Tampilkan postingan dengan label Ginjal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ginjal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2019

Konsumsi Obat-obatan Jangka Panjang Bisa Ganggu Ginjal?

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Menjadi salah satu penyakit yang memerlukan Obat dalam jangka panjang, penderita Hipertensi sering dianggap berisiko besar mengalami gangguan Ginjal karena harus minum Obat rutin setiap hari.

Image

dr. Tunggul D Situmorang, Sp. PD-KGH, mengatakan, minum Obat dalam jangka panjang dapat merusak Ginjal, adalah benar. Tapi, itu berlaku untuk Obat-Obatan tertentu saja.

Menurutnya, Obat anti Hipertensi, Obat diabetes, kolesterol, dan Obat penyakit kronik lainnya, bila diberikan oleh dokter terkait, tidak akan menggangu Ginjal.

"Orang Hipertensi menjadi gagal Ginjal, bukan karena Obat, tapi karena orangnya biasanya bandel," katanya kepada AkuratHealth, saat Workshop Gerakan Peduli Hipertensi dari Bayer Indonesia, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (17/10).

"Misal, Obatnya dikurangi sendiri, atau Obatnya distop karena merasa sembuh, sehingga mengalami kenaikan Tekanan Darah lagi, akhirnya gangguan Ginjal," lanjutnya.

Dokter Tunggul juga mengatakan, Obat yang dikatakan dapat merusak Ginjal antara lain Obat-Obatan penghilang rasa sakit, Obat pengurus badan, Obat yang tidak jelas belinya dimana dan Obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa resep dokter.

"Jadi tolong tetap kontrol Hipertensinya. Kalau disuruh minum, ya minum. Kalau memang keadaanya membaik, nanti lama-lama dosis dan jenis Obatnya juga berkurang," tutupnya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan, penurunan Tekanan Darah dengan mengonsumsi Obat anti Hipertensi juga bisa mengurangi risiko stroke 35-40 persen dan gagal jantung hingga 50 persen.

Jadi, tetap semangat konsumsi Obat sesuai aturan dokter, ya.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Kamis, 05 September 2019

Malas Bergerak Pemicu Kena Penyakit Mematikan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kartini Rustandi mengatakan orang yang kurang aktivitas fisik berpotensi mengalami Penyakit Tidak Menular seperti diabetes, Stroke, penyakit jantung dan lainnya.


Kartini dalam temu media dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional di Kementerian Kesehatan, Rabu, menekankan perlunya aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jantung, paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta menurunkan risiko Penyakit Tidak Menular.

Saat ini penyebab kematian terbanyak di Indonesia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular seperti Stroke, penyakit Ginjal Kronis, Diabetes Melitus, dan Hipertensi.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan proporsi penduduk Indonesia usia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik jumlahnya meningkat dari 26,1 persen pada 2013 menjadi 33,5 persen pada 2018.

“Jalan kaki salah satu aktivitas fisik yang murah dan mudah dilakukan. Semua kegiatan aktivitas fisik mudah dilakukan tanpa biaya mahal, yang penting mau. Kalau ingin hasilnya baik berdampak harus teratur,” katanya.

Kartini menambahkan aktivitas fisik harus dilakukan minimal 30 menit agar hasil yang optimal dalam menjaga kebugaran tubuh. Sedangkan bagi anak-anak, aktivitas fisik dilakukan minimal 60 menit per hari karena anak-anak perlu banyak bergerak untuk menstimulasi pertumbuhan fisiknya.

Walaupun aktivitas fisik tergolong kegiatan mudah dan bermanfaat bagi kesehatan, aktivitas fisik dalam hal ini olahraga harus dilakukan dengan benar.

Olahraga yang benar dilakukan secara bertahap dimulai dengan pemanasan termasuk peregangan selama 5-10 menit, dilanjutkan dengan latihan inti 20-60 menit, diakhiri dengan pendinginan 5-10 menit.

“Olahraga teratur dilakukan tiga sampai lima kali seminggu selang sehari istirahat, dilakukan rutin di dalam atau di luar ruangan,” kata Kartini.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Zaini K Saragih Sp.KO mengatakan secara ilmiah ada empat jenis olahraga, yakni endurance, strength, balance, dan flexibility.

Endurance berfungsi meningkatkan detak jantung. Manfaatnya untuk menjaga jantung, sistem peredaran darah, dan meningkatkan kebugaran. Strength berfungsi untuk melatih otot, Balance membantu mencegah terjatuh saat beraktivitas, dan Flexibility untuk melenturkan otot-otot yang tegang.

“Keempat itu untuk mengukur kebugaran tubuh,” kata dr Zaini.

Hari Olahraga Nasional 2019 menjadi momen untuk mengajak masyarakat kembali melakukan aktivitas fisik. Perkembangan teknologi seperti penggunaan gawai untuk segala kebutuhan termasuk memesan makanan menjadi salah satu penyebab orang-orang kurang beraktivitas fisik.

Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui surat edaran ke kementerian dan lembaga mengajak untuk ikut memeriahkan Hari Olahraga Nasional 2019 ini.

“Di Kemenkes pada tanggal 6 September akan melakukan berbagai kegiatan olahraga. Ada basket, bulu tangkis, lari, line dance , panahan, dan pengecekan kebugaran. Dalam rangka Haornas, kita mengingatkan kembali, mengajak kembali masyarakat ayo aktivitas fisik,” kata Kartini.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 04 September 2019

Kebiasan yang Dapat Merusak Ginjal

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Menjadi salah satu penyakit degeneratif, penyakit Ginjal kronik memiliki peningkatan prevelensi yang meningkat dalam Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan. Dari 2 persen pada tahun 2013 menjadi 3,8 persen pada tahun 2018.


Padahal, Menkes, Nila Moeloek, mengatakan, penyakit tidak menular sebenarnya bisa dicegah. Karena sebagain besar penyakit tidak menular hadir dari kebiasaan pola hidup yang tidak sehat.

Dilansir AkuratHealth dari Reader's Digest, berikut tujuh kebiasaan buruk yang merusak Ginjal.

Makanan siap saji

Sebagian besar makanan olahan penuh dengan natrium yang tidak hanya buruk bagi jantung Anda, tapi juga dapat menyebabkan masalah Ginjal.

Ketika kamu makan terlalu banyak garam, tubuh mengeluarkan antrium dan kalsium saat buang air kecil.

Dokter dari Cleveland Clinic, James Simon, MD, Nephrologist, juga mengatakan hal yang serupa.

Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan batasan konsumsi natrium adalah 2.300 miligram per hari. Jadi, lihatlah label nutrisi atau komposisi sebelum mengkonsumsi apapun itu.

"Orang-orang memperhatikan karbohidrat dan lemak serta kalori, tetapi mereka mengabaikan natrium," kata James.

Tekanan darah tidak terkendali

Tekanan darah tinggi menyulitkan seluruh tubuh, termasuk Ginjal Anda.

Ginjal pada dasarnya adalah satu set besar pembuluh darah dengan saluran kemih,” kata James.

Jika kamu memiliki Tekanan darah tinggi di pembuluh darah besar Anda, Anda juga memiliki Tekanan darah tinggi di pembuluh darah Anda yang lebih kecil.

Membiarkan Tekanan darah tinggi tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah yang menuju ke Ginjal, dan melukai organ itu sendiri.

Merokok

Jika kamu mengira kanker paru-paru adalah satu-satunya alasan untuk berhenti Merokok, itu salah.

Riset tahun 2012 menemukan bahwa berhenti Merokok selama 16 tahun atau lebih, dapat mengurangi risiko karsinoma sel Ginjal (bentuk paling umum kanker Ginjal pada orang dewasa) sebesar 40 persen.

Jarang minum

Tidak melulu harus minum delapan gelas air penuh untuk menjaga Ginjal bekerja dengan baik. Minum empat hingga enam gelas air putih sehari juga bisa membantu Ginjal akan tetap sehat.

Tetapi, minum hanya satu atau dua cangkir sehari bisa membahayakan Ginjal karena terganggunya kadar natrium. Tubuh yang dehidrasi juga sulit menjaga kestabilan Tekanan darah.

"Ginjal sangat sensitif terhadap aliran darah. Saat dehidrasi, Tekanan darah dan aliran darah ke Ginjal juga menurun," kata James.

Gemuk

Kelebihan Berat Badan dan pola makan tidak sehat membuat semua orang berisiko tinggi terkena diabetes tipe dua, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan risko terkena penyakit Ginjal .

Dalam jangka panjang, masalah insulin yang dialami penderita diabetes tipe satu dan tipe dua dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut di Ginjal.

"Siapa pun yang menderita diabetes harus memeriksakan fungsi Ginjalnya dan air seni secara teratur," ujar James.

Obat penghilang rasa sakit

Jangan terlalu sering mengonsumi obat pereda nyeri. Obat anti -nflamasi seperti ibuprofen dan aspirin dapat mengurangi aliran darah ke Ginjal dan menyebabkan jaringan parut di organ tersebut.

Waspadai juga obat-obatan herbal yang tidak diketahui kandungannya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya, apalagi dalam jangka panjang.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 26 Agustus 2019

Signal Penyakit Kronis, Tubuh Sering Gatal

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Ketika merasakan Gatal-Gatal pada kulit dalam jangka waktu yang panjang, hidup terasa sangat tidak nyaman bagi. Rasa Gatal yang terjadi saat kegiatan sehari-hari dan terus menerus bisa akan sangat mengganggu aktivitas. 


Rasa Gatal pada kulit bisa membuat kamu risih sekaligus bisa malu bila dilihat orang. Namun, rasa Gatal terjadi tidak hanya karena alergi, masalah infeksi jamur, bekas gigitan saja, tetapi beberapa Penyakit turut mempengaruhinya timbul.

Dilansir AkuratHealth dari Boldsky, berikut ini beberapa  Penyakit yang dapat menimbulkan rasa Gatal:

Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk menyaring dan membersihkan darah. Sejumlah penelitian telah mencatat bahwa orang yang memiliki Penyakit Ginjal akan menderita Gatal pada kulit.

Jika mereka memiliki Penyakit Ginjal kronis seperti gagal Ginjal, rasa Gatal juga bisa sangat intens. Hal tersebut kerana racun dan limbah yang ada di Ginjal tidak dapat keluar dari sistem dan masuk ke aliran darah dan menyebabkan kulit Gatal.

Gangguan hati

Hati juga merupakan organ vital tubuh yang membantu pencernaan dan mengurai nutrisi untuk menyediakan energi bagi tubuh. Jika orang mengalami kulit Gatal di seluruh tubuh tanpa alasan, itu bisa menjadi gejala awal Penyakit hati. Ketika kelebihan empedu terbangun di hati, mulai mengasam dan masuk ke aliran darah. Ini pada akhirnya menyebabkan kulit terasa Gatal.

Penyakit Spinal

Jika kamu mengalami rasa Gatal yang parah di punggung tanpa ada ruam, maka bisa jadi itu pertanda Penyakit tulang belakang. Biasanya, ini disebabkan oleh cedera atau peradangan pada beberapa bagian sumsum tulang belakang. Ketika saraf di dalam dan di sekitar sumsum tulang belakang rusak atau meradang, bisa menyebabkan sensasi Gatal di daerah yang terkena kerusakan.

Penyakit Celiac

Penyakit celiac adalah reaksi sistem imun dimana tubuh salah mengenali senyawa yang terkandung di dalam gluten (zat protein). Jika kamu mengalami rasa Gatal yang ekstrem, bersama dengan benjolan merah atau lepuhan di sekitar lutut, siku, bokong, dan area garis rambut, maka itu bisa menjadi gejala dermatitis herpetiformis yang masuk kedalam kategori Penyakit Celiac yang mempengaruhi kulit.

Ini biasanya disebabkan ketika orang mengkonsumsi makanan kaya gluten, tubuh tak dapat memprosesnya karena adanya Penyakit Celiac. Jadi Diet bebas gluten dan obat-obatan dapat mengobati gangguan ini.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges