Tampilkan postingan dengan label Amien Rais. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amien Rais. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2019

PAN Dukung Jokowi, Zulkifli: Kami Nggak Pakai Syarat, Kami Dukung Agar Sukses

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Partai Amanat akan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin tanpa syarat, demikian dikatakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan setelah Amien Rais mengajak memberi kesempatan kepada pemenang pemilu 2019 untuk menjalankan pemerintahan dengan baik.


"Saya menanggapi itu aja, kesempatan lima tahun kata Pak Amien, saya mengatakan kita dukung Pak Jokowi dan kita doakan supaya sukses. Lain-lain nggak saya tanggapi, nggak pakai syarat-syarat, ingat yang berdaulat itu rakyat, rakyat itu yang sudah memberikan kedaulatan kepada presiden terpilih," kata Zulkifli Hasan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Mengenai penyusunan kabinet, Zulkifli Hasan mengatakan menjadi hak prerogatif presiden untuk memutuskannya.

"Oleh karena itu kita nggak pakai syarat-syarat, kita mendukung agar Pak Jokowi sukses memimpin Indonesia," kata dia.

Beberapa waktu yang lalu, Zulkifli Hasan menilai  Amien Rais menggunakan bahasa paling halus yang sifatnya mengajak untuk memberikan kesempatan kepada Jokowi dan Ma'ruf Amin.

"Pak Amien mengatakan kita beri kesempatan kepada Pak Jokowi dan kyai Ma'ruf sampai lima tahun, itu bahasa Pak Amien yang paling halus," kata Hasan.

Ia mengatakan kalau dimaknai dari penggunaan bahasanya, maka ada ajakan untuk mendukung dan mendoakan agar Jokowi-Ma'ruf Amin sukses memimpin Indonesia agar menjadi lebih baik, adil, dan sejahtera.

Terkait arah politik PAN, dia mengatakan, Indonesia merupakan negara Pancasila sehingga istilah oposisi tidak tepat.

Menurut dia bisa saja partai politik di pusat tidak bersama-sama, tetapi di daerah bersama dalam hal mengusung calon kepala daerah, dan bisa terjadi sebaliknya.

"Misalnya di Lampung, kami dengan Partai Golkar bersama partai-partai lain, di Sulawesi Selatan kami bersama PDIP dan Nasdem. Jadi, kita menganut Pancasila, sistemnya musyawarah mufakat, itu bisa sepakat untuk sepakat, bisa juga sepakat atau tidak sepakat," ujarnya.

Hasan yang merupakan ketua MPR mengingatkan, pemerintahan di Indonesia tidak seperti di Amerika Serikat yaitu dua partai politik namun menganut sistem musyawarah mufakat dan menganut multi-partai.

"Jadi saya kira sebagai ketua MPR memang kadang-kadang saya mesti meluruskan di kita itu pemerintahannya bukan seperti Amerika (Serikat) yang hanya dua partai, tetapi kita adalah sistem musyarawah mufakat dan multipartai. Di sini tidak tetapi di daerah lain kita bisa bersama-sama," katanya. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Ide '55:45' Amien Rais, Abdillah Toha : Gak Sekalian Saja Istana Dibagi Dua, Kanan Jokowi, Kiri Prabowo

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha menertawai pernyataan Drajad Wibowo tentang pembagian kekuasaan 55:45 yang disampaikan Amien Rais sebagai syarat rekonsiliasi antara kubu Prabowo dan kubu Jokowi.


Drajat yang diketahui sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN menilai pekerjaan Jokowi dan Ma'ruf Amin akan ringan bila mengabulkan pembagian kekuasaan 55:45. Selain itu, rekonsiliasi yang ditunggu-tunggu pun akan terlaksana dengan baik.

Lima Pernyataan Kontroversial Amien Rais, Mulai Perang Badar Hingga Pembagian 55-54
Syamsuddin Haris: Amien Rais Tidak Pernah Konsisten Dengan Ucapannya, Ujungnya Minta Bagi Kekuasaan
Kader PAN Sebut Petuah Amien Rais Patut Dipertimbangkan
Namun, Abdilah Toha justru menertawai pernyataan Drajat. Dia menyebut Drajat sebagai politisi yang bingung dan kehabisan akal.

"Hahaha. Ini usulan politisi yang bingung dan sudah kehabisan akal. Kenapa gak sekalian saja istana dibagi dua, sebelah kanan Jokowi sebelah kiri Prabowo bersama Amien Rais, Drajad Wibowo dkk?" tulis @AT_AbdillahToha di Twitter, Senin (22/7/2019).

Abdillah Toha
@AT_AbdillahToha
 Hahaha. Ini usulan politisi yang bingung dan sudah kehabisan akal. Kenapa gak sekalian saja istana dibagi dua, sebelah kanan Jokowi  sebelah kiri Prabowo bersama Amien Rais, Drajad Wibowo dkk?https://nasional.tempo.co/read/1227047/kata-drajad-wibowo-soal-pembagian-kekuasaan-5545-usul-amien-rais …

Kata Drajad Wibowo Soal Pembagian Kekuasaan 55:45 Usul Amien Rais
Amien Rais sebagai penasihat PA 212 ingin mengakomodasi aspirasi dari organisasi pendukung Prabowo - Sandiaga.

nasional.tempo.co
465
9:19 AM - Jul 22, 2019
Twitter Ads info and privacy
226 people are talking about this
Pernyataan Abdilah mengundang reaksi warganet lewat kolom komentar. Beberapa pihak justru menilai bahwa usulan Amien Rais soal pembagian kekuasaan 55:45 ialah guyonan politik karena mustahil diwujudkan.

"Cerdasnya pak Amien memang kelewatan, sekalian wilayah Indonesia dibagi 55 - 45," tutur @hawe75.

"Bukan solusi, tapi ilusi," timpal @peterbmg.

"Lebih baik presiden dibagi 2 shift:

1. Shift pagi, jam 08:00-20:00 presidennya @jokowi
2. Shift malam, jam 20:00-08.00 presidennya @prabowo," tulis @Sentjoko.

"Ketoprak humor," balas @abrahamnurcahyo.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges