Tampilkan postingan dengan label Polusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polusi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2019

Tanaman dalam Rumah Tak Efektif Bersihkan Udara

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Menanam pohon di dalam rumah sering disebut-sebut memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat membersihkan udara dalam rumah.

Image

Perlu diketahui, dilansir dari Science Alert, penelitian terbaru menunjukan tanaman hias dipastikan tidak efektif bersihkan udara dalam rumah.

Penelitian yang dilakukan selama 30 tahun ini menemukan bahwa untuk mencapai kualitas udara sama seperti membuka beberapa jendela, di sebuah rumah berukuran 140 meter persegi, membutuhkan sekitar 680 tanaman di dalamnya.

Bila dirata-rata, ini seperti 5 tanaman per meter persegi. Apalagi jika Kamu ingin membuat udara di dalam rumah menjadi lebih bersih dari sekadar membuka jendela atau pintu. Maka Kamu butuh sekitar 100 tanaman per meter persegi.

Michael Waring dari Drexel University, seorang insinyur lingkungan yang juga menulis studi ini mengatakan, kemampuan tanaman untuk menyaring udara telah menjadi kesalahpahaman umum.

"Tanaman memang sangat bagus, tetapi mereka tidak cukup cepat dalam membersihkan udara dalam ruangan untuk memengaruhi kualitas udara di dalam rumah atau kantor Anda," kata Michael.

Hampir semua eksperimen menemukan bahwa kecepatan tanaman dalam membersihkan senyawa organik mudah menguap dari udara terlalu lambat sehingga tidak relevan.


Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Rabu, 11 September 2019

Hindari Penyakit Akibat Kabut Asap, Warga Landak Diminta Batasi Keluar Rumah

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktifitas di luar rumah karena kondisi udara di wilayah kabupaten Landak yang dinilai sudah tidak sehat akibat asap.


"Berkaitan dengan situasi cuaca asap yang semakin pekat kami harapkan masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan," kata Karolin di Ngabang, Rabu, (11/9).

Karolin mengungkapkan bahwa Kabut Asap yang melanda wilayah kabupaten Landak merupakan kiriman dari wilayah lain, mengingat berdasarkan data di lapangan titik panas di kabupaten Landak hanya sedikit.

"Kalau untuk Kabupaten Landak, titik hotspot tidak terlalu banyak, paling banyak 6 titik, tetapi mungkin dari daerah lain berpengaruh juga di Kabupaten Landak," tambahnya.

Sebelumnya Bupati Landak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah menerbitkan surat edaran Nomor 420/1227/Sekre/Disdikbud/2019 untuk meliburkan sementara murid SD dan SMP selama empat hari sejak 11 sampai 14 September 2019.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan anak yang rawan terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat Kabut Asap.

"Mencermati perkembangan kondisi udara ini kami memandang sebagian anak sekolah kita liburkan terlebih dahulu, mudah-mudahan satu atau dua hari ini hujan turun dan asap berkurang sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali seperti semula," jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Landak mengajak semua pihak baik dari masyarakat maupun perusahaan secara bersama memperbaiki situasi ini dengan cara tidak membakar lahan agar tidak memperburuk kondisi cuaca saat ini.

"Bencana Kabut Asap ini harus kita tangani bersama, kepada masyarakat agar tidak membakar lahan karena situasi udara ini sudah sangat berbahaya bagi kita , kepada perusahaan juga agar menjaga lahannya masing-masing sehingga tidak terbakar dalam kondisi panas dan kering," tambahnya.

Dirinya juga menegaskan dalam waktu dekat akan segera memanggil pihak perusahaan yang ada di Kabupaten Landak agar bisa menjaga lahan di wilayahnya, dan untuk menindaklanjuti kasus lahan perusahaan yang sudah terbakar, menurut Karolin jika terbukti adanya unsur kelalaian maka akan diberikan sanksi tegas.

"Kami minggu depan akan mengundang seluruh perusahaan untuk bisa mengingatkan dan menghimbau kepada perusahaan agar menjaga wilayahnya, dan perusahaan yang lahannya sudah dalam kondisi terbakar kami sudah melakukan investigasi lebih lanjut jika ada unsur kelalaian didalamnya sehingga kalau memang perlu kita beri sanksi maka akan kita beri sanksi," jelasnya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 20 Agustus 2019

5 Kejadian Tragis Hewan Mati Mengenaskan Akibat Sampah Plastik

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Pada Sabtu (17/8) lalu, dunia dihebohkan dengan matinya seekor anak sapi laut atau dugong di Thailand. Hewan malang itu sempat viral pada bulan April lalu karena terdampar tanpa induknya, lalu diselamatkan para petugas.


Nahas, ia mati meski diperkirakan masih berumur 8 bulan. Mirisnya, dari hasil nekropsi (autopsi pada hewan), ditemukan beberapa lembar plastik di dalam perutnya. Salah satunya bahkan berukuran 20 cm.

Kematian hewan liar akibat sampah plastik ternyata bukan terjadi kali ini saja. Pada tahun 2019, tercatat banyak kejadian hewan mati, terluka, atau terjebak polusi sampah yang sulit diurai ini.

Dirangkum oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, inilah 5 kejadian hewan mati mengenaskan akibat sampah plastik.

1. Paus yang sedang hamil mati dengan 22 kg sampah plastik di perutnya

Bangkai seekor paus sperma ditemukan di Sardinia, Italia, pada April lalu. Tragisnya, ditemukan 22 kg sampah plastik di perutnya dan janin dalam kandungannya ikut mati. Saat dibedah, perut hewan itu sudah seperti tempat sampah. Di dalam perutnya, ditemukan jaring ikan, tali, bahkan bungkus sabun cuci dengan merek yang masih bisa dikenali. Sementara itu, sampah lainnya sudah tak bisa diidentifikasi lagi.

2. Tukik penyu gagal bertahan hidup karena makan plastik

Hewan tentu saja tak mengerti kalau plastik tak boleh dimakan. Itu juga yang terjadi pada tukik penyu yang dilepaskan di pantai Afrika Selatan. Pada 10 Mei silam, South African Shark Conservancy melaporkan 3 dari 8 tukik penyu yang mereka lepaskan gagal bertahan hidup. Setelah diperiksa, isi perutnya ternyata penuh dengan mikroplastik. Bahkan, ditemukan remah-remah plastik pada 2 ekor di antaranya. Sampah plastik pun dituding sebagai penyebab kematian hewan malang tersebut.

3. Seekor burung mati akibat balon yang lepas

Pada bulan Mei lalu, seorang warga Virginia, Amerika Serikat, bernama Liz Romero Kibiloski jalan-jalan pagi di Pantai Sandbridge seperti biasanya. Ia melihat ada 3 balon di angkasa yang meletus tak lama kemudian. Setelah itu, ia menemukan seekor burung gannet terkapar tak bernyawa. Nahas, burung laut itu mati karena lehernya terlilit pita plastik balon.

4. Ditemukan kantung plastik dan balon dalam perut lumba-lumba yang mati terdampar

Pada 26 April lalu, Komisi Konservasi Ikan dan Hewan Liar Florida, Amerika Serikat, mengunggah hasil nekropsi bangkai lumba-lumba yang terdampar di Pantai Fort Myers. Dari hasil tersebut, ditemukan 2 kantung plastik dan balon di dalam perutnya. Meski kematiannya bisa saja disebabkan faktor lainnya, penemuan itu menegaskan pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan tidak melepas balon ke udara.

5. Anak paus mati dengan 40 kg sampah plastik di perutnya

Bangkai anak paus ditemukan terdampar di Filipina. Menurut ahli biologi kelautan, Darrell Blatchley, hewan malang itu menunjukkan tanda-tanda dehidrasi dan kelaparan. Selain itu, ditemukan 40 kg sampah plastik di dalam perutnya. Blatchley juga menemukan tanda-tanda kalau mamalia laut itu sempat muntah darah sebelum mati.

Di antara sampah-sampah yang ditemukan di perutnya, terdapat karung beras, kantung kresek, kantung perkebunan pisang, dan plastik lainnya. Menurut Blatchley, paus dan lumba-lumba tidak minum air laut, tetapi mereka memperoleh air dari makanan yang dikonsumsinya. Karena tak bisa makan lagi lantaran perutnya penuh plastik yang tak tercerna, paus pun mati akibat dehidrasi dan kelaparan.

Itulah kejadian hewan yang mati mengenaskan karena sampah plastik. Kejadian ini pun menegaskan sudah saatnya masyarakat paham bahaya membuang sampah plastik sembarangan dan harus mulai mengurangi penggunaan plastik.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 31 Juli 2019

Nadirsyah: Maha Benar Anies, Jangan Kritik, Entar di Mata Pendukungnya Anda Gak Selamat di Akhirat

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Dosen Monash Law School Australia yang juga Rois Syuriah Nadlatul Ulama Australia Nadirsyah Hosen dibully netizen gara-gara bercanda dengan penulis filsafat dan keagamaan Husein Ja'far Hadar dengan menyinggung polusi udara Jakarta.


"Diundang menghadiri pernikahan seseorang yang melepas masa jomblonya di Jakarta. Tapi aku gak berani mendarat di kota yang polusi udaranya gila-gilaan. Eh gimana-gimana.... alasan gak datangnya sudah sahih belum yah? Kalau menurut kamu, gimana Bib Blo @Husen_Jafar?" kata Nadirsyah melalui akun Twitter @na_dirs.

Dengan bercanda pula, Husein Ja'far menanggapi pertanyaan Nadirsyah. Menurut dia tidak perlu takut dengan polusi udara demi kebuli di acara pernikahan.

"Menyaksikan jomblo akad itu harusnya kebahagiaannya mengalahkan ketakutan pd polusi, Gus. Efek polusi di tubuh insya Allah teratasi dengan kebuli di acara nikahan," kata @Husen_Jafar.

Rupanya sebagian netizen bereaksi keras terhadap tweet Nadirsyah dan menyerangnya secara verbal.

"Terima kasih pak... Anda telah menunjukkan kepada Allah anda itu berpihak kemana. Ternyata Berilmupun anda belum bisa menjamin kehidupan akhirat anda Allah Jamin. Teruslah menjadi penjilat karena kami senang melihat orang" berilmu tapi tak berakal..." kata @Airtasinad.

Nadirsyah Hosen heran kenapa tweetnya yang sebenarnya hanya candaan ke Husein Ja'far sampai membuat banyak netizen ngamuk.

"Kenapa jadi banyak yang marah-marah yah... kalian pendukung  @aniesbaswedan atau pendukung  @Husen_Jafar sih?" kata Nadirsyah dengan diakhiri emotiko ketawa.

Kepada pemilik akun @Airtasinad, Nadirsyah menanggapi dengan candaan saja.

"Maha benar Anies Baswedan dengan segala kebijakannya. Jangan kritik dia, entar di mata pendukungnya anda gak selamat di akherat. Anies lewat samping tiang listrik, tiang listrik langsung bengkok takut kena hujat pendukungnya di dunia dan bakal kena azab di akherat. Lanjutttt Bro..." 

Dalam konteks yang lain, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa  Muhaimin Iskandar juga ngetweet lewat akun @cakimiNOW tentang pencemaran udara di Ibu Kota Jakarta. Bahkan, wakil ketua MPR itu mengunggah video kondisi udara Jakarta sekarang ini yang tingkat pencemaran udaranya sudah pada kategori tidak sehat. 

"Gawat Jakarta! Kayaknya sudah jarus pakai masker keluar rumah di Jakarta!" kata Muhaimin.

Membaca komentar Muhaimin, Nadirsyah lantas mengaitkan dengan candaannya yang kemudian memicu sebagian netizen ngamuk-ngamuk.

"Jiahhh  @cakimiNOW cari gara-gara.... gue aja cuma guyon soal dateng kondangan dan polusi udara, langsung dicaci-maki pendukung Anies. Ini Cak Imin pakai video segala lagi hehehhe," tulis Nadirsyah.


Nadirsyah Hosen
@na_dirs
 Maha Benar Anies Baswedan dg segala kebijakannya. Jangan kritik dia, entar di mata pendukungnya anda gak selamat di akherat 😄

Anies lewat samping tiang listrik, tiang listrik lgs bengkok takut kena hujat pendukungnya di dunia dan bakal kena azab di akherat 😄

Lanjutttt Bro... https://twitter.com/airtasinad/status/1156397575299162118 …

1,900
10:22 AM - Jul 31, 2019
Twitter Ads info and privacy
935 people are talking about this


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges