Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 September 2019

Akan Dibuka di London Museum Vagina Pertama di Dunia

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Sebuah museum vagina pertama di dunia telah didirikan dan akan segera dibuka di London pada 16 November mendatang. Museum itu didedikasikan sepenuhnya untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan vagina dan vulva serta melawan stigma.


Museum akan menampilkan pameran seni, drama, lokakarya, dan malam komedi yang semuanya berpusat tentang tema sekitar vagina.

Florence Schechter selaku pendiri mengatakan, keputusannya untuk mendirikan museum ini pada tahun 2017 setelah menemukan Museum Phallological Islandia, yang menaungi tampilan penis terbesar di dunia. Ide mendirikan museum vagina terbesit karena saat itu belum ada museum untuk alat vital wanita.

"Ketika mereka malu dengan tubuh mereka, menjadi sangat sulit bagi mereka untuk membicarakannya. Ini tentang menghilangkan stigma bagian tubuh ini dan bersikap jujur tentang apa perannya," kata Schechter, dilansir dari laman BBC, Jumat (20/9).

"Ini adalah bagian dari tubuh yang harus dirayakan. Museum ini adalah cara yang fantastis untuk menyebarkan pesan bahwa tidak ada yang memalukan atau menyinggung dari vagina dan vulva," lanjutnya.

Museum Vagina juga telah berkolaborasi dengan Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists untuk melibatkan wanita dalam bincang-bincang tentang beberapa tabu yang ada di sekitar kesehatan wanita.

"Kedua organisasi berbagi misi bersama untuk menyebarkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran anatomi dan kesehatan ginekologis," kata Dr Alison Wright, wakil presiden organisasi tersebut.

"Kami percaya museum akan menjadi aset besar untuk membantu orang memahami kesehatan wanita dan membicarakannya secara lebih terbuka," tambahnya.

Selain untuk wanita, museum itu juga menawarkan layanan dan dukungan kepada kelompok trans dan interseks.

Zoe Williams, manajer pengembangan dan pemasaran untuk museum, mengatakan, "Sejauh ini responsnya sangat, sangat positif. Kami benar-benar kewalahan dengan banyaknya pujian yang datang."

"Dengan pekerjaan penjangkauan kami, kami ingin mematahkan mitos dan kami benar-benar percaya pada inklusifitas dan penerimaan untuk semua orang," terang Zoe.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 26 Juni 2019

Penelitian Sebut Robot Akan Ambil Alih Puluhan Juta Pekerjaan Manusia Pada Tahun 2030

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Sebuah studi yang dirilis oleh Oxford Economics, perusahaan penelitian dan konsultasi yang berbasis di Inggris, menyebut bahwa robot akan mengambil alih 20 juta pekerjaan manufaktur pada tahun 2030 mendatang.


Hasil studi ini menyoroti kekhawatiran yang berkembang bahwa otomatisasi secara tidak proporsional membunuh pekerjaan dengan keterampilan rendah dan memperburuk tekanan sosial dan ekonomi.

Robot telah mengambil alih jutaan pekerjaan manufaktur. Studi menunjukkan di daerah dengan keterampilan lebih rendah, kehilangan pekerjaan akan dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan di daerah dengan keterampilan lebih tinggi, bahkan di negara yang sama.

Banyak analis menunjukkan bahwa otomatisasi pada umumnya mengarah pada penciptaan lapangan kerja lebih banyak daripada yang dihancurkannya. Dalam beberapa tahun terakhir tren ini telah menciptakan kesenjangan keterampilan yang membuat banyak pekerja kehilangan pekerjaan.

Menurut penelitian terbaru, gelombang peralihan dari manusia ke robot pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, menghasilkan kira-kira sebanyak mungkin pekerjaan baru yang dihancurkannya.

"Kami menemukan bahwa pekerjaan di mana fungsi berulang diperlukan adalah yang paling terpengaruh, dengan yang seperti pekerjaan gudang berisiko segera," tulis para peneliti, dilansir dari laman Daily Mail, Kamis (27/6).

"Pekerjaan di lingkungan yang kurang terstruktur dan yang menuntut belas kasih, kreativitas, atau kecerdasan sosial cenderung dilakukan oleh manusia selama beberapa dekade mendatang," tambah tulisan tersebut.

Para peneliti mengatakan dampak sosial dari otomatisasi akan menjadi tantangan utama dekade berikutnya. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges