Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Oktober 2019

Coba Kenali Tanda-tanda Mengenai Keuangan yang Tidak Sehat

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Mengatur Keuangan mungkin terdengar mudah, tapi nyatanya masih banyak yang belum dapat menggunakan uang yang dimilikinya dengan bijak, sehingga akan selalu saja merasa berkekurangan.


Ada begitu banyak tantangan yang dihadapi apalagi bagi kamu yang sudah memasuki kehidupan rumah tangga. Jika kamu sudah membaca banyak artikel soal mengatur Keuangan  tapi belum ada perubahan, bisa jadi memang kondisi Keuanganmu sedang tidak sehat.

Oleh karena itu, kamu harus kenali tanda-tanda kalau kondisi Keuangan kamu sedang tidak sehat.

1. Utang Per Bulan Melebihi 25 Persen Dari Total Penghasilan

Tidak sedikit orang yang saat ini memiliki angsuran tiap bulan yang harus dilunasi seperti angsuran rumah, perabotan, kendaraan dan lain sebagainya.

Jika total jumlah angsuran ini melebihi angka 25 persen dari total penghasilan dalam satu bulan, maka ini pertanda bahwa Keuangan kamu sedang tidak sehat.

Kamu harus mencari solusi menekan angka 25 persen itu. Jika angsuran tidak bisa diganggu-gugat, maka caranya adalah dengan menambah penghasilan.

Carilah tambahan penghasilan di luar penghasilan rutin seperti mencoba untuk berjualan online baju, tas, sepatu, kerajinan atau yang lainnya.

Tidak perlu barang milik kamu sendiri yang dijual. Bisa dengan menjadi seorang dropshipper sehingga tidak perlu modal.

2. Tabungan Tidak Lebih Besar dari Pengeluaran Bulanan

Seseorang dikatakan memiliki Keuangan yang sehat jika setidaknya memiliki Tabungan yang nilai saldonya lebih dari pengeluaran bulanan tetap. Setidaknya jumlahnya 3 kali lipat dari pengeluaran bulanan.

Misal, jika kebutuhan bulanan yang akan keluar adalah Rp5 juta, maka saldo Tabungan yang harus dimiliki adalah 3 x 5 juta, sama dengan Rp15 juta.

Tabungan ini berbeda dengan simpanan yang memang akan diperuntukan guna memenuhi kebutuhan bulanan, sebab itu nilainya murni dan tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan utama. Kamu bisa menggunakan tabungan tersebut untuk keperluan apapun, tetapi hanya jika ada keperluan yang sangat mendesak.

Lantas jika nilainya saja tak sampai 3 kali jumlah pengeluaran bulanan, maka kamu patut khawatir karena kondisi finansial mungkin sedang tidak sehat.

Tidak ada yang tahu bagaimana kondisi Keuangan  ke depannya, apakah akan membaik atau memburuk. Karenanya, penting agar selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung dalam pos-pos tertentu. Supaya menjaga Keuangan lebih sehat.

3. Tidak Memiliki Proteksi Keuangan 

Ada yang mengatakan proteksi Keuangan di sini berhubungan dengan asuransi seperti asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan dan lain-lain.

Namun, ada juga yang mengaitkan dengan investasi. Investasi bisa dijadikan cara untuk memproteksi Keuangan kamu.

Contoh investasi emas atau investasi properti seperti tanah, rumah, kontrakan dan lainnya yang dapat memberikan rasa aman terhadap Keuangan keluarga. Jika tidak memiliki proteksi Keuangan , maka saat uang kamu sudah habis, kamu masih masih aman.

4. Tidak Memiliki Dana Pensiun

Dana pensiun bukan untuk mereka saja yang bekerja sebagai abdi negara melainkan juga bagi siapa saja termasuk freelancer atau wiraswasta.

Caranya adalah memiliki tabungan yang dikhususkan untuk usai tua dan tidak boleh diambil hingga usia tua nanti.

Ini adalah cara terbaik untuk bisa memiliki Dana pensiun. Jika kamu memiliki lahan investasi yang bisa likuid, maka bisa juga dijadikan Dana usia senja.

5. Masih Terbelenggu Utang Konsumtif

Tanda bahwa Keuangan  kamu tidak sehat lainnya adalah banyaknya Utang konsumtif yang masih membelenggu. Ini penting, karena Utang yang difokuskan hanya untuk konsumtif tidak memberikan keuntungan bila digunakan untuk hal yang produktif.

Sebab, kita semua juga tahu bahwa Utang yang terlambat dibayar akan memberikan bunga berlipat dari biasanya. Dan ini akan semakin membebani pengeluaran utama, terlebih dengan penghasilan yang tidak berubah.

Untuk itu selesaikan semua utang-utang konsumtif yang dimiliki sebelum mulai berinvestasi. Jangan pula berinvestasi jika modal yang digunakan didapat dari pinjaman, karena ini bisa sangat beresiko.

Terlebih ketika Keuangan keluarga sedang tidak sehat bahkan tidak stabil. Sebab dapat menciptakan masalah baru yang sukar ditangani dan membuat hidup jadi lebih berat karena terlilit Utang .


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Jumat, 30 Agustus 2019

5 Rumah Angker Paling Mahal di Dunia, Ada yang Seharga Rp1 Triliun!

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Akhir-akhir ini semakin banyak cerita hantu yang bertebaran di media sosial. Yang terbaru adalah cerita tentang 'KKN Desa Penari' yang ramai diperbincangkan warga Twitter.


Tidak hanya di Indonesia, cerita hantu juga ada di luar negeri. Bahkan, ada beberapa rumah yang tidak hanya berhantu tetapi juga memiliki nilai hingga miliaran rupiah.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai rumah mewah yang dianggap berhantu dan memiliki harga yang sangat mahal.

1. Kastil Drakula

Lolongan serigala, suara derit pintu, ditambah dengan suasana mencekam dari kastil tua menemani berbagai wisatawan yang hadir di Kastil Drakula di Rumania ini. Selain itu, kastil mewah yang dibuat pada tahun 1300an ini berada di atas bukit yang dikelilingi oleh hutan belantara. Kerap disebut sebagai Puri Bran, kastil yang berada di Rumania ini memiliki nilai valuasi mencapai Rp1 triliun.

2. Schweppe Mansion

Dulunya, Schweppe Mansion adalah tempat tinggal dari sosialita dan pengusaha Laura Shedd dan juga suaminya, Charles H Schweppe. Tetapi, kedua sejoli tersebut tewas bunuh diri. Akibatnya, rumah seluas 2.276 meter tersebut terbengkalai hingga tak berpenghuni selama 50 tahun.

Dengan fakta tersebut maka tak heran jika orang-orang sekitarnya mengaku kerap melihat arwah kedua pasangan tersebut berkeliaran. Namun, sekarang mansion ini telah direnovasi dan sempat dijual dengan harga mencapai Rp170,6 miliar.

3. Victorian Killing Estate

Arwah gentayangan, jeritan manusia, suara tangisan, dan hal-hal mistis lainnya dipercaya pernah terjadi di Victorian Killing Estate ini. Dari luar memang terlihat begitu mewah, bahkan rumah ini sempat dijadikan sebagai restoran.

Tetapi, berbagai kejadian sadis, mulai dari aksi bunuh diri, pembunuhan sadis, hingga perampokan pernah terjadi di rumah yang dibangun oleh Balthasar Kreischer pada tahun 1884. Pada tahun 2014 lalu, rumah seluas 2 hektare ini pernah dijual seharga Rp170,6 miliar.

4. Rumah Ozzie Nelson

Pernah dijadikan sebagai tempat shooting serial tv, rumah Ozzie Nelson dalam serial 'The Adventures of Ozzie and Harriet' juga dianggap sebagai rumah berhantu. Dijual dengan harga Rp73,9 miliar pada tahun 2014 silam, rumah ini didirikan pada 1916.

Pemilik rumah tersebut mengaku kerap menyaksikan penampakan Ozzie di rumahnya serta suara langkah kaki di hampir setiap kamar tidur yang ada di rumah tersebut.

5. Poveglia

Luigi Brugnaro membeli rumah yang berada di wilayah Pulau Poveglia yang berada di antara Venesia dan Lido di Italia. Rumah yang sempat menjadi tempat karantina bagi mereka yang terkena wabah Black Death di abad 14 ini dibeli Luigi dengan harga Rp9,5 miliar.

Karena kehabisan uang sebelum mewujudkan mimpinya untuk menjadikannya sebuah tempat rekreasi, akhirnya rumah tersebut dibiarkan terbengkalai begitu saja. Bagi komunitas paranormal di Italia, Poveglia adalah wilayah yang memang dianggap paling mengerikan sejagad.

Beberapa tempat di atas ada yang dijadikan sebagai tempat wisata walaupun lainnya tetap dibiarkan begitu saja.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

4 Tips Atur Keuanganmu Agar Gaji 'Kecil' Cukup untuk Sebulan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Gaji kecil identik dengan sulitnya memenuhi kebutuhan dan keinginan dalam waktu yang bersamaan. Namun, sebenarnya asumsi ini tidaklah benar.


Sebenarnya, cukup tidaknya Gaji itu tergantung bagaimana Anda mengelola keuangan. Semakin Anda baik dalam perencanaan keuangan, Anda dapat semakin merasa Gaji tersebut cukup untuk segalanya.

Sekarang ini masih banyak orang yang masih mengeluh menyoal jumlah Gaji yang diterima setiap bulannya terbilang kecil. Bahkan, hampir semua berpendapat bahwa mereka sangat menginginkan pekerjaan yang bisa memberikan Gaji yang lebih besar dengan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Untuk itu, agar Gaji bulanan Anda terasa cukup, maka mulailah atur kembali dalam mengelola keuangan dengan baik. Biar tidak ragu harus memulainya dari mana, berikut ini terdapat cara mudah yang bisa diterapkan pada kehidupan Anda menyoal mengatur Gaji bulanan yang jumlahnya kecil.

1. Langsung Menabung Setelah Gajian

Menabung yang bijak adalah Menabung yang dilakukan setelah menerima Gaji. Amat sangat disayangkan, di zaman sekarang ini masih banyak orang yang Menabung di akhir-akhir bulan atau menunggu Gaji bulanannya ada sisa.

Padahal, akan jauh lebih baik jika mereka Menabung  terlebih dahulu agar uang tersebut aman di rekening tabungan lain yang nantinya bisa saja digunakan untuk kebutuhan mendadak. Oleh karena itu, sesaat setelah Gajian, langsunglah sisihkan sejumlah yang sudah ditentukan untuk ditabung ke rekening khusus.

Mau tunggu apa lagi? segeralah perbaiki kebiasaan Menabung dari sisa Gaji di akhir bulan. Tentukan jumlah nominal terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan, kemudian langsung masukan ke dalam rekening tabungan.

2. Tetapkan Prioritas Kebutuhan

Sebelum pergi ke pusat perbelanjaan untuk belanja kebutuhan bulanan, pastikan sudah menyusun skala prioritas terlebih dahulu dalam daftar rencana belanja. Disini Anda harus cerdas dalam memilih produk yang harus didahulukan dan produk yang bisa ditunda. Hal ini bisa membantu Anda untuk lebih bijak lagi dalam membeli kebutuhan bulanan.

Tak ada salahnya untuk tidak sering mengunjungi tempat perbelanjaan seperti mall atau melihat-lihat online shop. Hal ini bisa dilakukan, agar tidak melakukan pembelian barang-barang yang sebenarnya hanya keinginan. Bila ada barang yang memang diinginkan, tak ada salahnya Menabung untuk membeli barang tersebut. Dengan begitu, kondisi keuangan bulanan tetap dalam kondisi yang aman.

3. Buat Catatan Pengeluaran Harian

Mencatat pengeluaran harian juga bisa dilakukan untuk melihat cerminan pengeluaran Anda dalam sehari. Setelah itu, jumlahkan seluruh pengeluaran yang ada di catatan untuk mengetahui biaya yang digunakan dalam sebulan digunakan untuk apa saja. Anda bisa menggunakan buku kecil khusus atau note pada smartphone sebagai catatan pengeluaran keuangan.

Saat malam hari sebelum tidur, lihatlah catatan tersebut dan cek kembali semua uang yang dikeluarkan untuk apa saja. Biasanya, ketika melakukan ini sering terjadi penyesalan saat melihat catatan tersebut karena tiba-tiba tersadar bahwa ada beberapa barang yang seharusnya tidak perlu dibeli. Ini akan membuat Anda bisa terbiasa untuk tidak mengeluarkan uang dengan mudah hanya untuk sekedar membeli barang keinginan saja, sehingga keuangan bisa dikontrol dengan baik.

4. Bawa Uang Secukupnya

Seringkali membawa uang cash yang berlebihan bisa membuat Anda khilaf untuk belanja barang yang sebenarnya hanya keinginan semata saja. Untuk menghindari hal itu, sebaiknya siapkan uang dengan jumlah yang cukup ketika bepergian kemanapun.

Misalnya, bila pergi ke kantor bawa uang yang cukup untuk makan siang, bensin dan uang lebih buat jaga-jaga bila ada keperluan mendadak. Sementara untuk travelling, sebaiknya Anda harus lakukan perhitungan secara rinci, agar uang yang diperlukan tidak kekurangan dan tidak kelebihan. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Selasa, 13 Agustus 2019

Intip Yuk 5 Langkahnya, Cara Investasi Karena Masih Newbie?

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Sebagai orang Awam, Investasi saham tentu terdengar menggiurkan tetapi menakutkan untuk memulai. Khawatir yang ditanam bukanlah hal yang menguntungkan dan bahkan berisiko tinggi. Belum lagi, mengingat angkanya sewaktu - waktu dapat berubah dan jenisnya itu banyak. Memilihnya saja sudah sulit, apalagi harus memainkannya.


Namun, anggapan itu salah. Investasi bukan membingungkan. Investasi juga bukan hal yang harus terus menerus dipertanyakan. Investasi merupakan sesuatu yang harus dibuktikan dengan tindakan, artinya harus dilakukan. Ingatlah, dengan memiliki Investasi, kamu dapat merasakan kebebasan finansial. Hal ini karena kamu dapat memperoleh penghasilan pasif.

Pernah dengar mengenai kisah ayah kaya Robert T. Kiyosaki? Beliau menjelaskan pentingnya pendapatan pasif dalam mencapai kebebasan finansial. Menurut ayah Robert, kebebasan finansial baru dapat dicapai jika pendapatan pasifmu setiap bulannya sudah dapat mencukupi pengeluaran per bulan. Misalkan pengeluaran kamu per bulan adalah Rp10.000.000, maka kamu baru bebas secara finansial jika pendapatan pasif kamu setiap bulan juga sebesar Rp10.000.000 atau lebih.

Untuk itu, Investasi bukanlah momok dan harus dilakukan. Namun, jika kamu masih khawatir, berikut ini Tips Investasi saham untuk Pemula.

1 Mengalokasikan Uang

Mau berinvestasi tapi uang tidak pernah tersisa? Menyisihkan uang akan selalu terasa sulit, dan lebih sering gagal daripada berhasil.

Tidak ada kata terlambat untuk berinvestasi. Jika kamu selalu beralasan bahwa uang tidak cukup, maka kini saatnya kamu berubah!

Uang untuk Investasi merupakan prioritas yang perlu dialokasikan, bukan hanya disisihkan.

Kamu bisa memulainya dengan sederhana, misalnya dengan memilih nominal tertentu di dompet. Sebagai contoh setiap ada nominal atau pecahan uang Rp20.000 di dompet, segera pisahkan dan masukkan ke dalam celengan.

Pada akhir bulan, ambil uang ini dan alokasikan untuk Investasi. Sudah banyak kok Investasi yang bisa dimulai dengan nilai yang kecil, misalnya reksa dana.

2 Memisahkan Rekening

Jika kamu sering bingung karena dana Investasi terpakai, cobalah manfaatkan Tips yang satu ini. Kamu bisa memisahkan rekening Investasi dengan rekening sehari-hari, sehingga dana Investasi akan selalu aman tidak tersentuh.

Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan fitur auto debit dalam berinvestasi. Sekarang ini beberapa jenis tabungan menawarkan fitur autodebit, yakni menabung dengan sistem transfer berkala antar rekening secara otomatis.

Dengan kata lain, kamu akan membuka 2 rekening, dimana rekening pertama dijadikan rekening utama yang sering digunakan sedangkan rekening kedua dijadikan rekening untuk menabung.

Jika kamu sudah memberi persetujuan, pihak bank akan mentransfer sejumlah uang secara berkala dari rekening utama ke rekening kedua tersebut.

Jika masih kesulitan menabung, seperti misalnya saldo di rekening utama selalu kurang atau mepet, maka kamu bisa menggunakan aplikasi perencana keuangan. Aplikasi tersebut bisa digunakan untuk membantu kamu mengatur anggaran bulanan.

Dengan demikian, kamu bisa mengetahui alokasi dana yang harus ditabung dengan mudah dan praktis. Tentunya tidak ribet dan tujuan menabungmu akan lebih mudah tercapai.

3 Menunda Kemewahan

Anak muda biasanya mudah tergiur dengan kemewahan dantrend terbaru, sehingga biasanya hal inilah yang mengenalkanmu pada utang konsumtif.

Berbagai promo ditawarkan pihak penjual, seperti cicilan dengan bunga 0% atau cashback, sehingga menyebabkan kamu tergoda untuk membeli barang-barang yang mungkin sebenarnya tidak kamu butuhkan.

Padahal, salah satu ciri dari orang yang berhasil dalam kebebasan finansial adalah dengan menunda kemewahan.

Bayangkan saja, buat apa mengeluarkan uang belasan juta rupiah hanya untuk membelismartphone terbaru jika smartphonekamu masih berjalan dengan baik. Daripada memboroskan uang hanya demi terlihat mewah dan keren, lebih baik mulai menabung dan berinvestasi yuk! Alih-alih uang habis, kamu justru bisa mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

4 Menentukan Tujuan

Banyak yang gagal berinvestasi karena ketidakjelasan tujuan dari Investasi itu sendiri. Pertanyaan yang sering kamu lupakan yaitu “Sebenarnya untuk apa saya berinvestasi?”

Disinilah pentingnya tujuan finansial yang akan membimbing langkah berinvestasimu. Dengan tujuan yang jelas, kamu akan tahu harus memulai dari mana, memilih jenis Investasi apa, hingga berapa besar yang akan diinvestasikan.

Seperti apa tujuan finansial itu?

Tujuan finansial akan membimbingmu dalam memilih instrumen Investasi dan jumlah yang akan diinvestasikan. Tujuan ini juga yang akan menggambarkan strategi Investasi kamu.

Sebagai contoh, apabila tujuan finansialmu adalah membeli rumah, kamu akan bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan sebagai berikut:

“Rumah seperti apa yang menjadi tujuan saya? Berapa harganya?”, “Kapan saya ingin membeli rumah tersebut?”, “Berapa banyak yang harus saya Investasikan per bulan?”, “Berapa besar imbal hasil yang harus saya peroleh?”

Gambaran yang jauh lebih jelas ini akan memberi arahan bagi langkahmu dalam berinvestasi juga memberi motivasi bagi kamu agar tidak mudah menyerah.

5 Mencari Instrumen Investasi yang Sesuai

Kini saatnya melangkah ke step selanjutnya, yaitu mengenal Investasi dan memilih Investasi yang sesuai bagimu. Kamu bisa memilih jenis Investasi yang cocok dengan kepribadian dan harapanmu.

Jika kamu suka tantangan, kamu bisa pilih Investasi berisiko tinggi dengan hasil yang tinggi juga. Namun, jika kamu hanya ingin menambah penghasilan dengan tindakan pasif, kamu bisa pilih Investasi berisiko rendah.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Senin, 01 Juli 2019

5 Cara Atur Gaji Agar Awet Sampai Akhir Bulan

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Gajian memang mengasyikan, karena kita bisa mulai membeli semua keinginan kita yang di tunggu-tunggu tanpa berfikir kehabisan uang.


Namun saking senangnya terkadang kita lupa bahwa gaji itu terbatas, lalu belanja seenaknya dan tak terkontrol, sehingga tak terasa belum sampai akhir bulan, gaji pun sudah habis tak tersisa.

Untuk itu yuk simak cara mengatur gaji agar awet untuk satu bulan:

1. Menyusun Skala Prioritas dan Anggaran Bulanan, Cara Menghemat Uang yang Efektif

Tips pertama; di awal bulan, buatlah catatan skala prioritas. Dengan membuat skala prioritas, kamu lebih mudah mengatur penggunaan uang. Pastinya, alokasi penghasilan menjadi jelas dan terarah. Jadi, jangan sampai uang mengendalikanmu. Seperti kata Alistair Darling, uang diciptakan sebagai pelayan, bukan tuan atau ekonomi yang sebenarnya.

Setelah skala prioritas selesai, giliranmu untuk menerapkannya. Berarti, hal-hal di skala prioritas itulah yang harus diutamakan. Selain urutan kebutuhan tersebut, kamu juga wajib menyusun anggaran dana untuk keperluan lain. Semisal, bujet traveling, shopping, sedekah, atau mungkin dana investasi.

2. Menolak Kartu Kredit, Cara Menghemat Uang yang Cerdas

Tawaran kartu kredit sering kali menggoda, apalagi dengan iming-iming unlimited. Jika tidak berhati-hati Kartu kredit bisa menjerumuskan dalam kerugian finansial.

Cukup memakai kartu debit saja untuk membayar berbagai keperluan. Ini harus Anda perhatikan supaya uang yang dibelanjakan tidak melebihi gaji. Ingat, kartu kredit umpama pisau bermata dua. Suatu waktu mungkin bisa menyelamatkan; tapi di lain kesempatan malah menjebakmu dalam tagihan utang.

3. Paksakan Diri untuk Menabung Emas.

Pengeluaran yang mengalir seperti air pastinya menyulitkan kamu untuk menabung. Tips terbaiknya, cobalah menabung emas. Benda berharga ini memiliki harga yang relatif stabil. Meski terjadi fluktuasi mata uang, emas tetap bernilai tinggi.

Menabung emas sama dengan berinvestasi. Artinya, kamu sudah menyiapkan salah satu bekal finansial untuk masa depanmu. Tak hanya itu, investasi emas juga merupakan ciri-ciri orang yang mau berpikir jangka panjang. Kata T. Harv Eker, seseorang harus mengeluarkan investasi hari ini demi kebebasan di masa mendatang.

4. Buat Jadwal Shopping agar Pengeluaran Tidak Membengkak

Menghemat pengeluaran bukan berarti kamu tidak bisa belanja atau shopping di mal, ya. Supaya kegiatan itu tetap berjalan, buatlah jadwal shopping rutin. Kalau bujetmu berlebih, bisa shopping sampai 4 kali dalam sebulan. Sebaliknya, jika gaji terbatas, upayakan tidak lebih dari 2 kali belanja.

Agar bisa belanja hemat, cobalah memanfaatkan momen diskon di akhir tahun atau hari raya tertentu. Saat itu, kamu biasanya diberikan potongan harga hingga 50 persen. Tips lainnya, bayar barang belanjaan dengan uang tunai. Upayakan tidak membawa kartu debit ataupun kredit ketika shopping.

5. Berkomitmen untuk Tidak Menghabiskan Gaji Lebih dari 70 Persen

Komitmen ini mungkin sulit, tetapi kamu harus lakukan. Semua berawal dari kebiasaan. Sebagai simulasi komitmenmu, coba sisihkan 30 persen untuk menabung. Tidak peduli seberapa besar gaji, nominal 30 persen itu harus masuk ke tabungan. Contoh, kamu mendapatkan penghasilan Rp3.000.000 sebulan. Berarti, jumlah tabunganmu Rp3.000.000 dikalikan 30 persen. Hasilnya sebesar Rp900.000 per bulan.

Uang senilai Rp900.000 tersebut kalau dikalikan selama 12 bulan, jumlahnya menjadi Rp10.800.000. Itulah kekayaan yang kamu miliki dari hasil menabung. Sekali lagi, kuncinya adalah komitmen.  Jangan pernah membiarkan ekonomi menentukan arah karir atau memutuskan cara Anda menghabiskan waktu. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 12 Juni 2019

Tak Pandang Jumlah Gaji, 5 Prioritas Keuangan ini Bikin Masa Depan Terjamin

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Kebutuhan masing-masing orang pasti berbeda. Bahkan, kebutuhan saudara kembar yang benar-benar identik saja bisa sangat berbeda. Maka dari itu, biaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut juga berbeda-beda. Gaji yang didapatkan pun juga berbeda-beda tergantung keahlian dan kemampuan.


Tetapi, ada satu cuitan menarik yang dilontarkan oleh akun Twitter @BungaMizo.

Bunga Arsymala
@BungaMizo
 Gaji berapapun kalau mau keuangan sehat urutannya adalah: 

1. Tutup hutang konsumtif
2. Siapkan dana darurat
3. Insurance
4. Investasi
5. Estate planning

Kesalahan yang sering dilakukan adalah ketika gaji turun urutannya spending dulu, baru sisanya hal-hal diatas.

7,751
11:43 AM - Jun 10, 2019
Twitter Ads info and privacy
4,234 people are talking about this
Dalam cuitan tersebut dia bercerita bahwa dengan gaji berapa pun, keuangan yang sehat selalu bisa terjaga. Untuk mencapainya, ada lima langkah yang harus dilakukan.

1. Menutup utang konsumtif

Utang konsumtif adalah utang yang dilakukan untuk keperluan konsumsi. Contoh dari utang ini adalah kartu kredit, utang dengan teman, dan beberapa lainnya. Utang ini haruslah segera diminimalisasi bahkan segera dilunasi. Sedangkan utang untuk produksi seperti utang dagang, KPR, cicilan motor atau mobil dan utang-utang lainnya tetap dibayar walaupun tidak masuk prioritas utama.

2. Dana darurat

Dana darurat untuk memenuhi kebutuhan jika ada halangan mendadak, seperti kehilangan pekerjaan secara mendadak. Usahakan untuk membedakan antara tabungan dan dana darurat karena tabungan untuk masa depan, sedangkan dana darurat untuk saat itu. Minimal dana yang harus ada dalam dana darurat adalah 3-6 kali pengeluaran bulananmu. Agar nantinya kamu masih bisa hidup nyaman apabila tiba-tiba kamu kehilangan pekerjaan.

3. Asuransi

Asuransi adalah penggantian biaya untuk beberapa aspek kehidupan berdasarkan biaya yang kamu keluarkan. Ada tiga macam asuransi, yaitu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi kerugian. Asuransi kesehatan dimaksudkan agar nantinya kalau meninggal, ada biaya yang bisa digunakan untuk mengurusi jenazahmu. Asuransi kesehatan adalah biaya yang digunakan ketika kamu sakit. Asuransi kerugian adalah adanya penggantian biaya jika asetmu rusak, seperti asuransi mobil, rumah, motor, bahkan perhiasan.

4. Investasi

Ada banyak sekali bentuk dan macam investasi. Dua jenis umumnya adalah investasi aktiva riil dan aktiva finansial. Aktiva riil berkaitan dengan properti, tanah, dan emas. Sedangkan aktiva finansial adalah obligasi, saham, dan reksa dana. Dengan investasi, masa pensiunmu dapat terjaga karena kamu punya imbal hasil di atas inflasi.

5. Warisan

Perbedaan utama antara rencana waris dan warisan aset adalah bentuk warisannya. Rencana waris dalam bentuk uang sedangkan warisan aset dimiliki dalam bentuk aset, bisa berupa rumah atau tanah. Rencana waris dilakukan sebelum pemilik aset meninggal dunia karena jika tidak direncanakan dengan baik, malah akan terjadi keributan dalam keluarga.

Kesalahan yang sering terjadi adalah pembiayaan kebutuhan bulanan atau harian dikeluarkan lebih dulu daripada kelima hal tersebut. Jika itu terjadi, gaji berapa pun tidak akan cukup untuk pemenuhan kebutuhan keseharian bahkan juga untuk masa depan. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges