Tampilkan postingan dengan label Protein. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Protein. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2019

Ketahui Gejala, Penyebab dan Faktor Alergi Susu Muncul

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kita merespons secara tidak normal terhadap salah satu protein yang ada dalam susu dan menyebabkan gejala akibat reaksi alergi. Susu sapi adalah salah satu jenis susu yang bisa membuat anak kecil alergi akan susu.

Image

Namun, alergi juga bisa dari susu kambing, domba, kerbau atau mamalia lainnya. Susu mengandung dua jenis protein berupa casein dan whey. Bagian padat dari susu dikenal sebagai casein yang mengandung hampir 80 persen protein susu sedangkan whey, bagian cair susu, mengandung 20 persen sisa protein susu. 

Reaksi alergi dimulai biasanya ketika sistem kekebalan tubuh kita berpikir bahwa protein dalam susu adalah beberapa penyerang berbahaya dan, bereaksi dengan cepat dengan melepaskan bahan kimia yang disebut histamin. Makanan lain yang dapat menyebabkan reaksi seperti itu adalah telur, kacang tanah, ikan, kedelai, dan kerang. 

Gejala alergi susu 

Alergi susu berbeda bagi setiap individu. Pada beberapa orang, gejala berlangsung selama beberapa menit sementara pada orang lain, dapat menyebabkan masalah selama satu jam hingga berhari-hari.

Gejala umum alergi susu adalah seperti mengi (nafas bunyi), sesak tenggorokan, tenggorokan terasa gatal, pembengkakan di bibir, muntah, gatal-gatal, napas tersengal, batuk, pilek, mata berair, ruam kulit, darah dalam tinja. 

Penyebab alergi susu 

Ada protein tertentu yang terdapat dalam susu yang bertindak sebagai bahan asing untuk sistem kekebalan tubuh. Alergi susu adalah respons sistem kekebalan tubuh terhadap jenis protein yang ditemukan dalam susu. Gejala alergi muncul segera atau lambat.

Ketika sistem kekebalan tubuh gagal berfungsi, beberapa protein yang ditemukan dalam susu diakui sebagai bahan asing dan berbahaya bagi tubuh. Jadi, untuk menetralisirnya, tubuh memicu pelepasan antibodi yang disebut imunoglobin (IgE).

Menurut para ahli medis, seorang anak dengan alergi susu alergi terhadap salah satu atau kedua protein yang ditemukan dalam susu. Jika protein ini ditambahkan ke beberapa makanan olahan, mereka juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada seseorang. 

Faktor risiko alergi susu 

Alergi keturunan

Jika ada riwayat alergi susu di keluargamu atau orang tuamu alergi terhadap susu, kemungkinan alergi susu hal itu mungkin akan berpengaruh kepada keturunannya bahkan bisa lebih tinggi.

Alergi lain

Jika seseorang memiliki alergi lain seperti alergi kedelai dan almond, ada kemungkinan besar mereka akan terpengaruh oleh susu. 

Dermatitis atopik

Jika seseorang menderita kulit merah dan gatal yang disebut dermatitis atopik, mereka cenderung mengalami alergi makanan.

Komplikasi alergi susu 

Komplikasi alergi susu meliputi eksim, asma alergi, sensitisasi terhadap jenis alergi lain, demam, masalah pertumbuhan dan perkembangan 

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Rabu, 16 Oktober 2019

Kata Ahli Soal Faktor yang Paling Kuat Picu Jerawat

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tingkat stres yang tinggi, paparan polusi, hingga beberapa Makanan tertentu menjadi faktor terbesar yang terkait dengan Jerawat, kata beberapa penelitian.

Image

Dilansir AkuratHealth dari Healthday, pernyataan tersebut dibuktikan oleh salah satu penelitian yang mempelajari hubungan Jerawat dari 6.700 orang dari enam negara di Eropa dan Amerika. 

Analisis menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang berjerawat ternyata mengonsumsi produk Susu setiap hari, daripada mereka yang tidak berjerawat. Hal yang sama juga terlihat pada konsumsi soda, jus atau sirup. Mereka yang berjerawat lebih sering mengonsumsinya.

Sementara untuk cokelat dan roti, perbandingannya 37 persen dan 27,8 persen. Studi ini juga menemukan bahwa 11 persen penderita Jerawat mengonsumsi Protein whey. Dan, 11,9 persen penderita Jerawat juga banyak menggunakan steroid anabolik versus.

Paparan terhadap polusi dan stres juga lebih umum di antara orang-orang dengan Jerawat, dan mereka juga lebih cenderung menggunakan praktik perawatan kulit yang keras. Temuan ini mencerminkan hubungan dengan Jerawat, tetapi bukan hubungan sebab akibat.

"Keparahan dan responsnya terhadap pengobatan mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal, yang kami sebut sebagai paparan," kata penulis utama Dr. Brigitte Dreno, yang juga kepala dermatologi di Rumah Sakit Universitas Nantes di Perancis.

"Untuk pertama kalinya, penelitian ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi faktor-faktor paparan paling terkait dengan Jerawat," tutup Brigitte.


Sumber : Akurat.co


Editor : Ges

Rabu, 17 Juli 2019

2 Alasan Penting Mengapa Kamu Selalu Mudah Lapar

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Rasa Lapar adalah proses alami yang memberi tahumu bahwa tubuhmu membutuhkan asupan Makanan. Tidak sedikit orang merasa dirinya terus Lapar, sehingga mereka terus mengunyah Makanan ringan sepanjang hari.


Tapi, apa alasan ilmiah dibalik seseorang terus merasa Lapar sepanjang waktu? Dikutip AkuratHealth dari Boldsky, ada banyak alasan seseorang terus merasa Lapar bahkan ketika ia sudah Makan.

Permasalahan tersebut biasanya mulai dari masalah yang tidak selalu dibawa kendali seperti tiroid hingga masalah gaya hidup tak sehat, tingkat stres tinggi, kurang tidur dan lain-lain.

Diet

Orang yang melakukan Diet akan merasa Lapar sepanjang waktu akibat asupan kalori yang dibutuhkan dibatasi. Jika kalori yang dikonsumsi lebih sedikit dan proses pembakaran kalori lebih banyak, hal itu menyebabkan tubuh memproduksi hormon yang disebut ghrelin, hormon rasa Lapar.

Pola Makan yang rendah kalori akan meningkatkan produksi ghrelin yang mana menyebabkan rasa kelaparan tak berkesudahan, bahkan setelah seseorang baru saja Makan. Jenis Diet yang paling sering membuatmu gusar karena sering merasa Lapar adalah Diet rendah Protein dan Diet karbohidrat kompleks.

Protein dapat meningkatkan produksi hormon yang membuatmu kenyang dan menurunkan tingkat hormon yang merangsang rasa Lapar. Jadi, jika tidak mengonsumsi Protein yang cukup, kamu cenderung merasa sering Lapar.

Sebaiknya, Diet rendah Protein tidak harus terlalu berlebihan, dan biarkan Makanan kaya Protein seperti Daging, Telur, Ikan, Susu, Yogurt, Kacang-Kacangan bisa kamu konsumsi, meski sedikit.

Jika kamu lebih memilih mengonsumsi karbohidrat sederhana dibandingkan karbohidrat kompleks, ini adalah alasan yang sangat mudah meningkatkan hasrat Lapar.

Karbohidrat kompleks mengandung lebih banyak nutrisi dan membutuhkan waktu bagi tubuh untuk dicerna. Jadi, ini menyebabkan perasaan kenyang untuk waktu yang lebih lama.

Sedangkan karbohidrat sederhana hanya mengandung satu atau dua jenis gula, yakni fruktosa (pada buah) dan galaktosa (pada produk Susu). Karbohidrat sederhana akan lebih cepat dicerna dan diserap oleh tubuh. hal tersebut yang membuat rasa kenyang tidak didapat.

Diabetes tipe 2

Seseorang dengan Diabetes tipe 2 juga dapat merasa Lapar sepanjang waktu. Alasannya karena Diabetes menyebabkan glukosa tetap berada dalam darah, alih-alih mencapai sel yang menggunakannya sebagai sumber energi. Hal inilah juga dapat membuat Lapar terus-menerus.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges