, dan bahkan termasuk di Indonesia adalah beberapa negara yang marak menggunakan praktik ini.

WhatsApp sekali lagi dengan tegas memperingatkan akan mengambil langkah hukum terhadap praktik-praktik ilegal tersebut. Meski begitu, WhatsApp belum menjelaskan secara rinci tentang jenis tindakan hukum tersebut.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 13 Maret 2019

10.000 Cangkir Kopi Gratis Dibagikan di Stasiun Kereta Gambir dan Senen

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, PT Kereta Api Indonesia ( KAI ) membagikan 10.000 cangkir kopi bagi penumpang kereta di stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.


Pembagian kopi Penyanyi merupakan shalat Satu Rangkaian Dari Peringatan Hari Kopi Nasional Yang diperingati (2109/11/03).

Selain Stasiun Gambir dan Pasar Senen, ada 17 Stasiun lain yang menyediakan kopi gratis untuk penumpang kereta. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada (11-12 / 3/2019).

Direktur Komersial KAI Dody Budiawan mengatakan, di Stasiun Gambir ada 7.500 piala dan 2.500 di Stasiun Pasar Senen dibagikan kepada masyarakat.

"Kita juga menyediakan masing-masing 100 cangkir di atas kereta api untuk para penumpang," kata dia di Gambir, Jakarta Pusat Selasa (12/3/2019) malam. 

Meski Begitu, kata dia society SEBELUM get Beroperasi gratis Harus menunjukan Aplikasi KAI Access Yang Harus didownload terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA di Play Store ATAU di AppStore.

"Acara Ngopi Bareng ini kami menyosialisasikan kepada masyarakat kopi yang menghasilkan bumi yang paling atas. Ini kopi asli Indonesia," terang dia.

Menurut Dody pihaknya akan menggelar acara Ngopi Bareng ini setiap tahunnya. Sebenarnya, pada kegiatan yang disukai di tahun sebelumnya mendapatkan pendaftaran muri.

"Mudah-bisa dengan festival Ngopi Bareng ini, kami bisa menyosialisasikan dan masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi untuk membuat kopi Indonesia adalah kopi terbaik di dunia," tandas dia.



Sumber : Akurat.co
Editor : Ges