Tampilkan postingan dengan label Bakteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bakteri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2019

Terdapat Banyak Kuman, Hentikan Meletakkan Sikat Gigi di Kamar Mandi

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Meletakkan sikat gigi di kamar mandi mungkin banyak dilakukan oleh orang-orang, apakah kamu salah satunya? Jika iya, maka sebaiknya ganti sikat gigimu mulai saat ini.

Image

Meletakkan sikat gigi di kamar mandi adalah hal yang sangat tidak dianjurkan karena adanya kloset di dalam kamar mandi. Kloset merupakan salah satu tempat yang mengandung berbagai macam kuman baik dari kotoran manusia, sampai saluran air di dalamnya.

Terdapat banyak kuman atau bakteri yang ada di kloset seperti bakteri shigellosis, staphylococcus, salmonella dan lainnya yang sangat berbahaya untuk kesehatan.

Dikutip AkuratHealth dari Telegraph, penelitian yang dilakukan Lloydspharmacy mengungkapkan bahwa, saat kotoran di kloset disiram, bakteri yang ada di kloset bisa menyebar ke udara sebelum jatuh kembali ke lantai.

Kemungkinan kuman menempel pada permukaan sikat gigi sangat terbuka jika kita meletakkannya di dalam kamar mandi. Oleh karena itu, sikat gigi yang diletakkan di dekat kloset sangat rentan terkontaminasi bakteri.

Jika Kamu merasa mulas setelah menggosok gigi, bisa jadi sikat gigimu telah terkontaminasi oleh kuman atau bakteri. Penelitian dari Manchester University mengungkapkan bahwa lebih dari 100 juta bakteri dapat hidup dalam satu sikat gigi seperti E.coli, staphylococci, streptoccocus dan jamur candida

Demi menjaga kesehatan, usahakan untuk tidak lagi meletakkan sikat gigi di dalam kamar mandi mulai setelah kamu membaca artikel ini. Selain itu, ganti sikat gigimu setiap 3-4 bulan dan jangan pernah memberikan sikat gigimu digunakan oleh orang lain.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Kamis, 26 September 2019

Bayi dari Persalinan Normal Punya Bakteri Usus Lebih Baik Dalam Penelitian Baru Ini

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa persalinan normal memiliki manfaat yang lebih baik untuk anak dan ibu.


Sejalan dengan itu, penelitian yang baru diungkap ini mendukung pernyataan penelitian sebelumnya.

Dilansir AkuratHealth dari ScienceDaily, para ilmuwan dari Wellcome Sanger Institute, UCL, University of Birmingham dan kolaborator mereka menemukan bahwa Bayi yang lahir secara normal memiliki Bakteri Usus baik yang tidak didapat anak dengan kelahiran operasi caesar.

Mikrobioma atau Bakteri Usus adalah ekosistem kompleks dari jutaan mikroba, dan dianggap penting untuk pengembangan sistem kekebalan tubuh.

Kurangnya paparan mikroba yang tepat pada anak usia dini telah terlibat dalam Penyakit Autoimun seperti Asma, Alergi dan Diabetes

Sebelumnya tidak diketahui betapa pentingnya mikrobioma Usus pada awal perkembangan dan kesehatan sistem kekebalan tubuh Bayi; bagaimana mikrobioma Bayi berkembang, atau apa yang terjadi padanya dengan berbagai mode kelahiran.

Untuk memahami lebih lanjut tentang perkembangan microbioma dan apakah metode kelahiran mempengaruhi hal tersebut, para peneliti mempelajari 1.679 sampel Bakteri Usus dari hampir 600 Bayi sehat, dan 175 ibu. 

Sampel tinja diambil dari Bayi berusia empat, tujuh atau 21 hari, yang telah dilahirkan di rumah sakit di Inggris melalui persalinan normal atau caesar. Beberapa Bayi juga ditindaklanjuti kemudian, hingga usia satu tahun.

Menggunakan sekuensing DNA dan analisis genomik, para peneliti dapat melihat Bakteri mana yang ada dan menemukan ada perbedaan yang signifikan antara metode kelahiran normal dan caesar. 

Mereka menemukan bahwa Bayi yang dilahirkan melalui vagina memiliki lebih banyak Bakteri (komensal) yang berhubungan dengan kesehatan dari ibu mereka, daripada Bayi yang dilahirkan dengan operasi caesar.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges