Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2019

Australia Gunakan Kecanggihan AI untuk Deteksi Pengemudi yang Menggunakan Smartphone

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Pemerintah negara Australia memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menangkap pengendara mobil yang menggunakan smartphone saat berkendara.


Image

Melansir Extreme Tech, Selasa (3/12), hal tersebut dilakukan dengan menyematkan kamera pendeteksi di beberapa jalan New South Wales dan merupakan yang pertama kali dilakukan di dunia.

Guna mendukung penerapan tersebut, pemerintah Australia dikabarkan telah memasang 45 kamera yang akan memantau kegiatan pengemudi.

Nantinya, kamera AI tersebut dapat menangkap gambar smartphone yang telah dibekali algoritma pembelajaran mesin yang telah dirancang untuk mengidentifikasi smartphone pengemudi.

Dalam uji coba penerapan selama 3 bulan, pengemudi yang melanggar hanya akan mendapatkan peringatan. Namun, jika telah melawati masa uji coba tersebut, pengemudi yang melanggar akan dikenakan denda sebesar 344 dolar AS atau setara dengan Rp4,8 jutaan.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Senin, 28 Oktober 2019

5 Negara Ini Punya Sistem Pertanian Canggih

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Pertanian merupakan salah satu unsur penting bagi sebuah negara. Tanpa adanya sektor pertanian akan membuat suatu negara bergantung diri kepada negara lainnya.

Image

Dengan bertani negara dapat menghasilkan bahan mentah yang biasa digunakan oleh banyak orang, seperti padi, kapas, sayuran dan sebagainya.

Salah satu negara yang mengedepankan pertanian adalah Indonesia. Negara kita ini memang dikenal sangat cocok dengan sektor pertaniannya. Dengan iklim tropis serta dikaruniai tanah subuh membuat Indonesia menjadi tempat yang sangat cocok untuk bertani.

Hampir semua tumbuhan bisa tumbuh di tanah Indonesia. Namun ironisnya sistem pertanian serta perhatian khusus kepada para petani di Indonesia sangatlah kurang. Bahkan pertanian di Indonesia ini kalah dengan sistem pertanian negara yang tidak memiliki tanah subur seperti Indonesia. Sehingga sektor pertanian Indonesia pun tak pernah mengalami kemajuan.

Berikut beberapa negara pertanian yang memiliki sistem pertanian dan pengolahan pertanian terbaik di dunia. Sehingga hasil pertaniannya bisa dinikmati oleh rakyat dan juga negara lainnya di seluruh dunia.

1. Jepang

Jepang yang dijuluki sebagai negara Sakura ternyata memiliki pertanian yang terbaik. Sebagai negara dengan teknologi yang tinggi dan maju, Jepang menerapkan teknologi di bidang pertaniannya. Masyarakat Jepang sangat kreatif dalam pengolahan lahan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Mereka menanam bisa di ruang bawah tanah, di pekarangan rumah, pinggiran kereta api, dan sebagainya.

Pasca tsunami yang meluluh lantahkan sebagian lahan pertaniannya, Jepang merencanakan sistem pertanian yang lebih modern dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi mereka yang canggih. Teknologi terbarukan seperti traktor tanpa awak, mesin tanam, dan mesin panen mulai di gunakan para petani. Sementara itu untuk menghalau hama, Jepang menggunakan teknologi lampu LED.

2. Belanda

Luas negara ini memang tak mencapai satu persen dari luas negara Indonesia. Tak ada tanah dan tak ada lahan yang cukup untuk bertani di negara ini. Terlebih dengan iklim dingin di negara Belanda bertani merupakan hal yang sangat tidak mungkin terjadi.

Namun Belanda mampu menjadi salah satu negara pengekspor produk pertanian terbesar didunia dengan nilai ekspor mencapai EUR72,8 miliar. Produk andalannya adalah benih dan bunga.

Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah riset. Kebijakan-kebijakan dan teknologi di adopsi dari riset-riset yang dilakukan para ahli. Salah satu pusat riset pertanian yang terkenal di sana adalah Universitas Wageningen.

Seperti yang telah dikutip pada sebuah situs bahwa negara Belanda dengan luas hanya 41.526 km persegi mampu menjadi yang lebih unggul bila dibandingkan dengan negara kita yang luasnya 1.919.440 km persegi.

Dalam menggenjot pertanian yang inovatif Belanda membentuk Menteri Ekonomi, Pertanian dan Inovasi yang difungsikan untuk membawa Belanda menjadi negara yang memadukan inovasi di dalam pertanian untuk mencapai ekonomi negara yang kuat dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup.

3. Amerika Serikat

Teknologi pertanian Amerika semakin maju lagi sejak abad ke-19, saat banyak mesin dan teknologi baru ditemukan. Pertanian di sana semakin berkembang mesin dan teknologi yang ditemukan itu juga digunakan untuk meningkatkan hasil dan mutu pertanian.

Seperti penerapan ilmu biologi untuk mencangkok tanaman, agar hasil buahnya lebih bagus daripada tanaman induknya. Ilmu pertanahan berguna untuk mengelola tanah pertanian dan mengatur sistem irigasinya. Jadi, kemajuan teknologi malah membuat pertanian semakin maju.

Kebanyakan lahan pertanian di Amerika ditanami jagung, jerami, dan gandum. Tanah pertanian utama digunakan untuk menghasilkan makanan serat-seratan. Kini, Amerika Serikat merupakan salah satu negara pengekspor hasil tani terbesar di dunia.

Komoditasnya pun lengkap dan berkualitas sangat baik. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, ayam potong, daging sapi, susu, hingga ke tembakau dan biji-bijian. Peralatan pertanian di Amerika sudah sangat modern. Di Amerika, traktor dapat berfungsi sebagai penarik alat-alat lainnya, seperti mesin pencangkul, pemupuk, penanam benih, pemotong, dan pemanen.

Bahkan, beberapa traktor dapat menjadi sumber daya untuk mesin lainnya Hasil tani utama yang dihasilkan para petani Amerika berupa gandum, kacang kedelai, beras, kapas, dan tembakau. Hasil tani ini sebagian besar diekspor ke luar negeri. Kemajuan teknologi pertanian di sana telah memperbaiki sistem pembungkusan, pemrosesan, pengangkutan, dan pemasaran dari hasil-hasil pertanian di Amerika.

4. Australia

Australia adalah negara yang luas (7,5 juta kilometer persegi), tetapi kebanyakan terdiri atas padang pasir dan daerah-daerah yang setengah gersang. Juga terdapat gunung-gunung dan hutan yang lebat. Daerah ini tidak dapat digunakan untuk pertanian.

Kira-kira dua pertiga atau 485 juta hektar tanah di Australia dapat digunakan untuk pertanian. Ini mencakup 20,9 juta hektare untuk menanam tanaman pangan, 27,5 juta hektare untuk ditanami macam-macam rumput, dan 436,6 juta hektare untuk padang rumput tempat domba dan ternak merumput, atau dibiarkan tandus.

Beberapa daerah di Australia curah hujannya rendah dan tidak dapat diandalkan. Hal ini berarti bahwa beberapa daerah pertanian bergantung kepada irigasi. Tanah di Australia sering tidak subur zat hara sehingga diperlukan pupuk. Australia mulai mengekspor gandum dan wol.

Ketika lemari es sudah ditemukan, Australia menjadi negara pertama yang memproduksi daging untuk diekspor di kapal laut yang bermesin pendingin. Daging tersebut dikirim ke Eropa dengan kapal laut. Dengan berlalunya waktu, banyak tanaman pangan lain yang ditanam untuk diekspor.

Sekarang Australia mengekspor hasil-hasil pertanian ke berbagai negara, terutama di Asia.

5. China

Walaupun pertanian mencapai 5 juta km persegi namun lahan tersebut kebanyakan terpusat di dataran dan daerah cekung bagian timur yang beriklim 'angin musim'.

Industri tanaman adalah sektor produksi pertanian yang paling penting di China. Bahan pangan utama China adalah padi, gandum, jagung dan kedelai, sedangkan tanaman industri adalah kapas, kacang tanah, rapa, tebu. Pertanian China memasuki tahap perkembangan pesat sejak diadakannya reformasi di pedesaan pada tahun 1978.

Selama 20 tahun lebih ini, reformasi di pedesaan China terus diadakan dalam kerangka sistem hak milik kolektif dan menjebol pengikatan sistem tradisional untuk menjajaki bentuk aktual baru ekonomi kolektif di bawah syarat ekonomi pasar.

Reformasi mendatangkan keuntungan kepada kaum tani, juga meningkatkan tenaga produktif di pedesaan, mendorong pertumbuhan pesat pertanian, khususnya produksi bahan makanan serta pengoptimalan struktur pertanian, sehingga pertanian China mencapai hasil yang mencolok.

Dewasa ini, China menempati kedudukan nomor satu di dunia dalam bidang produksi bahan makanan, kapas, biji sesawi, tembakau, daging, telur, hasil air tawar dan laut serta sayur mayur.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 31 Juli 2019

Nadirsyah: Maha Benar Anies, Jangan Kritik, Entar di Mata Pendukungnya Anda Gak Selamat di Akhirat

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Dosen Monash Law School Australia yang juga Rois Syuriah Nadlatul Ulama Australia Nadirsyah Hosen dibully netizen gara-gara bercanda dengan penulis filsafat dan keagamaan Husein Ja'far Hadar dengan menyinggung polusi udara Jakarta.


"Diundang menghadiri pernikahan seseorang yang melepas masa jomblonya di Jakarta. Tapi aku gak berani mendarat di kota yang polusi udaranya gila-gilaan. Eh gimana-gimana.... alasan gak datangnya sudah sahih belum yah? Kalau menurut kamu, gimana Bib Blo @Husen_Jafar?" kata Nadirsyah melalui akun Twitter @na_dirs.

Dengan bercanda pula, Husein Ja'far menanggapi pertanyaan Nadirsyah. Menurut dia tidak perlu takut dengan polusi udara demi kebuli di acara pernikahan.

"Menyaksikan jomblo akad itu harusnya kebahagiaannya mengalahkan ketakutan pd polusi, Gus. Efek polusi di tubuh insya Allah teratasi dengan kebuli di acara nikahan," kata @Husen_Jafar.

Rupanya sebagian netizen bereaksi keras terhadap tweet Nadirsyah dan menyerangnya secara verbal.

"Terima kasih pak... Anda telah menunjukkan kepada Allah anda itu berpihak kemana. Ternyata Berilmupun anda belum bisa menjamin kehidupan akhirat anda Allah Jamin. Teruslah menjadi penjilat karena kami senang melihat orang" berilmu tapi tak berakal..." kata @Airtasinad.

Nadirsyah Hosen heran kenapa tweetnya yang sebenarnya hanya candaan ke Husein Ja'far sampai membuat banyak netizen ngamuk.

"Kenapa jadi banyak yang marah-marah yah... kalian pendukung  @aniesbaswedan atau pendukung  @Husen_Jafar sih?" kata Nadirsyah dengan diakhiri emotiko ketawa.

Kepada pemilik akun @Airtasinad, Nadirsyah menanggapi dengan candaan saja.

"Maha benar Anies Baswedan dengan segala kebijakannya. Jangan kritik dia, entar di mata pendukungnya anda gak selamat di akherat. Anies lewat samping tiang listrik, tiang listrik langsung bengkok takut kena hujat pendukungnya di dunia dan bakal kena azab di akherat. Lanjutttt Bro..." 

Dalam konteks yang lain, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa  Muhaimin Iskandar juga ngetweet lewat akun @cakimiNOW tentang pencemaran udara di Ibu Kota Jakarta. Bahkan, wakil ketua MPR itu mengunggah video kondisi udara Jakarta sekarang ini yang tingkat pencemaran udaranya sudah pada kategori tidak sehat. 

"Gawat Jakarta! Kayaknya sudah jarus pakai masker keluar rumah di Jakarta!" kata Muhaimin.

Membaca komentar Muhaimin, Nadirsyah lantas mengaitkan dengan candaannya yang kemudian memicu sebagian netizen ngamuk-ngamuk.

"Jiahhh  @cakimiNOW cari gara-gara.... gue aja cuma guyon soal dateng kondangan dan polusi udara, langsung dicaci-maki pendukung Anies. Ini Cak Imin pakai video segala lagi hehehhe," tulis Nadirsyah.


Nadirsyah Hosen
@na_dirs
 Maha Benar Anies Baswedan dg segala kebijakannya. Jangan kritik dia, entar di mata pendukungnya anda gak selamat di akherat 😄

Anies lewat samping tiang listrik, tiang listrik lgs bengkok takut kena hujat pendukungnya di dunia dan bakal kena azab di akherat 😄

Lanjutttt Bro... https://twitter.com/airtasinad/status/1156397575299162118 …

1,900
10:22 AM - Jul 31, 2019
Twitter Ads info and privacy
935 people are talking about this


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 12 Februari 2019

AFC Menyebut Presidennya Tak Berhubungan dengan Kasus Al Araibi

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Federasi Sepakbola Asia (AFC) menyatakan bahwa presiden mereka, Sheikh Salman Bin Ebrahim Al Khalifa, tidak berhubungan dengan penangkapan mantan pemain Tim Nasional Bahrain, Hakeem Al Araibi, oleh Kepolisian Thailand.


Dalam pernyataan resminya, AFC menyebut bahwa Sheikh Salman telah menarik diri dari masalah di kawasan Asia Barat agar tak terlibat konflik kepentingan dalam posisinya sebagai anggota keluarga Kerajaan Bahrain. Untuk itu, ia menugaskan wakilnya di AFC, Praful Patel, untuk mengurusi kawasan Asia Barat termasuk dalam urusan penahanan Al Araibi.

“Mr Patel telah diminta oleh Komite Eksekutif AFC 18 bulan lalu untuk mengatasi masalah yang melibatkan wilayah AFC di Asia Barat untuk menjamin tidak ada tuduhan konflik kepentingan yang melibatkan Presiden AFC, Sheikh Salman Bin Ebrahim Al Khalifa,” tulis AFC.

Pernyataan ini disampaikan AFC menyusul tekanan yang disampaikan FIFA dan Asosiasi Pesepakbola Internasional (FIFPro) karena penangkapan Al Araibi di Bangkok, Thailand, akhir November silam.

Kepolisian Thailand menahan Al Araibi yang sedang berbulan madu bersama istrinya berdasarkan red notice Interpol atas permintaan otoritas Bahrain yang menghukum Al Araibi hukuman sepuluh tahun penjara dengan tuduhan merusak kantor polisi.

Hakeem Al Araibi saat ditahan Otoritas Thailand, akhir November 2019. REUTERS/Athit Perawongmetha.
Al Araibi sendiri mengaku ditahan pemerintah Bahrain pada 2012 dan mengalami penyiksaan. Menurutnya, Bahrain menangkapnya karena mendukung gerakan prodemokrasi pada gelombang Arab Spring.

Ia juga pengkritik yang vokal terhadap Sheikh Salman saat yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2015. Salah satu kritiknya adalah Sheikh Salman merupakan anggota keluarga Kerajaan Bahrain yang melakukan diskriminasi terhadap muslim Syiah di negaranya.

Araibi mengungsi ke Australia pada 2014 dan pada 2017 mendapatkan suaka. Saat ini, ia bekerja sebagai salah satu pemain klub semi profesonal yang berbasis di barat laut Melbourne, Pascoe Vale FC.

Berdasarkan hukum Thailand, Pemerintah Bahrain harus memasukkan dokumen yang relevan untuk mengekstradisi Al Araibi selambatnya pada 8 Februari mendatang. Jika tidak, penahanan Al Araibi akan diperpanjang hingga 30 hari mendatang.

“Kasus ini saat ini berada dalam sistem keadilan kami jadi kami harus menantikan keputusan pengadilan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Busadee Santipitaks.

Reuters menyebut Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, sempat ditanyai wartawan tentang permintaan FIFA menemuinya membahas nasib Al Araibi. Namun, pemimpin negara tersebut tidak menjawab.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges