Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2019

Jangan di Luar Ruangan Kalau Tidak Ada Keperluan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Hawa panas yang melanda Jakarta akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Image

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengimbau warga agar tetap berada di dalam ruangan. Menghindari sinar matahari bertujuan untuk menjaga stabilitas tubuh.

"Kalau tidak ada keperluan, hindari berada di luar ruangan pada pukul 10 sampai 16 WIB," kata Widyastuti saat dikonfirmasi, Jumat (25/10/2019).

Widyastuti menyarankan masyarakat menggunakan payung dan masker ketika berada di luar ruangan. Selain itu, "gunakan juga krem pelembab kulit dan sunscreen," imbuhnya.

Kemudian, dia berpesan agar masyarakat meminum air putih dan mengonsumsi buah-buahan untuk menghindari kekurangan cairan dalam tubuh. Dia mengatakan, idealnya manusia meminum air putih 2 liter dalam sehari.

"Minum air putih dalam dua sampai tiga jam sekali. Tidak perlu sampai menunggu haus untuk minum," ucapnya.

Terakhir, Widyastuti menyarakan masyarakat untuk istrahat yang cukup guna menjaga stamina tubuh.

"Jaga kondisi tubuh dengan istirahat dan tidur yang cukup," bebernya.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo menjelaskan, pada September matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi Selatan hingga Desember nanti. Hal ini menyebabkan posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia Selatan, seperti Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagainya. Radiasi matahari di bagian wilayah tersebut relatif lebih banyak.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Jumat, 18 Oktober 2019

Polling Haikal Hassan '2 Tahun Anies Memimpin', 96 Persen Jakarta Lebih Baik

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Ustaz Haikal Hassan Baras membuat polling terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama dua tahun di Twitter.

Image

Dalam polling, Ustaz Haikan melampirkan pertanyaan terkait kondisi Jakarta selama Gubernur Anies Baswedan menjabat. Kemudian dia menyertakan dua jawaban, yakni Jakarta lebih baik atau Jakarta lebih buruk. Polling berlaku selama 24 jam sejak diposting pada Kamis (17/10/2019) pukul 8.07 WIB.

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO pukul 20.00 WIB, sudah ada 16.300 warganet yang menentukan pilihan. Sebanyak 96 persen, publik menilai Jakarta lebih baik.

Haikal Hassan Baras
@haikal_hassan
2 thn lalu pak @aniesbaswedan dilantik sebagai Gubernur @DKIJakarta, terlalu banyak utk diungkap prestasinya bila harus ditulis dg karakter terbatas di tweeter. Cobalah tanya hati nuranimu tanpa ada kebencian... 
 #2TahunJakartaManies

96%Jakarta lebih Baik
4%Jakarta lebih buruk
21,721 votes•Final results
2,810
8:07 AM - Oct 17, 2019
Twitter Ads info and privacy
1,508 people are talking about this
Dalam kolom komentar, banyak pihak yang memuji kinerja Anies. Mereka mengaku Jakarta aman ketika Anies menjabat sebagai gubernur.

Meski begitu, ada pula yang menilai kondisi Jakarta dalam keadaan buruk. Selain itu, ada warganet yang kesal dengan Ustaz Haikal karena membuat polling tentang kinerja Anies Baswedan.

"Masa ada yang kesel dengan polling ini....hahaha... Japri saya dan bilang (sok nasehatin) jangan ikut campur soal politik lagi. Hehehe...
Ini bukan soal oposisi. Ini membela yang terbully.....," tulis Ustaz Haikal.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Jumat, 04 Oktober 2019

Beberapa Pelajar Bersihkan Vandalisme Pascademo

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Pelajar SMA anggota Aktivi (Z) dengan antusias melakukan pengecatan pada fasilitas- fasilitas umum yang rusak akibat coretan pascademo bertajuk aksi 'Santuy (Banget)' di area Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.


"Kita kan di Jakarta, pusat kota nanti kalau ada turis yang lihat masa kotor kayak gitu. Jadi tidak enak dipandang," kata Amira yang juga anggota OSIS SMAN 90 Jakarta saat ditemui Antara, Jumat (4/10/2019).

Amira mengatakan pihak sekolahnya pun mendukung kegiatan mereka yang peduli terhadap kondisi lingkungan yang rusak pascademo.

"Kita kasih tahunya udah dari dua hari yang lalu, bagian kesiswaan pun mendukung. Kita bertujuh diizinkan jadinya, " ujar perempuan berkerudung hitam itu.

Amira bersama dengan enam orang lainnya menggunakan seragam SMAN 90 Jakarta secara antusias mengecat tembok yang dipenuhi coretan pascademo dengan cat warna abu-abu.

Menurut mereka, aksi ini merupakan cara pelajar mengekspresikan aspirasi mereka lewat cara damai dan tidak anarkis seperti aksi massa yang berakhir ricuh pada Rabu (25/9) lalu.

"Iya ini salah satu bentuk kita juga buat tunjukkan aspirasi kita, kita sih sukanya aksi yang 'santuy'," kata Karlo pelajar dari SMAN 90 Jakarta lainnya.

Pelajar lainnya bernama Nabila mengaku sebenarnya ada 24 orang lainnya dari SMAN 90 Jakarta yang ingin terlibat aksi 'Santuy (Banget)' namun terlambat melakukan pendaftaran sehingga tidak diperkenankan turun aksi oleh sekolah mereka.

"Seharusnya sampai 30 orang, tapi karena mereka terlambat daftar jadi sekolah tidak izinkan. Tapi untuk kegiatan damai kayak gini bersihkan lingkungan pasti didukung," kata Nabila yang merupakan satu- satunya pelajar kelas 11 di antara 7 orang yang berasal dari SMAN 90 Jakarta.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 10 September 2019

Kadishub DKI: Kita Sudah Maksimal Sosialisasi, Warga Masih Tak Tahu Rute Ganjil Genap

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Warga DKI Jakarta hingga kini masih banyak yang belum mengetahui secara rinci 25 ruas jalan yang terdampak penerapan kebijakan ganjil genap meski sebelum diberlakukan secara resmi pada Senin (9/9/2019) kemarin. Aturan ini sudah diujicoba dan disosialisasi selama sebulan.


Ketidaktahuan masyarakat akan rute ganjil genap ini bisa dilihat pada tingginya angka pelanggaran yang dilakukan pada hari pertama penerapan ganjil genap. 941 orang ditilang karena masuk zona penerapan aturan ini.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya sudah maksimal melakukan sosialisasi aturan ini. Ketidaktahuan rute ganjil genap kata dia tak bisa dijadikan alasan saat tertangkap basah melakukan pelanggaran.

"Upaya (sosialisasi) sudah maksimal kami lakukan," kata Syafrin saat dikonfirmas, Selasa (10/9/2019).

Tak hanya melakukan sosialisai di jalan, Syafrin mengklaim sosialisasi dan pendekatan juga dilakukan pihaknya di berbagai tempat salah satunya adalah pusat - pusat perbelanjaan di Jakarta. Hal ini kata dia rutin dilaksanakan selama sebulan.

"Bahwa Pemprov DKI mencoba mendekatkan pola sosialisasinya tidak lagi di jalan. Bahkan kami ke pusat kegiatan, pusat perbelanjaan, untuk menyampaikan," ucapnya.

Setelah resmi memberlakukan kebijakan ini pada Senin kemarin, Syafrin mengatakan pihaknya bakal memberi sangsi kepada siapapun yang melanggar aturan ini sesuai ketentuan yang berlaku.

"Perlu dipahami bahwa ini sudah ditetapkan berlaku efektif mulai tanggal 9 September, maka siapa pun yang masuk ke jaringan ini tetap dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," katanya lagi.

Bagi warga yang terdampak aturan ini Syafrin menyarankan agar beralih keangkutan massal. Angkutan umum saat kata dia sudah sangat nyaman. Namun apabila layanan angkutan umum diluar ekapetasi lanjut Syafrin agar masyarakat memberikan masukan kepada Pemprov DKI.

"Kami berharap masyarakat silakan melakukan perjalanan sistem angkutan umum tadi. Apabila dalam proses angkutan umum tadi terdampak hal-hal yang belum sesuai ekspetasi dia dalam layanan, silakan beri masukan kepada kami untuk kami perbaiki," tukasnya.

Sebelumnya, Kanit Lantas Polsek Metro Matraman, AKP Dwi Hari Setianto menyebut cukup banyak kendaraan yang ditilang dalam sistem perluasan ganjil-genap yang diberlakukan kemarin lantaran masih banyak masyarakat yang belum paham.

"Masih ada yang belum paham masalah penindakan ganjil-genap ini, walaupun sudah ada sosialisasi selama 1 bulan," ujar Hari saat ditemui di kawasan perempatan Matraman, Jakarta Timur, kemarin.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 31 Juli 2019

Polemik Sampah DKI Jakarta, Jansen: Bu Risma Juga Tidak Usah Sok Jago

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon turut berkomentar mengenai pengelolaan sampah di DKI Jakarta yang belakangan menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat.


Isu mengenai pengelolaan sampah DKI Jakarta mencuat setelah rombongan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) DPRD dan Pemda DKI Jakarta berkunjung ke Kota Surabaya untuk melakukan studi banding terkait pengelolaan sampah. Rombongan ini diterima langsung oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini beserta jajarannya. 

Dalam pertemuan tersebut, Risma sempat dibuat kaget oleh Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus yang menyebutkan jumlah anggaran yang gelontorkan oleh Pemda DKI Jakarta untuk pengelolaan sampah, yaitu Rp3,7 Triliun. 

Menurut Risma, Pemkot Surabaya hanya mengeluarkan Rp30 miliar untuk pengelolaan sampah. Hal itu terjadi karena penghematan terhadap biaya-biaya yang tidak perlu benar-benar diterapkan. Di samping itu, Pemkot Surabaya juga memiliki rumah kompos.

Menanggapi itu, Jansen mengakui pengelolaan sampah di DKI Jakarta memang bermasalah. Namun tidak bisa dibandingkan dengan Kota Surabaya yang secara luas wilayah dan jumlah penduduk jauh lebih kecil dibandingkan Ibu Kota. 

"Bagus juga sampah ini jadi bahasan publik agar segera ditangani. Karena faktanya memang ada masalah. Tapi membandingkan Jakarta-Surabaya berhadap-hadapan juga tida pas. Karena dua kota ini jauh sekali bedanya," " tutur Jansen melalui akun Twitter @jansen_jsp, Rabu (31/7).

"Bu Risma juga tidak usah sok jago. Mas Anies juga mau terbuka nerima masukan," sambung Jansen. 

JANSEN SITINDAON
@jansen_jsp
 · 23h
 1. Bagus jg sampah ini jadi bahasan publik agar sgr ditangani. Krn faktanya memang ada masalah. Tapi membandingkan Jakarta Surabaya berhadap²an jg tdk pas. Krn 2 kota ini JAUH SEKALI BEDANYA. Bu Risma jg tidak usah sok jago mas Anis jg mau terbuka nerima masukan. #AkuArekSuroboyo https://twitter.com/detikSBY/status/1155776754574737411 …

detikSurabaya
@detikSBY
DPRD DKI Minta Risma ke Jakarta Selesaikan Permasalahan Sampah http://detik.id/6h1xD7 

View image on Twitter

JANSEN SITINDAON
@jansen_jsp
2. Saya lama tinggal di Surabaya. Saat ini di Jakarta. Kedua kota ini beda. Luasnya beda. Jumlah penduduk jauh beda. Komplikasi masalahnya jg beda. Walau disisi lain pendapatan & APBD DKI jg "bedanya" besar banget dibanding Surabaya. Dgn uang itu harusnya Jakarta bisa lebih baik.

111
11:47 AM - Jul 31, 2019
Twitter Ads info and privacy
35 people are talking about this
Mantan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Capres-Cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu mengaku pernah tinggal lama di Surabaya dan saat in tinggal di Jakarta. Sebab itu, ia merasa cukup tahu dan merasakan perbedaan antara Jakarta dan Surabaya. 

"Saya lama tinggal di Surabaya. Saat ini di Jakarta. Kedua kota ini beda. Luasnya beda. Jumlah penduduk jauh beda. Komplikasi masalahnya juga beda. Walau di sisi lain pendapatan & APBD DKI juga bedanya besar banget dibanding Surabaya. Dengan uang itu harusnya Jakarta bisa lebih baik," ujar Jansen. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Minggu, 28 Juli 2019

Kemkominfo Ajak Warga Jakarta Bijak Dalam Menggunakan Plastik

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia meluncurkan "Gerakan 1 Juta Tumbler " yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik.


"Tujuannya adalah mengajak masyarakat, menginspirasi masyarakat untuk seminimal mungkin menggunakan wadah plastik untuk kepentingan sehari-hari," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widyastuti dalam pidato sambutan acara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Niken mengatakan peluncuran gerakan satu juta tumbler tersebut diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta.

Gerakan tersebut, kata dia, berangkat dari keprihatinan bahwa Indonesia menempati urutan terbesar kedua di dunia yang memproduksi sampah plastik.

Sementara Jakarta menjadi provinsi terbesar kedua di Indonesia yang menghasilkan sampah plastik paling banyak.

Sampah-sampah tersebut tersebar di darat dan laut dan dikhawatirkan akan mengancam keanekaragaman hayati makhluk hidup di darat dan laut.

"Seperti kita ketahui ikan-ikan mati karena mereka makan sampah plastik. Kalau ikan di laut yang makan sampah plastik dikonsumsi manusia. Maka dalam jangka panjang akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia," katanya.

Sampah plastik, menurut dia, tidak akan bjsa terurai dalam waktu dekat atau bahkan tidak bisa terurai sampai puluhan tahun.

Jika setiap hari masyarakat menambah sampah plastik. Maka hal tersebut akan membahayakan kehidupan manusia.

Karena itu, Kementerian Kominfo beserta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan kemasan plastik sehingga dapat mengurangi produk sampah plastik.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Kamis, 04 Juli 2019

Hari Ini Sebagian Wilayah di Jakarta Alami Hujan Lokal

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Jakarta akan mengalami hujan lokal pada Kamis (4/7/2019) siang.


Hal tersebut berdasarkan informasi cuaca yang diprediksi BMKG dalam laman resminya.

BMKG menyebutkan hujan lokal diperkirakan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Kamis siang. Sedangkan pada pagi dan malamnya kedua wilayah ini diprediksi cerah berawan.

Sementara untuk wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diprakirakan cerah berawan sepanjang hari. Hal yang sama juga terjadi di Kepulauan Seribu.

Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 25 hingga 32 derajat celcius dan kelembaban udara berada di kisaran 70 hingga 90 persen.

BMKG juga memprakirakan hujan ringan hingga sedang akan terjadi di beberapa wilayah kota sekitar Jakarta, yakni Bekasi, Depok, Cibinong dan Bogor.

Kota Bekasi diprakirakan hujan ringan terjadi pada Kamis siang dan pada malam harinya hujan sedang. Sedangkan Kota Depok dan Kota Bogor diprediksi terjadi hujan ringan pada siang hari dan malam harinya hujan lokal


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 01 Juli 2019

Jakarnaval Hasilkan 75 Ton Sampah

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Kegiatan Jakarnaval di Jalan Medan Merdeka Selatan pada Minggu (30/6/2019) menghasilkan sampah 75,1 ton.


Pelaksana tugas (Plt) kepala dinas lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan antusias masyarakat yang datang dalam kegiatan Jakarnaval membludak. Dia tidak heran sampah yang dihasilkan akibat aktivitas warga dalam Jakarnaval tidak sedikit.

"Residu yang dibawa ke Bantar Gebang sebanyak 75.1 ton," kata Andono saat dikonfirmasi, Senin (1/7/2019).

Anodono menyebut, sebanyak 200 Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Petugas Dinas LH dikerahkan untuk membersihkan sampah. Selain itu, Dinas LH mengerahkan empat unit truk sampah dan 30 tong sampah.

"Petugas kita di lapangan juga di bekali 9 unit mobil typer kecil RoadSweper ada 6 unit," tuntasnya.

Sebagai informasi, Jakarnaval merupakan bagian dari rangkain perayaan hari jadi ke 492 kota Jakarta. Untuk menggelar acara ini Pemprov DKI mengucurkan dana sebesar Rp3,5 miliar. Sedangakan total secara kesuluruhan dana yang dikeluarkan untuk menggelar berbagai cara pada HUT DKI mencapai Rp20 miliar.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 10 Juni 2019

Warga: Hari Ini Jakarta Masih Sepi 'Belum Macet'

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Geliat ibu kota di hari Senin (10/6/2019) tidak tampak di jalan raya. Ruas jalan di Jakarta terpantau masih sepi dari pengendara jalan yang biasanya memadati sejumlah ruas jalan. 


Pantauan AKURAT.CO pada pukul 11:45 WIB, kondisi lalu lintas dari arah Cawang, Jakarta Timur sampai Grogol, Jakarta Barat masih cukup lengang. Pengendara motor yang biasanya hilir mudik di jalur itu terlihat masih sepi. 

Tidak hanya itu, kendaraan dari arah Pasar Minggu menuju Tebet maupun Mampang Prapatan menuju Kuningan juga masih terpantau cukup lengang.

Pengendara yang biasanya harus berjuang melewati kemacetan panjang maka untuk siang ini pemandangan tersebut tak terlihat. Kecepatan pengendara juga terkihat cukup gesit melewati mobil yang berjalan searah dengan motor. 

Tak hanya di jalur arteri, untuk ruas Tol Dalam Kota juga terpantau ramai lancar. Masih adanya masyarakat yang berada di kampung halaman dan masih liburnya anak sekolah menjadi salah satu penyebab arus lalu lintas di ibukota masih cukup lengang.

"Iya hari ini belum macet masih kaya libur lebaran, jadinya masih enak," kata Ian, salah seorang pengendara motor yang melintas di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senin (10/6/2019).

Ian melanjutkan kondisi seperti ini lebih baik dipertahankan. Macet di sejumlah ruas jalan bukan perkara baru, moda transportasi yang tersedia sebaiknya dimaksimalkan oleh setiap warga.

"Lebih baik naik angkot atau TransJakarta dah. Enak adem gak bikin macet. Sebaiknya jangan bawa motor atau mobil dulu," ujar Ian sembari ketawa kecil.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges