Tampilkan postingan dengan label Bahan Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Kimia. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2019

Jangan Lagi Gunakan Koran Bekas Tuk Bungkus Makanan Karena Dapat Menyebabka Kangker

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Tidak bisa dipungkiri, sampai saat ini masih banyak para pedagang makanan yang menggunakan koran bekas sebagai bungkus makanan yang dijualnya. Paling sering ditemui, sebagai bungkus gorengan.


Padahal, dilansir dari timesofindia, makanan yang dibungkus koran sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh Kamu.

Di India sendiri Komisaris Keamanan Pangan telah melarang pembungkusan makanan menggunakan koran, bukan plastik makanan, atau bahan lainnya. Pembungkusan makanan dari koran bekas ini dapat mengkontaminasi makanan dari bahan-bahan kimia dan mikrobiologis. Sehingga makanan bisa menjadi beracun setelah dibungkus koran.

Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI), mengatakan, tinta pada koran dapat menyebabkan kanker dan masalah kesehatan parah lainnya.

Setelah makanan hangat dibungkus koran bekas, tinta koran meleleh, menempel pada makanan Anda. Dan membuat tubuh berisiko besar terpapar berbagai masalah kesehatan.

Tak heran bila tinta yang merupakan salah satu zat karsinogen, radikal bebas, yang menjadi salah satu pemicu kanker menempel dan mencemari makanan Anda dengan mudah. 

So, masih mau gunakan koran bekas untuk bungkus makanan?

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 01 Juli 2019

Bahaya! Polusi Bisa Picu Kanker Payudara

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Kita semua mengetahui kalau Polusi Udara bisa menyebabkan penyakit paru-paru dan menyebabkan asma. Dan Polusi Udara menjadi kendala bagi semua orang yang hidup di perkotaan, termasuk Jakarta.


Ternyata, polusi bukan hanya merusak paru-paru saja. Tapi, Polusi Udara ternyata bisa menyebabkan kanker. Itu dikarenakan asap mengandung Bahan Kimia yang bisa menyebabkan Kanker Payudara. Emisi dari asap juga mengandung logam seperti merkuri dan cadmium yang bisa tersimpan di jaringan payudara dan menyebabkan kanker.

Salah satu indikator Kanker Payudara adalah jaringan sel pada payudara. Kajian mengenai kepadatan jaringan payudara bisa enam kali lipat menyebabkan kanker dibandingkan payudara yang tidak padat. Kepadatan itu dipengaruhi oleh Alkohol, Obesitas, dan Terapi Hormon. Payudara yang padat umumnya diisi oleh lemak.

“Payudara padat juga bisa diwariskan oleh gen. Tapi, payudara yang padat juga bisa dipicu oleh polusi,” kata Kefah Mokbel, pakar kesehatan dari Rumah Sakit St Georgedi London, dilansir AkuratHealth dari Daily Mail pada Senin, (1/7).

Penelitian yang pernah dilaksanakan pada April 2017 menunjukkan, perempuan yang tinggal di kota memiliki tingkat kepadatan lebih besar dibandingkan mereka yang tinggal di pedesaan dimana Polusi Udaranya lebih rendah.

Yang menjadi permasalahan lanjutan adalah bagaimana Polusi Udara di dalam rumah? Menurut Mokbel, polusi di dalam rumah sulit diukur. Apalagi, di rumah juga mengandung banyak racun seperti produk pembersih lantai, plastik dan asap pembakaran kompor.

“Bahan kimia tersebut juga bisa memicu Kanker Payudara,” ujar Mokbel.

Dia menyarankan agar ibu-ibu membeli produk pembersih organik yang tidak mengandung Bahan Kimia yang merusak payudara. Pencegahan lainnya agar orang terbiasa mengonsumsi buah-buahan yang mengandung Antioksidan serta Sayuran.

“Vitamin D dan omega 3 juga bisa mengurangi kepadatan payudara,” jelas Mokbel.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges