Tampilkan postingan dengan label Merokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merokok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2019

Benarkah Larang Vape Atasi Masalah Merokok

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Ketua Asosiasi Vapers Indonesia (AVI), Dimasz Jeremia menanggapi wacana pelarangan vape yang belakangan ini ramai dibicarakan.

Image

Dimasz mengungkapkan, pelarangan vape bukan solusi untuk mengatasi masalah yang ada. Sebab, rokok elektrik vape hanyalah alat yang digunakan untuk membantu perokok berhenti.

“Dengan vape dilarang, bukan berarti vapers tidak akan balik ke rokok. Tapi nanti masalahnya adalah sama lagi, nanti ngerokok tapi tidak bisa berhenti dari dampak negatif merokok. Menghilangkan alatnya (tools) tidak akan menghilangkan masalah. Masalah itu akan hilang kalau kita memberikan solusi untuk mengatasi masalah, bukan menghilangkan alatnya,” kata Dimasz dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Tanggapan Dimasz mirip dengan Padma Shri Awardee, Presiden Yayasan Peduli Jantung India, sebuah organisasi nirlaba India yang misinya adalah mewujudkan India sebagai negara yang lebih sehat dan bebas penyakit. Di India, pemerintah daerah telah memberlakukan larangan terhadap produk vape.

"Dalam pandangan saya, melarang produk yang bertujuan mendukung penghapusan rokok konvensional untuk meningkatkan kualitas kehidupan perokok dewasa tidak ada gunanya. Pemerintah harus melihat peraturan pasar rokok elektrik dan bukan melakukan larangan langsung, sementara rokok konvensional tetap legal dan tersedia. Aturan tersebut dapat mencakup pengawasan ketat terhadap akses oleh anak di bawah umur dan pemahaman lebih lanjut tentang risiko nikotin," Padma menjelaskan.

Padma mengatakan, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Biokimia, North-Eastern Hill University di Shillong, India, menemukan bahwa mengkonsumsi vape dapat mengurangi risiko kanker sekitar 90 persen hingga 92 persen dibandingkan dengan rokok konvensional.

Padma khawatir bahwa dengan larangan itu, hal itu akan mendorong perdagangan ilegal di pasar gelap, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perdagangan bahan-bahan berbahaya dan membuat para pelaku kesehatan masyarakat kemudian secara keliru menilai potensi manfaat vape.

"Bukan tidak mungkin, larangan ini adalah sinyal yang salah dan mengasumsikan bahwa rokok konvensional lebih aman daripada rokok elektrik atau vape," jelas Padma.

Hal-hal yang telah terjadi di India dan beberapa negara lain dapat menjadi referensi bagi Indonesia untuk mengatasi pro dan kontra terkait dengan rokok elektrik. Namun, potensi manfaat rokok elektrik berdasarkan temuan penelitian Public Health of England (PHE) menunjukkan bahwa rokok elektrik atau vape 95 persen lebih rendah risiko dibandingkan dengan rokok konvensional.

Beberapa negara yang telah melegalkan dan mengatur rokok elektrik seperti Inggris dan Kanada secara bertahap menunjukkan adanya pengurangan dalam prevalensi merokok. PHE juga menemukan bahwa rokok elektrik atau vape adalah bantuan berhenti merokok paling populer bagi perokok dan angka kematian terkait penyakit yang berhubungan dengan merokok terus menurun.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Senin, 04 November 2019

Dapat Membuat Wajah Nampak Lebih Tua Dari Usia Asli Karena Merokok

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Merokok tidak hanya mengancam kesehatan seperti penyakit jantung, dan kanker paru-paru. Ternyata, dapat membuat seorang perokok terlihat lebih tua dari usia aslinya.

Image

Sebuah studi yang dilakukan oleh Louise Millard, dari University of Bristol dan temannya melaporkan temuan ini dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam PLOS Genetics. Studi tersebut menyatakan efek negatif dari merokok dapat membuat perokok lebih tua.

Dilansir dari The Health Site, Senin, (4/11),  dalam studi tersebut membawa beberapa varian genetik dari orang yang merokok.

Untuk mengidentifikasinya, para ilmuwan ini memisahkan beberapa varian genetik antara orang yang merokok dengan yang tidak merokok.

"Kami mengusulkan pendekatan baru ini dapat digunakan untuk mencari efek kausal dari paparan kesehatan dan menunjukkan pendekatan ini untuk mencari efek dari berat merokok," kata Louise Millard.

Hasilnya, efek merokok yang diketahui diidentifikasi oleh analisis termasuk fungsi paru-paru yang lebih buruk dan risiko penyakit paru obstruktif kronis (COPD) yang lebih tinggi hingga kanker kulit.

“Kami mencari ribuan ciri untuk mengidentifikasi orang-orang perokok. Selain mengidentifikasi beerapa efek buruk pada kesehatan paru-paru. Kami juga mendapati efek buruk dari merokok yaitu penuaan pada wajah," tukasnya

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Jumat, 18 Oktober 2019

Konsumsi Obat-obatan Jangka Panjang Bisa Ganggu Ginjal?

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Menjadi salah satu penyakit yang memerlukan Obat dalam jangka panjang, penderita Hipertensi sering dianggap berisiko besar mengalami gangguan Ginjal karena harus minum Obat rutin setiap hari.

Image

dr. Tunggul D Situmorang, Sp. PD-KGH, mengatakan, minum Obat dalam jangka panjang dapat merusak Ginjal, adalah benar. Tapi, itu berlaku untuk Obat-Obatan tertentu saja.

Menurutnya, Obat anti Hipertensi, Obat diabetes, kolesterol, dan Obat penyakit kronik lainnya, bila diberikan oleh dokter terkait, tidak akan menggangu Ginjal.

"Orang Hipertensi menjadi gagal Ginjal, bukan karena Obat, tapi karena orangnya biasanya bandel," katanya kepada AkuratHealth, saat Workshop Gerakan Peduli Hipertensi dari Bayer Indonesia, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (17/10).

"Misal, Obatnya dikurangi sendiri, atau Obatnya distop karena merasa sembuh, sehingga mengalami kenaikan Tekanan Darah lagi, akhirnya gangguan Ginjal," lanjutnya.

Dokter Tunggul juga mengatakan, Obat yang dikatakan dapat merusak Ginjal antara lain Obat-Obatan penghilang rasa sakit, Obat pengurus badan, Obat yang tidak jelas belinya dimana dan Obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa resep dokter.

"Jadi tolong tetap kontrol Hipertensinya. Kalau disuruh minum, ya minum. Kalau memang keadaanya membaik, nanti lama-lama dosis dan jenis Obatnya juga berkurang," tutupnya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan, penurunan Tekanan Darah dengan mengonsumsi Obat anti Hipertensi juga bisa mengurangi risiko stroke 35-40 persen dan gagal jantung hingga 50 persen.

Jadi, tetap semangat konsumsi Obat sesuai aturan dokter, ya.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Rabu, 04 September 2019

Kebiasan yang Dapat Merusak Ginjal

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Menjadi salah satu penyakit degeneratif, penyakit Ginjal kronik memiliki peningkatan prevelensi yang meningkat dalam Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan. Dari 2 persen pada tahun 2013 menjadi 3,8 persen pada tahun 2018.


Padahal, Menkes, Nila Moeloek, mengatakan, penyakit tidak menular sebenarnya bisa dicegah. Karena sebagain besar penyakit tidak menular hadir dari kebiasaan pola hidup yang tidak sehat.

Dilansir AkuratHealth dari Reader's Digest, berikut tujuh kebiasaan buruk yang merusak Ginjal.

Makanan siap saji

Sebagian besar makanan olahan penuh dengan natrium yang tidak hanya buruk bagi jantung Anda, tapi juga dapat menyebabkan masalah Ginjal.

Ketika kamu makan terlalu banyak garam, tubuh mengeluarkan antrium dan kalsium saat buang air kecil.

Dokter dari Cleveland Clinic, James Simon, MD, Nephrologist, juga mengatakan hal yang serupa.

Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan batasan konsumsi natrium adalah 2.300 miligram per hari. Jadi, lihatlah label nutrisi atau komposisi sebelum mengkonsumsi apapun itu.

"Orang-orang memperhatikan karbohidrat dan lemak serta kalori, tetapi mereka mengabaikan natrium," kata James.

Tekanan darah tidak terkendali

Tekanan darah tinggi menyulitkan seluruh tubuh, termasuk Ginjal Anda.

Ginjal pada dasarnya adalah satu set besar pembuluh darah dengan saluran kemih,” kata James.

Jika kamu memiliki Tekanan darah tinggi di pembuluh darah besar Anda, Anda juga memiliki Tekanan darah tinggi di pembuluh darah Anda yang lebih kecil.

Membiarkan Tekanan darah tinggi tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah yang menuju ke Ginjal, dan melukai organ itu sendiri.

Merokok

Jika kamu mengira kanker paru-paru adalah satu-satunya alasan untuk berhenti Merokok, itu salah.

Riset tahun 2012 menemukan bahwa berhenti Merokok selama 16 tahun atau lebih, dapat mengurangi risiko karsinoma sel Ginjal (bentuk paling umum kanker Ginjal pada orang dewasa) sebesar 40 persen.

Jarang minum

Tidak melulu harus minum delapan gelas air penuh untuk menjaga Ginjal bekerja dengan baik. Minum empat hingga enam gelas air putih sehari juga bisa membantu Ginjal akan tetap sehat.

Tetapi, minum hanya satu atau dua cangkir sehari bisa membahayakan Ginjal karena terganggunya kadar natrium. Tubuh yang dehidrasi juga sulit menjaga kestabilan Tekanan darah.

"Ginjal sangat sensitif terhadap aliran darah. Saat dehidrasi, Tekanan darah dan aliran darah ke Ginjal juga menurun," kata James.

Gemuk

Kelebihan Berat Badan dan pola makan tidak sehat membuat semua orang berisiko tinggi terkena diabetes tipe dua, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan risko terkena penyakit Ginjal .

Dalam jangka panjang, masalah insulin yang dialami penderita diabetes tipe satu dan tipe dua dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut di Ginjal.

"Siapa pun yang menderita diabetes harus memeriksakan fungsi Ginjalnya dan air seni secara teratur," ujar James.

Obat penghilang rasa sakit

Jangan terlalu sering mengonsumi obat pereda nyeri. Obat anti -nflamasi seperti ibuprofen dan aspirin dapat mengurangi aliran darah ke Ginjal dan menyebabkan jaringan parut di organ tersebut.

Waspadai juga obat-obatan herbal yang tidak diketahui kandungannya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya, apalagi dalam jangka panjang.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges