Tampilkan postingan dengan label Privasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Privasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2019

WhatsApp Kenalkan Tiga Fitur Baru, Bisa Batasi Undangan Grup

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, WhatsApp telah memperkenalkan tiga fitur baru bagi para pengguna di musim dingin ini. Aplikasi milik Facebook itu kini punya fitur 'pengingat' yang memungkinkan pengguna tidak melewatkan saat-saat penting.

Image

Melalui fitur ini, pengguna dapat dengan cepat dan mudah untuk membuat tugas dan pengingat langsung dari percakapan yang sedang berlangsung. Pengguna harus mendaftar terlebih dahulu ke aplikasi pihak ketiga, yaitu Any.do dan membayar per bulan.

Untuk mengatur pengingat, pengguna harus mengirimkan DM ke Any.do. Fitur pengingat Any.do hanya tersedia untuk pengguna premium.

Selain itu, WhatsApp memperkenalkan fitur ‘panggilan tunggu’ yang memungkinkan penggunanya menahan orang-orang saat tengah menjawab panggilan lain. Kemudian, WhatsApp juga memperkenalkan pemutakhiran privasi baru.

Pemutakhiran ini dapat menghentikan pengguna diajak ke dalam obrolan grup yang tidak ingin diikuti dan mengontrol siapa yang dapat mengirimi undangan masuk grup. Privasi baru ini lantaran orang-orang dalam grup dapat saling melihat nomor telepon satu sama lain.

Pengguna kini bisa mengendalikan siapa yang menambahkan mereka ke grup dalam upaya melindungi identitas dan memastikan orang-orang aneh atau scammy tidak menghubungi, serta melindungi diri dari pelaku intimidasi.

Setelah memperbarui aplikasi, pengguna cukup membuka pengaturan dan gulir ke ‘akun’, diikuti oleh ‘privasi’ lalu 'grup'. Pengguna lantas akan dapat memilih siapa yang diizinkan menambahkan mereka ke grup.

Terdapat sejumlah opsi yang tersedia, yaitu 'semua orang', 'kontak saya' berarti hanya teman yang dapat menambahkan dan 'tidak ada', yang mengunci akun sepenuhnya.

Ini sekarang telah digantikan dengan 'Kontak Saya Kecuali ’, yang akan memungkinkan pengguna mengizinkan hanya kontak tertentu yang dapat menambahkan ke grup. Orang yang diblokir pengguna masih dapat mengirim undangan grup lewat chat pribadi.

"Dengan fitur-fitur baru ini, pengguna akan memiliki kontrol lebih besar atas pesan grup yang mereka terima," tulis WhatsApp dalam sebuah pernyataan dilansir dari laman Metro, Senin (16/12/2019).

Pengaturan privasi baru ini akan tersedia di seluruh dunia dalam beberapa hari mendatang untuk mereka yang menggunakan versi terbaru WhatsApp.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Jumat, 19 Juli 2019

Viral Kembali, Aplikasi FaceApp Ternyata Berbahaya

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Aplikasi FaceApp kembali viral, lewat challenge atau tantangan #AgeChallenge banyak orang mulai dari kalangan biasa hingga publik figur menggunakannya. Namun, di balik keseruannya, FaceApp menyimpan bahaya.


FaceApp ternyata berpotensi mengancam keamanan privasi dari si pengguna aplikasi ini. Aplikasi editor wajah untuk memperlihatkan bagaimana penampilan penggunanya ketika tua nanti itu diduga mengambil informasi pribadi yang dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan.

Dugaan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya dalam syarat dan perjanjian penggunaan aplikasi saja, pengguna diminta memberikan sejumlah izin kepada aplikasi seperti mengakses berbagai informasi dari pengguna.

Anda memberi FaceApp lisensi dan sub-lisensi abadi, tidak dapat dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, dibayar penuh, dapat ditransfer untuk menggunakan, mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, menerbitkan, menerjemahkan, membuat karya turunan, mendistribusikan, melakukan, dan menampilkan secara publik menampilkan konten nama pengguna atau kemiripan apa pun yang disediakan sehubungan dengan konten pengguna.

Syarat dan perjanjian dari pihak aplikasi tersebut dengan kata lain dapat diartikan bahwa pengguna FaceApp sepenuhnya menyerahkan hak atas foto mereka yang dihasilkan lewat aplikasi ke pihak pengembang.

Setelah memiliki hak penuh atas foto pengguna, FaceApp berhak melakukan apa pun dengan materi tersebut, termasuk menyebarkan dan menggunakannya untuk keperluan komersial tanpa perlu meminta izin ataupun memberikan kompensasi kepada pengguna.

Bahkan, FaceApp pun bisa tetap menyimpan foto para pengguna di platfformnya meski mereka telah menghapusnya dari ponsel.

Persyaratan semacam itu sebenarnya lumrah di dalam penggunaan aplikasi berteknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menjadi riskan karena aplikasi itu berasal dari Rusia, di mana identik dengan kasus peretasan.

Aplikasi FaceApp pertama kali diluncurkan untuk iOS pada Januari 2017 dan untuk Android pada Februari 2017. Kini aplikasi tersebut kembali ramai digunakan oleh warganet dari seluruh belahan dunia.

Nah, masih mau mengikuti tren atau tantangan  #AgeChallenge? Ada baiknya kalian mengakali dengan cara cukup memakai foto yang dijepret langsung dari kamera ponsel, bukan dari galeri gambar. Jadi, kalian hanya memberikan akses kamera untuk aplikasi FaceApp.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges