Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2019

4 Tahun Lagi Kanker Pankreas dapat Dideteksi Dini Melalui Urin

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Kabar menggembirakan datang dari para peneliti di Queen Mary University of London, yang menunjukan bahwa tes urin saat ini dapat berguna untuk mendiagnosis kanker pankreas.

Image

Tentu penemuan ini sangat berguna, di mana dengan diagnosa sederhana ini, sudah dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup seseorang hingga 60 persen. Pasalnya, saat ini hanya 5 persen pasien kanker pankreas hidup selama lima tahun setelah diagnosis.

“Jika kita dapat mendeteksi kanker pankreas ketika masih stadium awal, masih bisa ditangani dengan operasi dan tumor belum menyebar ke organ lain, kita akan melihat dampak signifikan pada kelangsungan hidup pasien," kata Prof Tatjana Crnogorac-Jurcevic, dari Barts Cancer Institute.

Tes urin ini nantinya akan mendeteksi kombinasi 3 protein, yakni pada tingkat tinggi, tahap satu hingga tiga penyakit. Akademisi dari Inggris ini juga mengungkap bahwa akurasi hasil tes urin mencapai 90 persen dalam percobaan 500 pasien.

Saat ini peneliti akan mengujinya pada lebih dari 3.000 pasien dalam studi klinis selama 4 tahun. Jika berhasil, tes urin akan dikembangkan untuk petugas medis.

Penemuan ini menjadi harapan baru, karena perlu diingat, bahwa sebagian besar penyakit kanker terdeteksi terlambat termasuk kanker pankreas. Keterlambatan deteksi, tentu akan mempengaruhi tingkat keberhasilan sembuh yang semakin kecil untuk para pasien. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 17 September 2019

Wanita Ini jadi Orang Pertama yang Berenang di Selat Inggris Empat Kali Nonstop

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Seorang wanita berkebangsaan Amerika Serikat (AS) menjadi orang pertama yang berenang di Selat Inggris 4 kali non-stop. Wanita bernama Sarah Thomas tersebut memulai tantangan epiknya pada Minggu (15/9) dini hari dan selesai setelah lebih dari 54 jam berenang.


Sarah yang merupakan penyintas kanker mendedikasikan aksinya untuk para penyintas di luar sana. Ia menjalani operasi kankernya setahun lalu dan menjadikan renang sebagai terapi pengobatannya.

Usai melakukan aksinya, ia mengaku kesulitan lantaran ombak di selat tersebut cukup kuat, terutama yang menghantamnya pada putaran terakhir. Namun, pada akhirnya ia dapat menyelesaikan tantangan tersebut pada pukul 06:30 pagi waktu setempat.

Lewis Pugh
@LewisPugh
Extraordinary, amazing, super-human!!! Just when we think we’ve reached the limit of human endurance, someone shatters the records. Huge congratulations to Sarah Thomas on swimming the English Channel 4x continuously!!! 🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿🏊‍♀️🇫🇷 🏊‍♀️🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿🏊‍♀️🇫🇷🏊‍♀️🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿

Lihat gambar di Twitter
988
13.05 - 17 Sep 2019
Info dan privasi Iklan Twitter
288 orang memperbincangkan tentang ini
Ini bukanlah pertama kalinya bagi Sarah melintasi Selat Inggris, ia pernah melakukan sebelumnya pada 2012 dan 2016, namun saat itu tidak dilakukannya sebanyak 4 kali. Sebelum melakoni aksi terbarunya, ia sempat mengaku takut melakukannya.

"Saya sudah menunggu renang ini selama lebih dari dua tahun dan telah berjuang sangat keras untuk sampai ke sini," katanya dilansir dari laman BBC, Selasa (17/9).

"Apakah saya 100 persen? Tidak. Tapi saya melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan sekarang, dengan apa yang telah saya lalui, dengan lebih banyak semangat dan pertarungan daripada sebelumnya," lanjutnya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 09 September 2019

Jangan Lagi Gunakan Koran Bekas Tuk Bungkus Makanan Karena Dapat Menyebabka Kangker

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tidak bisa dipungkiri, sampai saat ini masih banyak para pedagang makanan yang menggunakan koran bekas sebagai bungkus makanan yang dijualnya. Paling sering ditemui, sebagai bungkus gorengan.


Padahal, dilansir dari timesofindia, makanan yang dibungkus koran sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh Kamu.

Di India sendiri Komisaris Keamanan Pangan telah melarang pembungkusan makanan menggunakan koran, bukan plastik makanan, atau bahan lainnya. Pembungkusan makanan dari koran bekas ini dapat mengkontaminasi makanan dari bahan-bahan kimia dan mikrobiologis. Sehingga makanan bisa menjadi beracun setelah dibungkus koran.

Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI), mengatakan, tinta pada koran dapat menyebabkan kanker dan masalah kesehatan parah lainnya.

Setelah makanan hangat dibungkus koran bekas, tinta koran meleleh, menempel pada makanan Anda. Dan membuat tubuh berisiko besar terpapar berbagai masalah kesehatan.

Tak heran bila tinta yang merupakan salah satu zat karsinogen, radikal bebas, yang menjadi salah satu pemicu kanker menempel dan mencemari makanan Anda dengan mudah. 

So, masih mau gunakan koran bekas untuk bungkus makanan?

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 30 Juli 2019

Meski Tinggi Kolesterol, Telur Puyuh Ternyata Sakti

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Telur Puyuh merupakan salah satu pilihan Telur yang dapat dikonsumsi, selain Telur ayam dan bebek. Memiliki motif berwarna putih atau cokelat dengan bintik-bintik hitam maupun cokelat gelap, Telur Puyuh umumnya dianggap kurang sehat jika dibandingkan dengan Telur ayam karena tinggi Kolesterol.


Meski dianggap tidak lebih baik dari Telur ayam, Telur Puyuh nyatanya sangat kaya dengan nutrisi sehat yang bisa menjadi pengganti tepat bagi mereka yang alergi pada Telur ayam.

Nilai gizi pada 100 gram Telur Puyuh mentah mengandung air 74,35 gram (g), energi 158 kkal, 13,05 g protein, 11,09 g lemak, 0,41 g karbohidrat, 0,40 g gula, 64 miligram (mg) kalsium, 3,65 mg zat besi, 13 mg magnesium, 13 mg fosfor, 132 mg kalium, 141 mg natrium, 1,47 mg zinc, 66 mcg folat, vitamin B-12, vitamin A,  vitamin E 55, vitamin D dan 844 mg Kolesterol.
Mengurangi risiko penyakit terminal

Jumlah potassium yang rendah dalam tubuh, dapat membuat seseorang rentan terhadap penyakit terminal seperti Penyakit Jantung, Tekanan Darah Tinggi, Radang Sendi, Stroke, Kanker dan Gangguan Pencernaan.

Kondisi penyakit terminal adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami penyakit atau sakit yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh sehingga sangat dekat dengan kematian.

Telur Puyuh adalah sumber potasium yang kaya yang dapat melengkapi kebutuhan potasium dalam tubuh seseorang untuk mencegah kondisi penyakit terminal ini.

Cegah penyakit kronis 

Telur Puyuh memiliki tingkat vitamin A dan vitamin C yang signifikan, yang dapat mencegah timbulnya banyak penyakit kronis dan meningkatkan Kesehatan secara keseluruhan.

Obati alergi dan peradangan

Ovomucoid yang merupakan salah satu protein hadir dalam Telur Puyuh. Jenis protein ini bertindak sebagai komponen anti alergi alami. Peradangan atau gejala lain dari reaksi alergi dapat diatasi dengan bantuan Telur-Telur ini.

Meningkatkan Metabolisme

Vitamin B yang ditemukan dalam Telur ini dapat meningkatkan aktivitas Metabolisme di seluruh tubuh, dengan meningkatkan fungsi hormon dan enzimatik (suatu protein struktur tiga dimensi yang mampu mengkatalisis reaksi biologik).

Tingkatkan kekebalan 

Telur Puyuh meningkatkan sistem Kekebalan Tubuh yang mana kandungan gizinya dapat membersihkan darah dari racun dan meningkatkan kemurnian darah, meningkatkan daya ingat serta meningkatkan aktivitas otak.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 16 Juli 2019

Angka Harapan Hidup Pasien Kanker Terus Meningkat, Meski Itu Mematikan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Kanker merupakan salah satu Penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan bagian tubuh lainnya.


Kanker sendiri merupakan Penyakit penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Pada umumnya, Penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut.

Tidak sedikit orang yang merasa putus asa sampai tidak memiliki harapan hidup lebih lama ketika divonis Kanker oleh dokter. Namun, menganggap Kanker tidak bisa disembuhkan merupakan hal yang tidak benar untuk dipikirkan.

Hal itu disampaikan oleh dr. Ronald A. Hukom, MHSc, SpPD KHOM, FINASIM, ahli Penyakit dalam dan onkologi medik, yang juga Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam (PERHOMPEDIN) DKI Jakarta dalam acara 'Penatalaksanaan Kanker di Era BPJS Kesehatan' yang dihadiri AkuratHealth di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, (15/7).

"Pandangan puluhan tahun yang lalu bahwa Kanker merupakan Penyakit yang tidak dapat disembuhkan adalah salah. Di Amerika dan Eropa, dalam 40 tahun terakhir, angka kesembuhan pada banyak jenis Kanker meningkat tajam. Di Inggris, Kanker payudara saat ini memiliki tingkat kesintasan 10 tahun sekitar 80% sejak diagnosis ditegakkan," ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Ronald merincikan jenis Kanker lainnya yang memiliki peluang untuk hidup lebih lama.

"Untuk Kanker prostat, yang merupakan Kanker utama pada pria, sekitar 84% penderitanya masih hidup sesudah 10 tahun dinyatakan sakit. Jika dibandingkan pada tahun 1970 an, hanya 25%. Ada kelompok pasien Leukemia kronik yang sejak diagnosis ditegakkan, masih lebih dari 90% bertahan hidup dalam 10 tahun," tambahnya.

Kemajuan tentang harapan hidup penderita Kanker juga berlaku untuk orang-orang di Asia.

"Berbagai angka yang hampir sama sudah terlihat di beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Untuk Kanker stadium lanjut, hasil Obatan' class='related-tag'>pengobatan juga semakin baik seperti Kanker payudara stadium 4 yang 30 tahun lalu tidak sampai 20% pasien masih bertahan hidup sesudah 5 tahun. Saat ini pada kelompok tertentu yakni HERZ positif bisa memiliki harapan hidup 50% lebih dari 5 tahun," lanjutnya.

Dengan perkembangan tersebut, dr. Ronald menekankan bahwa sangat penting bagi pemerintah untuk bersama seluruh pemangku kepentingan mengupayakan penatalaksanaan Kanker yang sesuai dengan perkembangan standar medis yang bisa diakses oleh pasien yang memerlukan, terutama melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges