Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2019

Teknologi Modifikasi Cuaca Dapat Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan teknologi mampu mendorong optimalisasi pada lahan pertanian. Melalui pemanfaatan teknologi, para petani bisa meminimalisir gagal panen yang biasa ditimbulkan akibat bencana kekeringan.

Image

Salah satu teknologi yang bisa diterapkan untuk mengantisipasi bencana kekeringan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Teknologi ini dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC).

"Melalui penerapan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini, hambatan yang biasa dihadapi para petani hingga pelaku usaha bisa diminimalisir," ujar Syahrul melansir laman resmi BPPT, Kamis (28/11/2019).

Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan selama ini layanan TMC di Indonesia kerap digunakan untuk memadamkan kebakaran hutan dan laha maupun untuk pengisian waduk.

Dirinya pun menyambut baik pernyataan Menteri Syahrul yang mulai melirik penggunaan teknologi hujan buatan untuk bidang pertanian.

"Teknologi modifikasi cuaca bisa diterapkan di sektor pertanian untuk dapat meningkatkan hasil produksi. Ini sudah terbukti berdampak baik, dan telah dilakukan oleh Tiongkok dan Thailand," pungkas Hammam

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Senin, 28 Oktober 2019

5 Negara Ini Punya Sistem Pertanian Canggih

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Pertanian merupakan salah satu unsur penting bagi sebuah negara. Tanpa adanya sektor pertanian akan membuat suatu negara bergantung diri kepada negara lainnya.

Image

Dengan bertani negara dapat menghasilkan bahan mentah yang biasa digunakan oleh banyak orang, seperti padi, kapas, sayuran dan sebagainya.

Salah satu negara yang mengedepankan pertanian adalah Indonesia. Negara kita ini memang dikenal sangat cocok dengan sektor pertaniannya. Dengan iklim tropis serta dikaruniai tanah subuh membuat Indonesia menjadi tempat yang sangat cocok untuk bertani.

Hampir semua tumbuhan bisa tumbuh di tanah Indonesia. Namun ironisnya sistem pertanian serta perhatian khusus kepada para petani di Indonesia sangatlah kurang. Bahkan pertanian di Indonesia ini kalah dengan sistem pertanian negara yang tidak memiliki tanah subur seperti Indonesia. Sehingga sektor pertanian Indonesia pun tak pernah mengalami kemajuan.

Berikut beberapa negara pertanian yang memiliki sistem pertanian dan pengolahan pertanian terbaik di dunia. Sehingga hasil pertaniannya bisa dinikmati oleh rakyat dan juga negara lainnya di seluruh dunia.

1. Jepang

Jepang yang dijuluki sebagai negara Sakura ternyata memiliki pertanian yang terbaik. Sebagai negara dengan teknologi yang tinggi dan maju, Jepang menerapkan teknologi di bidang pertaniannya. Masyarakat Jepang sangat kreatif dalam pengolahan lahan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Mereka menanam bisa di ruang bawah tanah, di pekarangan rumah, pinggiran kereta api, dan sebagainya.

Pasca tsunami yang meluluh lantahkan sebagian lahan pertaniannya, Jepang merencanakan sistem pertanian yang lebih modern dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi mereka yang canggih. Teknologi terbarukan seperti traktor tanpa awak, mesin tanam, dan mesin panen mulai di gunakan para petani. Sementara itu untuk menghalau hama, Jepang menggunakan teknologi lampu LED.

2. Belanda

Luas negara ini memang tak mencapai satu persen dari luas negara Indonesia. Tak ada tanah dan tak ada lahan yang cukup untuk bertani di negara ini. Terlebih dengan iklim dingin di negara Belanda bertani merupakan hal yang sangat tidak mungkin terjadi.

Namun Belanda mampu menjadi salah satu negara pengekspor produk pertanian terbesar didunia dengan nilai ekspor mencapai EUR72,8 miliar. Produk andalannya adalah benih dan bunga.

Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah riset. Kebijakan-kebijakan dan teknologi di adopsi dari riset-riset yang dilakukan para ahli. Salah satu pusat riset pertanian yang terkenal di sana adalah Universitas Wageningen.

Seperti yang telah dikutip pada sebuah situs bahwa negara Belanda dengan luas hanya 41.526 km persegi mampu menjadi yang lebih unggul bila dibandingkan dengan negara kita yang luasnya 1.919.440 km persegi.

Dalam menggenjot pertanian yang inovatif Belanda membentuk Menteri Ekonomi, Pertanian dan Inovasi yang difungsikan untuk membawa Belanda menjadi negara yang memadukan inovasi di dalam pertanian untuk mencapai ekonomi negara yang kuat dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup.

3. Amerika Serikat

Teknologi pertanian Amerika semakin maju lagi sejak abad ke-19, saat banyak mesin dan teknologi baru ditemukan. Pertanian di sana semakin berkembang mesin dan teknologi yang ditemukan itu juga digunakan untuk meningkatkan hasil dan mutu pertanian.

Seperti penerapan ilmu biologi untuk mencangkok tanaman, agar hasil buahnya lebih bagus daripada tanaman induknya. Ilmu pertanahan berguna untuk mengelola tanah pertanian dan mengatur sistem irigasinya. Jadi, kemajuan teknologi malah membuat pertanian semakin maju.

Kebanyakan lahan pertanian di Amerika ditanami jagung, jerami, dan gandum. Tanah pertanian utama digunakan untuk menghasilkan makanan serat-seratan. Kini, Amerika Serikat merupakan salah satu negara pengekspor hasil tani terbesar di dunia.

Komoditasnya pun lengkap dan berkualitas sangat baik. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, ayam potong, daging sapi, susu, hingga ke tembakau dan biji-bijian. Peralatan pertanian di Amerika sudah sangat modern. Di Amerika, traktor dapat berfungsi sebagai penarik alat-alat lainnya, seperti mesin pencangkul, pemupuk, penanam benih, pemotong, dan pemanen.

Bahkan, beberapa traktor dapat menjadi sumber daya untuk mesin lainnya Hasil tani utama yang dihasilkan para petani Amerika berupa gandum, kacang kedelai, beras, kapas, dan tembakau. Hasil tani ini sebagian besar diekspor ke luar negeri. Kemajuan teknologi pertanian di sana telah memperbaiki sistem pembungkusan, pemrosesan, pengangkutan, dan pemasaran dari hasil-hasil pertanian di Amerika.

4. Australia

Australia adalah negara yang luas (7,5 juta kilometer persegi), tetapi kebanyakan terdiri atas padang pasir dan daerah-daerah yang setengah gersang. Juga terdapat gunung-gunung dan hutan yang lebat. Daerah ini tidak dapat digunakan untuk pertanian.

Kira-kira dua pertiga atau 485 juta hektar tanah di Australia dapat digunakan untuk pertanian. Ini mencakup 20,9 juta hektare untuk menanam tanaman pangan, 27,5 juta hektare untuk ditanami macam-macam rumput, dan 436,6 juta hektare untuk padang rumput tempat domba dan ternak merumput, atau dibiarkan tandus.

Beberapa daerah di Australia curah hujannya rendah dan tidak dapat diandalkan. Hal ini berarti bahwa beberapa daerah pertanian bergantung kepada irigasi. Tanah di Australia sering tidak subur zat hara sehingga diperlukan pupuk. Australia mulai mengekspor gandum dan wol.

Ketika lemari es sudah ditemukan, Australia menjadi negara pertama yang memproduksi daging untuk diekspor di kapal laut yang bermesin pendingin. Daging tersebut dikirim ke Eropa dengan kapal laut. Dengan berlalunya waktu, banyak tanaman pangan lain yang ditanam untuk diekspor.

Sekarang Australia mengekspor hasil-hasil pertanian ke berbagai negara, terutama di Asia.

5. China

Walaupun pertanian mencapai 5 juta km persegi namun lahan tersebut kebanyakan terpusat di dataran dan daerah cekung bagian timur yang beriklim 'angin musim'.

Industri tanaman adalah sektor produksi pertanian yang paling penting di China. Bahan pangan utama China adalah padi, gandum, jagung dan kedelai, sedangkan tanaman industri adalah kapas, kacang tanah, rapa, tebu. Pertanian China memasuki tahap perkembangan pesat sejak diadakannya reformasi di pedesaan pada tahun 1978.

Selama 20 tahun lebih ini, reformasi di pedesaan China terus diadakan dalam kerangka sistem hak milik kolektif dan menjebol pengikatan sistem tradisional untuk menjajaki bentuk aktual baru ekonomi kolektif di bawah syarat ekonomi pasar.

Reformasi mendatangkan keuntungan kepada kaum tani, juga meningkatkan tenaga produktif di pedesaan, mendorong pertumbuhan pesat pertanian, khususnya produksi bahan makanan serta pengoptimalan struktur pertanian, sehingga pertanian China mencapai hasil yang mencolok.

Dewasa ini, China menempati kedudukan nomor satu di dunia dalam bidang produksi bahan makanan, kapas, biji sesawi, tembakau, daging, telur, hasil air tawar dan laut serta sayur mayur.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 03 September 2019

5 Bisnis Pertanian yang Cocok Untuk Para Milenial

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Saat ini para agrobisnis di Indonesia sudah mulai berkurang dari tahun ke tahun. Untuk kini giliran milenial yang berkesempatan menggarap salah satu bisnis yang menjanjikan ini.


Untuk itu coba simak jenis bisnis pertanian yang cocok untuk kamu, para millenial :

1. Bisnis Tanaman Hias

Bisnis ini paling cocok memang di daerah perkotaan yang kebanyakan diminati orang untuk menghiasi rumah, atau bahkan sekelas hotel dan perkantoran.

Bukan hanya sektor properti yang menjadi peminat bunga hias, namun para tanaman hias juga kerap dipajang untuk acara pernikahan. Bahkan beberapa acara keagamaan tanaman hias selalu menjadi incaran.

Bisnis itu juga sangat fleksibel karena menanam tanaman hias tak sesulit menanam tanaman pangan. Anda bisa menaman bugenvil seperti bunga kertas yang dapat tumbuh dimana saja atau spider plant tanaman yang bisa ditanam secara indoor ataupun outdoor.

2. Bisnis Pembibitan Tanaman

Sebagai pilihan lain untuk anda yang tidak memiliki area lahan yang luas, maka bisnis pembibitan tanaman dapat menjadi pilihan dalam menjalankan bisnis pertanian yang menguntungkan.

Alasannya bibit tanaman ini hanya memerlukan tanah dalam polybag saja. Sehingga halaman rumah pun bisa dimanfaatkan untuk menjalankannya.

Beberapa bibit tanaman juga memilki harga jual yang tinggi serta di barengi dengan kebutuhan yang banyak. Seperti misalnya bibit pohon jati, jati emas, cendana, cengkeh dan bibit-bibit tanaman yang keberadaannya sulit atau langka ditemukan.

3. Pertanian Hidroponik

Hidroponik saat ini telah menjadi jenis pertanian yang diminati orang perkotaan yang minim lahan, sebab medianya tanpa tanah menjadi solusi beberapa orang untuk terjun dalam dunia pertanian.

Sekilas mengenai hidroponik, sistim ini tidak lagi menggunakan media berupa tanah untuk menjalankannya, melainkan menggunakan air yang bersilkulasi dengan ditambahkan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman baik buah-buahan atau sayuran. Bisa menjadi irit lahan karena bisa di bangun dengan menggunakan bahan paralon yang ditata secara bertingkat.

Target pasarnya berada di kalangan menengah ke atas dengan harga jual yang berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding pertanian konvensional.

4. Pertanian Organik

Tanaman hidroponik berbeda dengan organik. Sistim hidroponik berarti sistim pertanian yang dilakukan tanpa media tanah untuk menghidupi tanaman berupa sayuran ataupun buah-buahannya menggunakan berbagai nutrisi dari bahan kimia.

Sedangkan sistim organik berarti sayuran atau buah-buahan yang ditanam dimedia tanah dan dibesarkan tanpa bahan kimia dan pestisida. Walaupun medianya tanah, bukan berarti anda harus punya lahan untuk menamam, pasalnya pot polybag merupakan salah satu media yang baik menaman tanaman organik

Bisnis pertanian organik pun menyimpan potensi yang menjanjikan di masa kini, tren gaya hidup sehat yang beredar di masyarakat mendorong permintaan sayur ataupun buah organik semakin meningkat secara pesat.

5. Sewa Alat Pertanian

Bagi yang tidak mau terjun di budidaya tanaman, bisnis pertanian dalam bidang sewa alat pertanian. Modalnya memang besar, jika kita ingin mensewakan traktor, maka kita butuh membeli traktor seharga Rp 6 jutaan, jika membeli 5 maka butuh modal Rp 30 Juta.

Selain itu setiap alat pertanian memliki spesifikasi khusus tergantung kondisi topografi dan geografi sebuah daerah. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges