Tampilkan postingan dengan label Porno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Porno. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2019

3 Film Dokumenter Ini Ungkap 'Gelapnya' Industri Porno

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Industri film porno selalu berkembang setiap saat, dengan terus setiap harinya menciptakan video baru untuk memuaskan nafsu pria yang menonton-nya. Industri ini begitu laris sehingga tidak heran ratusan nama artis porno selalu mencuat dari berbagai rumah studio.

Image

Kendati demikian, di balik gemerlap Industri film biru terselip beragam kisah yang tak terduga dan tak senikmat bayangan penontonnya. Berikut adalah tiga film dokumenter yang menguak rahasia dibalik Industri film porno:

1. Hot Girls Wanted (2015)

Terlihat dari judulnya, film yang diproduksi oleh Rashida Jones ini menceritakan kisah beberapa perempuan muda usia 18-21 yang memutuskan untuk menjadi seorang bintang porno dengan alasan yang umumnya berkaitan status finansial.

Jill Bauer dan Ronna Gradus sukses memperlihatkan sisi ketidakterbatasan 'stok' pemain baru film porno di sebuah agensi bernama Hussie Models.

Menampilkan perspektif dari segi pemain dan produser, film yang pertama rilis pada Sundance FilmFestival 2015 ini mampu meraih popularitas tinggi hingga dibuat versi serial TV di Netflix dengan judul 'Hot Girls Wanted: Turned On'.

2. The Dark Side of Porn (2005)

Seri dokumenter dari Britania Raya ini menceritakan berbagai kisah mengenai kehidupan bintang porno serta proses produksi film dewasa.

Diproduksi oleh Lion Television, serial ini berjalan selama satu tahun dengan total sembilan episode yang terbagi dalam dua musim.

Menceritakan kisah yang berbeda di setiap episodenya membuat penonton mampu memperoleh banyak pengetahuan dan rahasia Industri film porno yang selama ini tak naik ke permukaan.

Seperti dalam episode bertajuk 'Me and My Slaves' yang menguak kehidupan pribadi seorang aktor porno genre BDSM yang berhenti setelah 25 tahun berkecimpung di Industri ini.

3. After Porn Ends (2012)

Film yang disutradarai oleh Bryce Wagoner ini mampu menjadi pemuas keingintahuan publik tentang kehidupan para aktor dan aktris porno kala pensiun.

Tak hanya itu, film yang melibatkan 15 mantan bintang panas ini menceritakan kehidupan normal yang dijalani mereka dan prospek karier di Industri film dewasa.

Dengan gaya bercerita yang sederhana, film ini mampu menunjukkan titik jenuh, ketakutan, serta keyakinan yang dirasakan para aktris dan aktor film porno yang sesungguhnya sama saja dengan manusia biasa.

Menjawab antusiasme penonton, Netflix merilis sekuel film yang berdurasi 94 menit ini dengan judul 'After Porn Ends 2'. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 10 September 2019

Transformasi Media Sosial, dari Wadah Pertemanan hingga Penyokong Industri Porno Terbesar

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Bukan rahasia lagi media sosial dalam kehidupan sehari-hari telah merubah segala jenis kegiatan manusia sehari-hari. Komunikasi yang dulunya terbatas kini menjadi tidak terbatas, setiap orang bisa menyuarkan aspirasi-nya, kemudian demokrasi menjadi semakin nyata dengan media sosial.


Begitupula dengan kegiatan bisnis, dulunya dilakukan bertatap muka, kini dari jarak jauh pun transaksi bisa dilakukan dengan media sosial. Akses bisnis yang mudah mulai merevolusi industri tahap demi tahap.

Namun dibalik kemajuan itu, media sosial juga merupakan koin dengan dua sisi. Sisi gelapnya media sosial menjadi penyebaran hoax, perdagangan illegal dan tidak lepas dari itu industri porno tersebar dengan liar dan bisa dijalani siapa saja.

Dahulunya industri porno benar-benar terbatas, dari distribusinya harus di toko khusus dan akses menikmati industri hawa nafsu ini begitu terbatas.

Namun semenjak Fabian Thlymann dengan perusahaan mindgeek berhasil membawa porno masuk ranah media sosial seperti youtube. Fabian dengan tangannya berhasil menciptakan pornografi yang bisa diakses seperti medsos seperti pornhub dan Youporn layaknya youtube.

Dikutip dari laman dazeddigital, pergeseran pornografi diranah medosos ini menciptakan genre yang disebut amatir. Layaknya YouTube yang video bisa diciptakan oleh orang biasa, Pornografi amatir sering dibuat oleh non-profesional, namun menawarkan representasi yang lebih otentik.

“(Dalam gelombang ini) akan mambangun hubungan yang lebih manusiawi dan emosional sebelum Anda melihat mereka bercinta,” kata Paulita Pappel, wanita yang menjalankan situs percintaan intim pasangan asli dari Berlin.

“Yang luar biasa, (dalam film yang terlihat realita) Anda dapat lebih berhubungan dengan mereka.”

Pappel mengatakan, atas gelombar baru itu beberapa perusahaan memproduksi pornografi ‘amatir’, dan mendiktekan skrip seksual yang ketat kepada artis mereka, sesuai dengan apa yang mereka yakini ingin dilihat pelanggan atau penonton. Dengan kata lain, pornografi amatir juga tidak otentik atau nyata atau tidak asli, alias palsu.

Sementara itu, Dian Hanson, yang telah bekerja di industri porno sejak tahun 70-an, menjelaskan bagaimana sepanjang era keemasan atau golden age pornografi, sekitar tahun 1969-1984.

Pornografi dibuat hanya oleh perusahaan produksi bermodal besar, dan yang tampil di dalamnya melalalui pemilihan eksklusif seperti wanita paling cantik dan pria yang dipoles. Saat itu lebih mirip pembuatan film Hollywood daripada pornografi online sekarang ini.

Kemewahan industri membuat para pelaku pornografi tampaknya  tidak terjangkau oleh para fansnya tidak seperti para. Pornografi dulunya hanya sebuah tontonan yang fansnya tidak jelas.

Namun kini, kata Hanson, tren berkembang sehingga orang dapat terhubung secara digital dengan bintang film dewasa favorit mereka. Mereka dapat mengikuti idola mereka di Tumblr, Twitter dan Instagram, mengirim email kapan saja, dan bahkan membelikan mereka hadiah. Sekarang semua orang ingin mendekati orang-orang yang mereka kagumi.

Bahkan semenjak munculnya webcam dan media sosial, secara otomatis mengharuskan bintang pornografi diharapkan selalu dapat diakses dan responsif. Sehingga penikmat bisa berhubungan dengan mereka melampaui dari sekadar melihat mereka bertelanjang setelah syuting dalam bentuk vidio lewat medsos.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 09 September 2019

Ini Alasan Dibalik Berhentinya Mia Khalifa dari Industri Porno

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Mia Khalifa memutuskan keluar sebagai bintang porno pada empat tahun lalu atau sejak tahun 2015, keputusan hengkang dari bintang film dewasa diambil karena ia menyadari bahwa merusak masa depannya.


Namun demikian, masih ada publik yang masih memberi stigma, tapi diakui Mia Khalifa itu sebagai tantangan, pernyataan tersebut ia ungkapkan dalam program bincang-bincang BBC Hardtalk bersama presenter Stephen Sackur, Jumat (6/9/2019) lalu.

Ketika terjun sebagai bintang porno pada 2014, Mia Khalifa tidak tahu jika keputusan yang dibuatnya itu bakal terus berdampak di masa depan.

Perempuan keturunan Lebanon itu mengungkapkan, awalnya dia tidak keberatan masuk ke industri film dewasa, Alasannya karena pada masa awal itu Mia Khalifa menyangka banyak perempuan melakukannya.

Mia menuturkan ada jutaan perempuan di dunia yang merekam aktivitas seksual mereka, dan Mia mengklaim tidak ada yang mengenalnya.

"Jadi saya pikir bisa menjadi rahasia kecil saya (karena tidak dikenali)," katanya.

Namun, dia tidak menyangka pada Desember 2014, namanya berada di daftar teratas video yang paling banyak dicari di situs pencarian dewasa Pornhub.

"Dampaknya baru terasa di kemudian hari. Video itu sudah menghancurkan hidup saya," katanya.

Dirinya juga mengaku dimanipulasi melakukan hal yang tidak diinginkannya.

Ancaman ISIS

Puncaknya adalah ketika dia menerima ancaman pembunuhan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam salah satu video porno yang dibintanginya.

Ancaman dan kritik yang diperoleh dari warga Timur Tengah karena dia dianggap aib membuat sarjana sejarah itu memutuskan berhenti sebagai bintang porno, setelah berhenti pasca-tiga bulan terjun, stigma itu sudah melekat sedemikian kuat.

"Orang-orang memandang saya seolah pakaian tembus pandang, dan itu membuat saya malu," katanya.

Belum lagi fakta yang dia ungkapkan sendiri bahwa sepanjang terjun dalam film porno, dia hanya menghasilkan 12.000 dollar AS atau Rp 171,8 juta.

Meski begitu, dalam kicauannya di Twitter Agustus lalu sebagaimana diberitakan Hindustan Times, Mia Khalifa mengatakan dia siap berdamai dengan masa lalunya.

"Sengaja tidak membicarakannya ternyata jauh lebih menyakiti masa depan saya daripada mengungkapkannya.

Saya siap menjawab berbagai pertanyaan tentang masa lalu saya," katanya.

Selain itu, dia menyatakan dengan membuka masa lalunya, dia berharap bisa membantu perempuan lain, terutama yang berada di kondisi seperti dirinya atau korban perdagangan manusia.

Mia menjelaskan, dia membaca tentang hidup para gadis yang hancur karena dimanfaatkan oleh orang lain.

"Kenyataan itu yang membuat saya buka suara," paparnya.

Kini setelah tak lagi menjadi bintang porno, Mia diketahui pernah menjadi komentator olahraga bersama mantan pemain basket NBA Gilbert Arenas.

Kemudian pada Juli 2018, namanya diumumkan sebagai co-host acara bernama SportsBall bersama Tyler Coe yang disiarkan di perusahaan media Rooster Teeth. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 02 September 2019

Saat di Puncak Karir 5 Artis Industri Film Porno 'Pensiun Dini'

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Profesi atau pekerjaan sebagai bintang porno memang bisa mendapatkan penghasilan yang fantastis. Sehingga, banyak orang yang memutuskan menjadi bintang porno tanpa pikir panjang.


Namun, para bintang porno berikut ini sudah menyadari bahwa profesinya itu tak hanya demi mendapatkan uang banyak secara instan. Sehingga, mereka tersadar dan memutuskan untuk berhenti dan mencari profesi lain yang lebih halal bermartabat.

Selain itu, ada yang beralasan insyaf karena lelah menjadi bahan cibiran di lingkungan sekitarnya dan berharap dengan pensiun dari dunia film biru dapat merubah stigma masyarakat.

Seperti manusia pada umumnya, bintang porno hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan rasa penyesalan.

Berikut 5 Aktris Porno yang memutuskan keluar dari Industri Film Panas saat sedang di puncak karirnya dan kaya raya.

1.Rocco Antonio

Bintang porno legendaris asal Italia Rocco Siffredi yang pernah membintangi Tarzan X: Shame of Jane menyatakan mundur dari industri film panas.

Pria bernama asli Rocco Antonio Tano, 50 tahun, itu menyampaikan niatnya dalam sebuah acara di stasiun televisi Italia, seperti dilansir Mirror.

Dalam acara itu ceritanya dia harus menjalani hukuman tinggal sendiri di Pantai Bugil selama sepekan. Setelah acara itu selesai dia mengatakan kepada temannya ingin berhenti jadi aktor film porno.

"Saya tidak pernah merasa begitu telanjang seperti di acara itu. Saya sendirian waktu itu dan itu membuat saya banyak berpikir hal yang penting. Saya sadar, saya tidak ingin kehilangan istri saya. Saya ingin meninggalkan film porno," kata dia.

Istri Ricco, Rosa Caracciolo, 42 tahun, asal Hungaria yang awalnya model lalu menjadi bintang porno, juga menerima keputusan suaminya itu. Rosa bertemu dengan Ricco di Cannes sebelum bermain bersama dalam film Tarzan X.

"Saya sangat memahami dia. Saya mencintai dia apa adanya. Kita lihat saja seperti apa sosok dia yang baru nanti," ujar Rosa.

Namun keputusan Ricco itu membuat banyak penggemarnya kecewa.

"Dia keren. Mundurnya dia dari film porno bikin sedih. Ini duka bagi industri porno," kata Maria Folliero, 33 tahun.

"Dia membawa gairah nyata di layar kaca. Seharusnya dia tidak pergi," kata Alessia Moretti, 32 tahun.

2.Sasha Grey

Sasha Grey akhirnya memutuskan berhenti dari industri pornografi yang melejitkan namanya. Bahkan, Grey sudah mengoleksi beberapa award untuk film porno dan menjadi sutradara filmnya sendiri. Namun keteguhan hati yang kuat akhirnya Grey memutuskan berhenti total.

Grey menceritakan, dia merasa sudah mendapatkan apa yang dia mau setelah menjadi bintang porno. Dia pun berpikir kalau waktu sebagai pemain film porno sudah habis.

Dia juga berseloroh, tidak khawatir karena belum bertemu Tuhan. "Saya bangga untuk mengatakan tidak menyesal sedikitpun. Sata merasa telah meraih semua yang saya harapkan sebagai artis," ucap Grey.

Selepas tak lagi main film porno, Grey akan membintangi berbagai proyek. Sejumlah film biasa akan dia perankan.

3.Miyabi/Maria Ozawa

Maria Ozawa atau lebih dikenal dengan sebutan Miyabi mengaku sudah menolak film-film yang terdapat adegan syur. Dia mau melupakan masa lalunya. Dia berharap mendapat dukungan dari masyarakat agar dia bisa menjalani kehidupan normal dan mendapatkan peran biasa.

Miyabi mengakui kalau dirinya menjadi bintang porno karena butuh uang. Dia sendiri tidak suka dengan menjadi bintang porno ternama.

Kini, Miyabi fokus mengelola usaha yang dia buat. Miyabi membuat restoran dan bar khusus wanita di Tokyo, Jepang yang dia beri nama 'Yugiri'.

Selain itu, Miyabi fokus menulis buku tentang perjalanan kariernya sebagai bintang porno dengan judul 'nude'. Buku tersebut akhirnya sempat dibuat versi layar lebarnya.

4. Sora Aoi

Sukses menjadi bintang porno ternyata belum membuat Sora Aoi berpuas diri. Dia menyatakan mengundurkan diri dari industri film esek-esek yang membesarkan namanya.

Setelah tak lagi bermain film porno, Sora mulai melirik dunia tarik suara. Tak tanggung, Sora menargetkan. Debut lagunya untuk pasar musik K-Pop di Korea Selatan.

Selain rekaman lagu, Sora juga akan bermain film biasa. Sejumlah deretan judul film menanti dirinya untuk diperankan.

5. Linda Lovelace

Mungkin dia termasuk dalam salah satu bintang porno paling terkenal abad ini. Awalnya dia terjun ke bisnis porno akibat desakan dari mantan suaminya yang membuat sebuah film beastality yang berisikan adegan seksnya dengan seekor anjing.

Setelah itu dia langsung menceraikan suaminya dan sekarang dia bertobat dan bergabung menjadi aktivis anti pornografi. Dia memutuskan berhenti karena sadar betapa sengsaranya menjadi bintang porno.

"Saat kau melihat saya bermain di film porno, kau melihat bahwa saya sedang diperkosa, itu adalah sebuah kejahatan, dan saya merasa ada sebuah pistol yang berada di kepala saya setiap waktu, jadi saya rasa sekarang saya harus bertobat," tulis Linda.

Kisah hidupnya yang fenomenal juga diangkat dalam sebuah film berjudul 'Lovelace'. Film ini mengangkat sisi gelap industri pornografi. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges