Tampilkan postingan dengan label Huawei. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Huawei. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2019

Huawei Bersiap Untuk Luncurkan Watch GT 2

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Terus menghadirkan perangkat-perangkat inovatif, seperti halnya di segmen smartphone, Huawei juga berusaha memimpin pasar smartwatch dengan meluncurkan Watch GT 2 yang disebut sebagai generasi penerus dari lini sebelumnya.

Image

Huawei selalu menghadirkan hal baru, dan yang dibutuhkan konsumen. Bukan hanya estetika, tetapi teknologi mutakhir. Watch GT bukan hanya sekadar jam tangan pintar, akan dapat meningkatkan dukungan gaya hidup sehat dan modern,” jelas Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei CBG Indonesia melalui keterangan tertulis dikutip Selasa (8/10).

Pada perangkat smartwatch-nya ini Huawei juga berupaya untuk terus memperluas fitur cerdasnya, seperti fungsi pemantauan harian dan pengingat cerdas.

Perkembangan dari fungsi aplikasi tersebut memunculkan kebutuhan yang makin tinggi pada masa pakai baterai dan desain smartwatch itu sendiri.

“Dengan teknologi yang terus berkembang dan selera konsumen yang berubah, Huawei selalu berusaha untuk membangun dan terus meningkatkan ekosistem produk yang akan meningkatkan jumlah penggunanya. Dan tentunya inovasi produk menjadi kunci keberhasilan kami,” tambah Lo Khing Seng.

Sheng mengklaim bahwa smartwatch terbaru Huawei dapat membantu konsumen meningkatkan kualitas hidup pengguna melalui fitur yang nyaman, modis, dan menyenangkan.

Pekan ini, Huawei akan membawa generasi penerus dari seri Watch GT tersebut dengan sederet fitur teknologi terknini, salah satunya daya tahan baterai hingga 2 pekan.

Belum dapat diketahui secara detail mengenai tanggal peluncuran serta harga pasti yang dibanderol untuk satu unit dari seri terbaru smartwatch GT milik Huawei tersebut.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 24 Juni 2019

FedEx Tolak Pengiriman Paket Ponsel Huawei Ke Amerika Serikat

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Sanksi perdagangan Amerika Serikat terhadap perusahaan Tiongkok berdampak luas di berbagai sektor. Kini Perusahaan jasa pengiriman FedEx dikabarkan menolak untuk mengirimkan produk ponsel Huawei.


Dilansir dari The Verge, Minggu (23/6), majalah gadget ternama PC Magazine mencoba mengirimkan paket berisi ponsel Huawei P30 dari kantornya yang berbasis di London ke Amerika Serikat.

Namun paket tersebut dikembalikan beberapa hari kemudian dengan alasan adanya larangan pengiriman dari pemerintah AS.

Menurut laporan, pihak jasa pengiriman mengidentifikasi nomor IMEI dari ponsel tersebut dan mengetahui bahwa paket tersebut berisi perangkat Huawei.

Pihak PC Magazine mengungkapkan ponsel yang dikirimkan itu bukan untuk didagangkan, tetapi untuk kebutuhan kantor majalah yang bertempat di New York.

Huawei pun segera menanggapi kabar tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa FedEx telah salah menafsirkan keputusan pemerintah dan juga daftar hitam Amerika Serikat.

Jenama asal Tiongkok itu mengatakan tidak ada alasan hukum bagi FedEx untuk tidak mengirimkan paket ponsel Huawei.

Terkait hal itu, FedEx merilis klarifikasi yang menyebut bahwa perusahaannya telah melakukan kesalahan.

"Paket tersebut keliru dikembalikan ke pengirim, dan kami mohon maaf atas kesalahan operasional ini," ungkap juru bicara FedEx.

FedEx mengklaim sebagai perusahaan global pihaknya hanya berupaya mematuhi semua aturan dan regulasi sekaligus meminimalkan dampak terhadap pelanggan, ketika perusahaan menyesuaikan peraturan di wilayah AS.

Kini perusahaan pengiriman tersebut telah menyatakan dapat menerima dan mengangkut semua produk Huawei.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Senin, 10 Juni 2019

Tak Terduga, Bagaimana Huawei Tiba-tiba Mampu Dominasi Dunia

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Bagaimana Huawei sebagai perusahaan swasta China mampu mendominasi teknologi yang paling penting di dunia?


Satu dekade lalu, tahun 2009, raksasa telepon Swedia Teliasonera tengah bersiap membangun salah satu jaringan nirkabel generasi keempat pertama di dunia di beberapa kota paling penting di Skandinavia, yang juga paling cerdas secara teknologi. Bagi Oslo di Norwegia, Teliasonera membuat pilihan berani dan tak terduga melalui siapa yang akan membangunnya: Huawei, sebuah perusahaan China dengan sedikit kehadiran di luar China dan sejumlah pasar negara berkembang lainnya.

Pada tahun yang sama, Huawei mendapatkan kontrak yang lebih besar dan lebih tak terduga untuk membangun kembali dan mengganti jaringan telepon seluler Norwegia, yang pertama kali dibangun oleh pembawa standar global: Ericsson dari Swedia dan Nokia dari Finlandia. Perusahaan pemula China akhirnya menyelesaikan pertukaran jaringan paling ambisius di dunia lebih cepat dari jadwal dan di bawah anggaran semula.

Bagi banyak pihak di industri nirkabel, itu adalah saat yang tepat bagi Huawei dan bagi China. Huawei bukan lagi sekadar upaya pengejaran China dalam meraup pangsa pasar berkat pemotongan harga atau berkembangnya kekayaan intelektual yang telah dicuri. Tiba-tiba Huawei memiliki teknologi mutakhir dan menyingkirkan raksasa Eropa yang sudah mapan seperti Ericsson dan Nokia di wilayah mereka sendiri.

"Untuk pertama kalinya, orang-orang menyadari bahwa Huawei bukan hanya pilihan yang murah tetapi dapat bersaing dalam hal kualitas dan harga,” kata Dexter Thillien, seorang analis telekomunikasi di Fitch Solutions.

Saat ini, dalam waktu kurang dari satu dekade sejak saat itu, diduga sebagian berkat dukungan miliaran dolar dari pemerintah China, Huawei milik swasta telah menjadi perusahaan peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, dengan tahun 2018 membukukan pendapatan lebih dari US $ 107 miliar dari operasional di 170 negara.

Lanjut Membaca..

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges