Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Desember 2019

Indonesia Berpeluang Memperkuat Industri Dalam Negeri di Tengah Perang Dagang

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, mengatakan ada kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat sektor industri dalam negeri di tengah Perang Dagang yang berlangsung antara dua negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan China.

Image

“Yang harus kita tekankan adalah industri dan perusahaan maupun sektor yang kita sudah kuat, namun bisa lebih kuat lagi justeru karena ada Perang Dagang,” kata Mahendra saat mengisi acara dialog berjudul ‘Indonesian Policy Under President Jokowi’s Second Term: New Priorities, New Expectations, New Initiatives?’ yang merupakan bagian dari acara Conference on Indonesian Foreign Policy 2019 di The Kasablanka, Jakarta.

Dia menyoroti sejumlah industri yang seringkali dianggap konvensional, seperti tekstil, garmen, sepatu, produk karet, elektronik, perlengkapan, dan furnitur sebagai contoh. Menurut dia, industri-industri tersebut memiliki potensi yang luar biasa dengan adanya ketegangan Perang Dagang.

“Kita sudah kuat di sana tetapi bisa jauh lebih kuat lagi daripada sekarang, dan ini yang sekarang kita lakukan, bukan hanya koordinasi di kementerian dan lembaga, tetapi juga pihak-pihak perusahaan, Kadin, dan asosiasi,” jelasnya seperti dilansir dari Antara, Senin (2/12/2019).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu mengatakan, meski Indonesia ingin mendorong satu industri yang lebih besar dan maju dalam konteks industri 4.0, serta menjadi bagian dari Global Value Chain, tetap perlu ada perhatian khusus bagi industri, dan perusahaan, serta sektor yang bisa terus diperkuat.

Sebelumnya Mahendra menjelaskan bahwa dalam penugasan sebagai wakil menteri luar negeri, dia telah diberi tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk menjaga pertumbuhan dan stabilitas, serta mencapai tujuan nasional dan berperan lebih besar dalam konteks global yang saat ini dipenuhi tantangan dan ketidakpastian.

Konstitusi, lanjut dia, memposisikan Indonesia dalam politik luar negeri yang bebas aktif, dan dalam konteks Perang Dagang antara AS dengan China, Indonesia tetap mengambil posisi yang tidak berpihak.

“Tetapi sebaliknya justru bisa tetap menarik manfaat dan kepentingan kita dari keduanya,” ujarnya. 

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Senin, 04 November 2019

Hari ini Adalah 84 Tahun Lalu Dari Permainan Monopoli Pertama Kali Dipasarkan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Bagi sebagian besar orang, monopoli bukanlah suatu permainan yang asing. Permainan yang memungkinkan kita untuk membeli banyak properti di banyak negara itu mulai dipasarkan hari ini, tepat 84 tahun yang lalu. Ide permainan ini ditemukan oleh seorang kontraktor bernama Charles Darrow.

Image

Sebelum menjadi seperti sekarang ini, telah muncul permainan-permainan serupa antara lain The Landlord's Game karya Elizabeth Magie yang dirilis tahun 1904. Kemudian permainan itu diproduksi secara massal oleh The Economic Game Company pada 1910, namun tidak dipatenkan. Namun saat itu permainan-permainan tersebut dinilai terlalu rumit dan membosankan.

Charles Darrow pun mempelajari dan memodifikasi permainan tersebut, ia juga mematenkan dan memproduksi permainan tersebut sebelum akhirnya memutuskan menjualnya ke Parker Brothers. Di tangan Parker Brothers, permainan monopoli diproduksi secara massal.

Konon, hasil penjualan itu membuat Darrow begitu kaya hingga ia meninggalkan hobinya bertanam anggrek.

Menurut data produsen mainan Hasbro, lebih dari 275 juta permainan monopoli, termasuk lebih dari 6 miliar rumah hijau dan 2,25 miliar hotel merah, telah terjual sejak 1935. Seiring perkembangan zaman, monopoli pun turut menyesuaikan agar tetap relevan.

Pada 1978, untuk merayakan legalisasi perjudian di Atlantic City, Parker Brothers merilis versi baru yang disebut 'Advance to Boardwalk' yang memungkinkan pemain membangun kasino. Namun, sayangnya permainan dengan fitur baru itu tidak begitu populer.

Pada tahun 2006, Hasbro merilis monopoli edisi 'Di Sini dan Sekarang', yang dimaksudkan untuk membawa permainan ke abad ke-21 dengan menyertakan beberapa perusahaan masa kini dalam permainan tersebut seperti McDonald's, Starbucks, New Balance, dan Toyota.

Musim semi ini, Hasbro membuat polling mengenai aturan Permainan monopoli sebagai bagian dari riset untuk meningkatkan penjualan. Riset itu digelar setelah ditemukan bahwa 68 persen pemain monopoli di Amerika Serikat membuat aturan mereka sendiri dalam bermain.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 28 Oktober 2019

5 Negara Ini Punya Sistem Pertanian Canggih

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Pertanian merupakan salah satu unsur penting bagi sebuah negara. Tanpa adanya sektor pertanian akan membuat suatu negara bergantung diri kepada negara lainnya.

Image

Dengan bertani negara dapat menghasilkan bahan mentah yang biasa digunakan oleh banyak orang, seperti padi, kapas, sayuran dan sebagainya.

Salah satu negara yang mengedepankan pertanian adalah Indonesia. Negara kita ini memang dikenal sangat cocok dengan sektor pertaniannya. Dengan iklim tropis serta dikaruniai tanah subuh membuat Indonesia menjadi tempat yang sangat cocok untuk bertani.

Hampir semua tumbuhan bisa tumbuh di tanah Indonesia. Namun ironisnya sistem pertanian serta perhatian khusus kepada para petani di Indonesia sangatlah kurang. Bahkan pertanian di Indonesia ini kalah dengan sistem pertanian negara yang tidak memiliki tanah subur seperti Indonesia. Sehingga sektor pertanian Indonesia pun tak pernah mengalami kemajuan.

Berikut beberapa negara pertanian yang memiliki sistem pertanian dan pengolahan pertanian terbaik di dunia. Sehingga hasil pertaniannya bisa dinikmati oleh rakyat dan juga negara lainnya di seluruh dunia.

1. Jepang

Jepang yang dijuluki sebagai negara Sakura ternyata memiliki pertanian yang terbaik. Sebagai negara dengan teknologi yang tinggi dan maju, Jepang menerapkan teknologi di bidang pertaniannya. Masyarakat Jepang sangat kreatif dalam pengolahan lahan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Mereka menanam bisa di ruang bawah tanah, di pekarangan rumah, pinggiran kereta api, dan sebagainya.

Pasca tsunami yang meluluh lantahkan sebagian lahan pertaniannya, Jepang merencanakan sistem pertanian yang lebih modern dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi mereka yang canggih. Teknologi terbarukan seperti traktor tanpa awak, mesin tanam, dan mesin panen mulai di gunakan para petani. Sementara itu untuk menghalau hama, Jepang menggunakan teknologi lampu LED.

2. Belanda

Luas negara ini memang tak mencapai satu persen dari luas negara Indonesia. Tak ada tanah dan tak ada lahan yang cukup untuk bertani di negara ini. Terlebih dengan iklim dingin di negara Belanda bertani merupakan hal yang sangat tidak mungkin terjadi.

Namun Belanda mampu menjadi salah satu negara pengekspor produk pertanian terbesar didunia dengan nilai ekspor mencapai EUR72,8 miliar. Produk andalannya adalah benih dan bunga.

Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah riset. Kebijakan-kebijakan dan teknologi di adopsi dari riset-riset yang dilakukan para ahli. Salah satu pusat riset pertanian yang terkenal di sana adalah Universitas Wageningen.

Seperti yang telah dikutip pada sebuah situs bahwa negara Belanda dengan luas hanya 41.526 km persegi mampu menjadi yang lebih unggul bila dibandingkan dengan negara kita yang luasnya 1.919.440 km persegi.

Dalam menggenjot pertanian yang inovatif Belanda membentuk Menteri Ekonomi, Pertanian dan Inovasi yang difungsikan untuk membawa Belanda menjadi negara yang memadukan inovasi di dalam pertanian untuk mencapai ekonomi negara yang kuat dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup.

3. Amerika Serikat

Teknologi pertanian Amerika semakin maju lagi sejak abad ke-19, saat banyak mesin dan teknologi baru ditemukan. Pertanian di sana semakin berkembang mesin dan teknologi yang ditemukan itu juga digunakan untuk meningkatkan hasil dan mutu pertanian.

Seperti penerapan ilmu biologi untuk mencangkok tanaman, agar hasil buahnya lebih bagus daripada tanaman induknya. Ilmu pertanahan berguna untuk mengelola tanah pertanian dan mengatur sistem irigasinya. Jadi, kemajuan teknologi malah membuat pertanian semakin maju.

Kebanyakan lahan pertanian di Amerika ditanami jagung, jerami, dan gandum. Tanah pertanian utama digunakan untuk menghasilkan makanan serat-seratan. Kini, Amerika Serikat merupakan salah satu negara pengekspor hasil tani terbesar di dunia.

Komoditasnya pun lengkap dan berkualitas sangat baik. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, ayam potong, daging sapi, susu, hingga ke tembakau dan biji-bijian. Peralatan pertanian di Amerika sudah sangat modern. Di Amerika, traktor dapat berfungsi sebagai penarik alat-alat lainnya, seperti mesin pencangkul, pemupuk, penanam benih, pemotong, dan pemanen.

Bahkan, beberapa traktor dapat menjadi sumber daya untuk mesin lainnya Hasil tani utama yang dihasilkan para petani Amerika berupa gandum, kacang kedelai, beras, kapas, dan tembakau. Hasil tani ini sebagian besar diekspor ke luar negeri. Kemajuan teknologi pertanian di sana telah memperbaiki sistem pembungkusan, pemrosesan, pengangkutan, dan pemasaran dari hasil-hasil pertanian di Amerika.

4. Australia

Australia adalah negara yang luas (7,5 juta kilometer persegi), tetapi kebanyakan terdiri atas padang pasir dan daerah-daerah yang setengah gersang. Juga terdapat gunung-gunung dan hutan yang lebat. Daerah ini tidak dapat digunakan untuk pertanian.

Kira-kira dua pertiga atau 485 juta hektar tanah di Australia dapat digunakan untuk pertanian. Ini mencakup 20,9 juta hektare untuk menanam tanaman pangan, 27,5 juta hektare untuk ditanami macam-macam rumput, dan 436,6 juta hektare untuk padang rumput tempat domba dan ternak merumput, atau dibiarkan tandus.

Beberapa daerah di Australia curah hujannya rendah dan tidak dapat diandalkan. Hal ini berarti bahwa beberapa daerah pertanian bergantung kepada irigasi. Tanah di Australia sering tidak subur zat hara sehingga diperlukan pupuk. Australia mulai mengekspor gandum dan wol.

Ketika lemari es sudah ditemukan, Australia menjadi negara pertama yang memproduksi daging untuk diekspor di kapal laut yang bermesin pendingin. Daging tersebut dikirim ke Eropa dengan kapal laut. Dengan berlalunya waktu, banyak tanaman pangan lain yang ditanam untuk diekspor.

Sekarang Australia mengekspor hasil-hasil pertanian ke berbagai negara, terutama di Asia.

5. China

Walaupun pertanian mencapai 5 juta km persegi namun lahan tersebut kebanyakan terpusat di dataran dan daerah cekung bagian timur yang beriklim 'angin musim'.

Industri tanaman adalah sektor produksi pertanian yang paling penting di China. Bahan pangan utama China adalah padi, gandum, jagung dan kedelai, sedangkan tanaman industri adalah kapas, kacang tanah, rapa, tebu. Pertanian China memasuki tahap perkembangan pesat sejak diadakannya reformasi di pedesaan pada tahun 1978.

Selama 20 tahun lebih ini, reformasi di pedesaan China terus diadakan dalam kerangka sistem hak milik kolektif dan menjebol pengikatan sistem tradisional untuk menjajaki bentuk aktual baru ekonomi kolektif di bawah syarat ekonomi pasar.

Reformasi mendatangkan keuntungan kepada kaum tani, juga meningkatkan tenaga produktif di pedesaan, mendorong pertumbuhan pesat pertanian, khususnya produksi bahan makanan serta pengoptimalan struktur pertanian, sehingga pertanian China mencapai hasil yang mencolok.

Dewasa ini, China menempati kedudukan nomor satu di dunia dalam bidang produksi bahan makanan, kapas, biji sesawi, tembakau, daging, telur, hasil air tawar dan laut serta sayur mayur.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 10 Juli 2019

Unik! Toko di New York Sewakan Tempat Khusus untuk Tidur Siang

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tidur siang bukan hanya milik anak-anak saja. Di New York, tidur siang sudah menjadi tren. Dikarenakan sudah menjadi gaya hidup, tidur siang pun menjadi bisnis.


Sebuah pusat perbelanjaaan di The Dreamery, New York, menyediakan kamar kecil khusus untuk tidur siang. Tempatnya sangat nyaman dengan dilengkapi matras dan berbagai kelengkapan tidur lainnya.

Kamu bisa tidur di sana selama 20 menit hingga 45 menit setelah selesai bekerja atau di sela-sela jam kerja yang sangat sibuk. Matras yang digunakan juga merek terkenal yakni Casper yang menjamin orang akan tidur lebih nyenyak.

Berapa sewanya? Untuk bisa tidur senang di kawasan Manhattan, New York, the Dreamery mematok harga 25 dolar AS atau senilai Rp360 ribu.

Untuk bisa tidur siang di Dreamery, kamu harus booking terlebih dahulu. Maklum, antrean cukup panjang juga. Kamu juga bisa menyesuaikan jam tidurmu.

Kamar untuk tidur siang di The Dreamery. Independent.co.uk
Untuk tidur di sana, kamu diberi pinjaman piyama. Kamu juga mendapatkan penutup mata, handuk, dan sikat gigi. Baik matras, bantal,dan selimut akan selalu diganti setiap tamu yang datang. Itu dilakukan untuk menjamin kepuasan pelanggan.

Ide bisnis ini datang dari Casper, yang mau membrikan kesempatan bagi orang yang ingin tidur siang. Apalagi, karena faktor kesehatan, orang kini lebih mementingkan tidur siang dibandingkan harus capek di kantor. Tidur siang sudah menjadi gaya hidup, bukan hanya kebutuhan.

“The Dreamery menjadikan tidur dan istirahat sebagai rutinitas kesehatan,” kata Neil Parikh, pendiri Casper, dilansir  The  Independent pada Sabtu, (21/7).

Konsep itu, sambung dia, menjadi manusia bisa menemukan cara terbaik untuk tidur di lokasi yang strategi di dekat tempat kerja.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 09 Juli 2019

Kacaukan Ibu Kota Amerika Serikat Akibat Hujan Deras dan Banjir Bandang

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Ibu Kota Amerika Serikat, Washington DC, dikacaukan dengan turunnya hujan deras dan banjir bandang. Layanan Cuaca Nasional mengatakan pada hari Senin (8/7) bahwa peringatan banjir bandang berlaku untuk Distrik Columbia, setelah lebih dari tiga inci hujan turun di Bandara Nasional Reagan dalam satu jam sebelumnya pada hari Senin.


"Banjir bandang meluas telah terjadi pagi ini di seluruh wilayah Metro D.C.," kata Layanan Cuaca Nasional dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman New York Times, Selasa (9/7).

“Sebagian besar banjir ini surut dan hujan lebat sudah berakhir. Namun, beberapa aliran yang lebih besar masih meningkat, sehingga banjir dan penutupan jalan akan berlanjut hingga sore hari," lanjut pernyataan tersebut.

Layanan Cuaca Nasional menyarankan orang untuk menghindari jalan yang banjir dan mengatakan sebagian besar kematian tenggelam selama banjir bandang terjadi di dalam kendaraan.

Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Fairfax mengatakan telah menanggapi 55 panggilan penyelamatan air cepat pada Senin pagi, termasuk evakuasi beberapa orang dari satu blok rumah mobil. Tidak ada yang dilaporkan cedera, tetapi ribuan orang terkena dampak listrik yang padam.

Di Washington, petugas tim penyelamat mengevakuasi 15 orang yang terjebak di kendaraan mereka. Hujan juga mengacaukan jaringan angkutan massal ibu kota. Air mengalir menuruni eskalator dan elevator ke stasiun-stasiun Metro bawah tanah dan menerobos atap-atap stasiun, membuat rel-rel kereta tergenang sehingga layanan harus ditunda.

Sementara itu media lokal melaporkan dampak paling parah terjadi di daerah pinggiran Virginia dan Maryland. Dilaporkan bahwa air hujan telah membanjiri rumah-rumah dan merusak jalan-jalan, membuka lubang pembuangan yang menyebabkan sebagian jalan runtuh.

Layanan Cuaca Nasional mengatakan bahayanya akan berlalu pada Senin malam dengan cuaca cerah yang diperkirakan akan datang pada Selasa dan Rabu.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 24 Juni 2019

FedEx Tolak Pengiriman Paket Ponsel Huawei Ke Amerika Serikat

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Sanksi perdagangan Amerika Serikat terhadap perusahaan Tiongkok berdampak luas di berbagai sektor. Kini Perusahaan jasa pengiriman FedEx dikabarkan menolak untuk mengirimkan produk ponsel Huawei.


Dilansir dari The Verge, Minggu (23/6), majalah gadget ternama PC Magazine mencoba mengirimkan paket berisi ponsel Huawei P30 dari kantornya yang berbasis di London ke Amerika Serikat.

Namun paket tersebut dikembalikan beberapa hari kemudian dengan alasan adanya larangan pengiriman dari pemerintah AS.

Menurut laporan, pihak jasa pengiriman mengidentifikasi nomor IMEI dari ponsel tersebut dan mengetahui bahwa paket tersebut berisi perangkat Huawei.

Pihak PC Magazine mengungkapkan ponsel yang dikirimkan itu bukan untuk didagangkan, tetapi untuk kebutuhan kantor majalah yang bertempat di New York.

Huawei pun segera menanggapi kabar tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa FedEx telah salah menafsirkan keputusan pemerintah dan juga daftar hitam Amerika Serikat.

Jenama asal Tiongkok itu mengatakan tidak ada alasan hukum bagi FedEx untuk tidak mengirimkan paket ponsel Huawei.

Terkait hal itu, FedEx merilis klarifikasi yang menyebut bahwa perusahaannya telah melakukan kesalahan.

"Paket tersebut keliru dikembalikan ke pengirim, dan kami mohon maaf atas kesalahan operasional ini," ungkap juru bicara FedEx.

FedEx mengklaim sebagai perusahaan global pihaknya hanya berupaya mematuhi semua aturan dan regulasi sekaligus meminimalkan dampak terhadap pelanggan, ketika perusahaan menyesuaikan peraturan di wilayah AS.

Kini perusahaan pengiriman tersebut telah menyatakan dapat menerima dan mengangkut semua produk Huawei.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Senin, 10 Juni 2019

Tak Terduga, Bagaimana Huawei Tiba-tiba Mampu Dominasi Dunia

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Bagaimana Huawei sebagai perusahaan swasta China mampu mendominasi teknologi yang paling penting di dunia?


Satu dekade lalu, tahun 2009, raksasa telepon Swedia Teliasonera tengah bersiap membangun salah satu jaringan nirkabel generasi keempat pertama di dunia di beberapa kota paling penting di Skandinavia, yang juga paling cerdas secara teknologi. Bagi Oslo di Norwegia, Teliasonera membuat pilihan berani dan tak terduga melalui siapa yang akan membangunnya: Huawei, sebuah perusahaan China dengan sedikit kehadiran di luar China dan sejumlah pasar negara berkembang lainnya.

Pada tahun yang sama, Huawei mendapatkan kontrak yang lebih besar dan lebih tak terduga untuk membangun kembali dan mengganti jaringan telepon seluler Norwegia, yang pertama kali dibangun oleh pembawa standar global: Ericsson dari Swedia dan Nokia dari Finlandia. Perusahaan pemula China akhirnya menyelesaikan pertukaran jaringan paling ambisius di dunia lebih cepat dari jadwal dan di bawah anggaran semula.

Bagi banyak pihak di industri nirkabel, itu adalah saat yang tepat bagi Huawei dan bagi China. Huawei bukan lagi sekadar upaya pengejaran China dalam meraup pangsa pasar berkat pemotongan harga atau berkembangnya kekayaan intelektual yang telah dicuri. Tiba-tiba Huawei memiliki teknologi mutakhir dan menyingkirkan raksasa Eropa yang sudah mapan seperti Ericsson dan Nokia di wilayah mereka sendiri.

"Untuk pertama kalinya, orang-orang menyadari bahwa Huawei bukan hanya pilihan yang murah tetapi dapat bersaing dalam hal kualitas dan harga,” kata Dexter Thillien, seorang analis telekomunikasi di Fitch Solutions.

Saat ini, dalam waktu kurang dari satu dekade sejak saat itu, diduga sebagian berkat dukungan miliaran dolar dari pemerintah China, Huawei milik swasta telah menjadi perusahaan peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, dengan tahun 2018 membukukan pendapatan lebih dari US $ 107 miliar dari operasional di 170 negara.

Lanjut Membaca..

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges