Tampilkan postingan dengan label Jakarta Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Barat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2019

Kali Seberang Season City Dipenuhi Sampah Masyarakat

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Petugas UPK Air Jakarta Barat bersihkan sampah yang mengapung di Kali Angke, Bendungan Polor, Kembangan, Jakarta Barat, tepatnya di seberang Mall Season City.

Image

Petugas UPK Badan Air Jakarta Barat, Endriyanto menuturkan, sampah membludak setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jakarta Barat dari siang hingga sore hari. Dia mengatakan, pembersihan dilakukan agar aliran air tidak tersumbat.

"Di Jakarta Barat yang memang banyak kiriman sampah ada di BKB Season City dan di Bendungan Pelor Kembangan," ucap Endriyanto kepada wartawan, Selasa (17/12/2019).

Endriyanto melanjutkan, pihaknya menerjunkan eskavator untuk mengangkat sampah dan diangkut menggunakan truk.

"Sampai pukul 18.00 WIB, ada sebanyak 36 meter kubik sampah yang diangkut dari Kali BKB Season City," tuturnya.

Sedangkan di Bendungan Pelor, kata dia, pihaknya hanya mengangkut secara manual karena alat berat tidak bisa masuk ke sana. Hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengangkutan sampah.

"Masih terus kami angkut sampahnya," tutupnya.

Sumber : Akurat.co

Editor : Ges

Selasa, 29 Oktober 2019

Bos Jasa Penagih Hutang Ditembak Saat Melawan Petugas

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Jajaran Polres Metro Jakarta Barat memberikan tindakan tegas terukur kepada pimpinan para penagih hutang, Minggu (27/10/2019).

Image

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, setelah pihaknya menangkap tujuh orang penagih hutang di sebuah hotel. Pihaknya langsung melakukan pengembangan kasus.

Alhasil polisi langsung mengetahui bahwa masih ada satu orang yang berada di luar kota yakni Arif Budiman Direktur PT. Hua Sua Jaya Sentosa yang memberikan perintah kepada tujuh pelaku.

Setelah dilakukan penyelidikan, Arif baru tiba di Jakarta pada Minggu (27/10/2019) kemarin dari luar Kota menggunakan kereta api Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Ia pun langsung ditangkap oleh polisi yang sudah menunggunya.

"Saat proses penangkapan, pelaku ini berusaha melawan. Akhirnya kami berikan tindakan tegas dan terukur," tutur dia.

Ditembak kaki sebelah kanan, pelaku bukannya menyerah malah terus berusaha menyerang aparat kepolisian. Alhasil, ia kembali ditembak dibagian kaki kirinya agar tidak bisa melakukan perlawanan lagi.

"Setelah itu kami bawa ke rumah sakit untuk diobati," kata Edy.

PT. Hua Sua Jaya Sudah 3 kali Dapat pekerjaan menagih hutang Sejak bulan Maret 2019, Arif Budiman mendirikan PT. Hua Sua Jaya Sentosa yang bergerak dibidang jasa penagih hutang.

Di sana ia merekrut puluhan orang dengan bermodalkan keberanian menagih warga yang memiliki hutang puluhan juta hingga miliaran rupiah. Menurut Edy, PT. Hua Sua Jaya Sentosa ini sudah tiga kali menerima order untuk melakukan penagihan hutang.

Tapi, untuk tindakan yang ditidak dibenarkan baru pertama kali dilakukam kepada Engkos Sentosa.

"Untuk sistem pembayaran kepada jasa ini masih kami dalami. Karena kalau dari kasus ini, mereka mengaku mengambil untung Rp150 juta. Itu pembagiannya juga masih kami dalami apakah 50 juta untuk para penagih atau seperti apa," tegas dia.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 03 Juli 2019

Cerita dari Menantu Korban Jambret di Tanjung Duren

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Menantu korban jambret Tjhay Moij, Rian (25) menjabarkan kronologis kasus penjambretan yang dialami mertuanya pada Rabu (3/7/2019) kemarin sekitar pukul 07.30 WIB.


Rian mengatakan, sebelum peristiwa terjadi sang mertua menjalani rutinitas setiap pagi, yakni menjemur anaknya di bawah terik matahari. Tjhay Moij biasanya menjemur bayi 9 bulan itu di depan rumah tetangganya.

"Dia (Tjhay Moij) setiap pagi memang selalu jemur anak saya di situ karena kan arah matahari adanya di situ. Jaraknya beda dua rumah," ungkap Rian, Kamis (4/7/2019).

Rian menyebut mertuanya tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian. Tjhay Moij, kata Rian asyik mengobrol dengan tetangga sembari menjemur sang cucu sehingga tidak menyadari kedatangan jambret.

"Mama lagi ngobrol makanya dia tidak nengok ke jalan dan enggak nyangka akan jadi korban jambret, apalagi kan kejadiannya di gang sempit kayak gini dan dia lagi gendong cucunya," tutupnya.

Sebelumnya, Tjhay Moij menjadi korban jambret di Gang Dukuh 2, RT 3 RW 7, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Rabu (3/7/2019) kemarin.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Jumat, 21 Juni 2019

Putus Cinta, Mahasiswa Binus Tewas Loncat dari Lantai 8

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Mahasiswa semester dua Kampus Binus, Kebon Jeruk berinisial HO (18) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari lantai 8 kampusnya pada Kamis (20/6/2019) malam.


Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu mengonfirmasi, peristiwa terjadi sekira pukul 21.30 WIB. Peristiwa ditandai dengan suara benda jatuh.

"Iya benar kejadiannya," ujar Erick saat dihubungi AKURAT.CO, Jumat (21/6/2019).

Dia melanjutkan, saksi mata yang melihat peristiwa sempat terkejut karena melihat darah berceceran. Kemudian saksi melaporkan kejadian pada polisi.

"Dia langsung menghubungi Danru, lalu datang juga dari pengurus kampus dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Permata Hijau, Jakarta Barat, sesampai di rumah sakit korban dinyatakan telah meninggal dunia," terangnya.

Polisi masih menyelidiki motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Polisi juga menganalisis CCTV yang merekam peristiwa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga mengakhiri hidupnya karena frustasi setelah sang kekasih memutuskan hubungannya beberapa waktu lalu.

“Semua saksi tahunya sudah tergeletak di bawah, sementara dari rekaman CCTV, kami memastikan korban bunuh diri dengan cara melompat. Penyebab lompat korban masih dalam penyelidikan, petugas masih mendalami motif korban terjun bebas," tandasnya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Kamis, 23 Mei 2019

Polisi Amankan Lima Orang Terkait Ambulan Partai Gerindra Bawa Batu

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Polda Metro Jaya mengamankan satu unit mobil ambulance B 9686 PCF berlambangkan kepala Garuda partai Gerindra pada (21/5/2019) kemarin saat kericuhan di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Polisi Amankan Lima Orang Terkait Ambulan Partai Gerindra Bawa Batu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengatakan, saat mengamankan mobil itu pihaknya menggiring lima orang yang diduga sebagai aktor pembawa mobil ambulance bermuatan benda keras.

"Kami mengamankan 5 orang terkait temuan tersebut. Mereka adalah Y, I, O, HS dan SGS," kata Argo Kamis (22/5/2019).

Argo melanjutkan, di dalam mobil tersebut tidak ada alat medis dan Tenga ahli medis. Sebab kelima orang yang diamankan setelah diperiksa tidak memiliki kemampuan medis.

"Tiga orang ini tidak mempunyai kualifakasi sebagai petugas medis. Dan di dalam mobil tersebut, tidak ada peralatan medis. Yang ada hanya batu dalam kardus," ucap Argo.

Dari keterangan kelima orang itu, tidak ada yang mengetahui keberadaan batu di dalam mobil tersebut. 

"Para tersangka ini kita kenakan pasal 55, 56 kemudian 170, 212 dan 214 KUHP ancaman lima tahun ke atas," tutup dia.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Ringkus Ratusan Perusuh Aksi 22 Mei, Polisi Amankan HT Berstiker PKS

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Polres Metro Jakarta Barat mengamankan handy talky (HT) berstiker Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ketika meringkus ratusan perusuh dalam aksi 22 Mei 2019 di Jalan Brgjen Katamso, Slipi dan Pasar Kemanggisan, Jakarta Barat.


Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi belum mau berspekulasi terkait temuan yang didapat. Begitu juga dengan keterlibatan partai politik dalam aksi 22 Mei.

"Kita masih mendalami secara kesinambungan," kata Hengki kepada wartawan, Kamis (23/5/2019).

Selain itu, Hengki menyebut perusuh yang tertangkap polisi mengaku mendapat bayaran. Terkait orang yang membayar, polisi masih menelusuri.

"Massa ini dibayar Rp100 ribu sampai Rp250 ribu, bervariasi. Kami masih dalami juga. Karena ini juga ada amplop terpisah berisikan uang Rp100 ribu yang sudah dinamai," tuturnya.

Hengki menyatakan polisi telah menangkap sebanyak 183 perusuh di Jalan Brgjen Katamso. Massa yang ditangkap berdomisili di luar Jakarta.

"Mereka dari berbagai daerah," tukasnya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges