Tampilkan postingan dengan label Stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stroke. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2019

Tidur Lebih dari 8 Jam Berisiko Terkena Stroke

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Jika Kamu mempunyai kebiasaan sering tidur, mulai sekarang berhati-hatilah. Pasalnya, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology telah mengindikasikan bahwa orang yang tidur lebih dari delapan jam mungkin berisiko lebih besar terkena stroke.

Image

Dilansir dari The Health Site, Minggu (15/14) penelitian tersebut menjelaskan bahwa orang yang tidur siang terlalu sering selama lebih dari 90 menit, memiliki risiko 25 persen lebih rentan terkena stroke di kemudian hari, dibandingkan dengan orang yang tidur siang selama 30 menit.  

"Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur terlalu banyak sangat tidak baik. Karena dapat meningkatkan kadar kolesterol tinggi serta  peningkatan lingkar pinggang, yang keduanya merupakan faktor risiko stroke," kata penulis peneliti, ZhXiaominang dari Universitas Sains dan Teknologi Huangzhong, di Wuhan, Cina.

Penelitian ini melibatkan 31.750 orang dari Cina yang memiliki usia rata-rata 62 tahun dan tidak memiliki riwayat stroke. Para peneliti memantau selama enam tahun, di mana total pada saat itu dilaporkan sebanyak 1.557 orang terkena risiko stroke.

Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah bahwa orang yang tidur selama sembilan jam atau lebih pada malam hari berisiko 23 persen lebih rentan terkena stroke dibandingkan dengan orang yang tidur selama tujuh jam atau kurang di malam hari. 

Studi ini menemukan bahwa orang yang tidur terlalu lama memiliki kemungkinan 85 persen terserang stroke dibandingkan orang yang tidur dalam jumlah sedang.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Kamis, 05 September 2019

Malas Bergerak Pemicu Kena Penyakit Mematikan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kartini Rustandi mengatakan orang yang kurang aktivitas fisik berpotensi mengalami Penyakit Tidak Menular seperti diabetes, Stroke, penyakit jantung dan lainnya.


Kartini dalam temu media dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional di Kementerian Kesehatan, Rabu, menekankan perlunya aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jantung, paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta menurunkan risiko Penyakit Tidak Menular.

Saat ini penyebab kematian terbanyak di Indonesia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular seperti Stroke, penyakit Ginjal Kronis, Diabetes Melitus, dan Hipertensi.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan proporsi penduduk Indonesia usia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik jumlahnya meningkat dari 26,1 persen pada 2013 menjadi 33,5 persen pada 2018.

“Jalan kaki salah satu aktivitas fisik yang murah dan mudah dilakukan. Semua kegiatan aktivitas fisik mudah dilakukan tanpa biaya mahal, yang penting mau. Kalau ingin hasilnya baik berdampak harus teratur,” katanya.

Kartini menambahkan aktivitas fisik harus dilakukan minimal 30 menit agar hasil yang optimal dalam menjaga kebugaran tubuh. Sedangkan bagi anak-anak, aktivitas fisik dilakukan minimal 60 menit per hari karena anak-anak perlu banyak bergerak untuk menstimulasi pertumbuhan fisiknya.

Walaupun aktivitas fisik tergolong kegiatan mudah dan bermanfaat bagi kesehatan, aktivitas fisik dalam hal ini olahraga harus dilakukan dengan benar.

Olahraga yang benar dilakukan secara bertahap dimulai dengan pemanasan termasuk peregangan selama 5-10 menit, dilanjutkan dengan latihan inti 20-60 menit, diakhiri dengan pendinginan 5-10 menit.

“Olahraga teratur dilakukan tiga sampai lima kali seminggu selang sehari istirahat, dilakukan rutin di dalam atau di luar ruangan,” kata Kartini.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Zaini K Saragih Sp.KO mengatakan secara ilmiah ada empat jenis olahraga, yakni endurance, strength, balance, dan flexibility.

Endurance berfungsi meningkatkan detak jantung. Manfaatnya untuk menjaga jantung, sistem peredaran darah, dan meningkatkan kebugaran. Strength berfungsi untuk melatih otot, Balance membantu mencegah terjatuh saat beraktivitas, dan Flexibility untuk melenturkan otot-otot yang tegang.

“Keempat itu untuk mengukur kebugaran tubuh,” kata dr Zaini.

Hari Olahraga Nasional 2019 menjadi momen untuk mengajak masyarakat kembali melakukan aktivitas fisik. Perkembangan teknologi seperti penggunaan gawai untuk segala kebutuhan termasuk memesan makanan menjadi salah satu penyebab orang-orang kurang beraktivitas fisik.

Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui surat edaran ke kementerian dan lembaga mengajak untuk ikut memeriahkan Hari Olahraga Nasional 2019 ini.

“Di Kemenkes pada tanggal 6 September akan melakukan berbagai kegiatan olahraga. Ada basket, bulu tangkis, lari, line dance , panahan, dan pengecekan kebugaran. Dalam rangka Haornas, kita mengingatkan kembali, mengajak kembali masyarakat ayo aktivitas fisik,” kata Kartini.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 30 Juli 2019

Meski Tinggi Kolesterol, Telur Puyuh Ternyata Sakti

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Telur Puyuh merupakan salah satu pilihan Telur yang dapat dikonsumsi, selain Telur ayam dan bebek. Memiliki motif berwarna putih atau cokelat dengan bintik-bintik hitam maupun cokelat gelap, Telur Puyuh umumnya dianggap kurang sehat jika dibandingkan dengan Telur ayam karena tinggi Kolesterol.


Meski dianggap tidak lebih baik dari Telur ayam, Telur Puyuh nyatanya sangat kaya dengan nutrisi sehat yang bisa menjadi pengganti tepat bagi mereka yang alergi pada Telur ayam.

Nilai gizi pada 100 gram Telur Puyuh mentah mengandung air 74,35 gram (g), energi 158 kkal, 13,05 g protein, 11,09 g lemak, 0,41 g karbohidrat, 0,40 g gula, 64 miligram (mg) kalsium, 3,65 mg zat besi, 13 mg magnesium, 13 mg fosfor, 132 mg kalium, 141 mg natrium, 1,47 mg zinc, 66 mcg folat, vitamin B-12, vitamin A,  vitamin E 55, vitamin D dan 844 mg Kolesterol.
Mengurangi risiko penyakit terminal

Jumlah potassium yang rendah dalam tubuh, dapat membuat seseorang rentan terhadap penyakit terminal seperti Penyakit Jantung, Tekanan Darah Tinggi, Radang Sendi, Stroke, Kanker dan Gangguan Pencernaan.

Kondisi penyakit terminal adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami penyakit atau sakit yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh sehingga sangat dekat dengan kematian.

Telur Puyuh adalah sumber potasium yang kaya yang dapat melengkapi kebutuhan potasium dalam tubuh seseorang untuk mencegah kondisi penyakit terminal ini.

Cegah penyakit kronis 

Telur Puyuh memiliki tingkat vitamin A dan vitamin C yang signifikan, yang dapat mencegah timbulnya banyak penyakit kronis dan meningkatkan Kesehatan secara keseluruhan.

Obati alergi dan peradangan

Ovomucoid yang merupakan salah satu protein hadir dalam Telur Puyuh. Jenis protein ini bertindak sebagai komponen anti alergi alami. Peradangan atau gejala lain dari reaksi alergi dapat diatasi dengan bantuan Telur-Telur ini.

Meningkatkan Metabolisme

Vitamin B yang ditemukan dalam Telur ini dapat meningkatkan aktivitas Metabolisme di seluruh tubuh, dengan meningkatkan fungsi hormon dan enzimatik (suatu protein struktur tiga dimensi yang mampu mengkatalisis reaksi biologik).

Tingkatkan kekebalan 

Telur Puyuh meningkatkan sistem Kekebalan Tubuh yang mana kandungan gizinya dapat membersihkan darah dari racun dan meningkatkan kemurnian darah, meningkatkan daya ingat serta meningkatkan aktivitas otak.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges