Tampilkan postingan dengan label Rangsangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rangsangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 November 2019

Area Wanita yang Tak Boleh Disentuh Saat Berhubungan Seks

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Saat berhubungan intim, Suami Istri tentu akan lebih melakukan eksplorasi dan eksperimen demi terciptanya suasana yang menggairahkan.

Image

Ketika melakukan Foreplay, terutama pria, lebih suka memberikan sentuhan di beberapa area sensitif, terutama klitoris. Karena menang bagian inilah salah satu yang paling sensitif pada Wanita.

Namun apakah kamu tahu ada beberapa area yang tak boleh disentuh saat berhubungan Seksual? Berikut beberapa area tersebut, seperti dilansir AkuratIntim dari laman Times of India.

Kaki 

Menurut penelitian dari Johns Hopkins University, memakai kaus kaki saat berhubungan Seksual dapat meningkatkan orgasme.

Ketika Wanita menggunakan kaus kaki, berarti mereka ingin mencapai klimkas dengan rileks. Jangan memberikan gangguan dengan cara menyentuhnya. 

Puting

Ketika baru memiliki anak dan masih menyusui atau mengalami menstruasi, pria diharapkan mengindari cubitan atau Rangsangan di area payudara, terutama puting susu.

Rasa sakit yang berlebihan akan dirasakan Wanita dan membuatnya tidak nyaman saat berhubungan Seksual.

Rambut

Rambut merupakan mahkota bagi semua orang, terutama Wanita. Tak sedikit yang bahkan rela mengeluarkan banyak uang untuk merawat rambutnya di salon kecantikan.

Untuk itu, area rambut salah satu yang paling sensitif bagi Wanita, dan tak sedikit yang tak mau rambutnya ditarik menjadi kusut. Tanyakan terlebih dahulu soal ini untuk kepastian yang benar darinya.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Rabu, 14 Agustus 2019

Masih Ingin ‘Main’? Begini Cara Persingkat Masa Loyo Usai Ejakulasi

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Periode refraktori didefinisikan sebagai waktu antara Orgasme dan ketika tubuh siap untuk terangsang lagi secara Seksual. Wanita dan Pria sama-sama mengalami ini. Hanya saja, pada Pria, ini berlangsung bermenit-menit atau bahkan berhari-hari. Lebih lama ketimbang wanita.


Dilansir AkuratIntim dari Boldsky, perlu Anda ketahui bahwa ini terjadi begitu alami pada tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa setelah ejakulasi, tubuh Pria menjadi terlalu banyak bekerja. Hal ini menyebabkan Pria merasa lelah, dimana sistem saraf simpatik bahkan harus ikut membantu menenangkan tubuh.

Sistem saraf simpatik merangsang pelepasan neurotransmiter tertentu yang pada gilirannya melemaskan otot-otot Penis, yang menyebabkan kontraksi dan menjadi lembek.

Namun tentu, Anda tak mau membiarkan pasangan menunggu lama dong?

Anda harus tahu bahwa lamanya Periode Refraktori dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu, fungsi Seksual, gairah dan kesehatan secara keseluruhan.

Dan cara terbaik untuk memperpendek durasinya adalah dengan meningkatkan ketiga faktor tersebut.

Untuk meningkatkan fungsi Seksual, hindari minum alkohol sebelum berhubungan Seks, diskusikan dengan dokter Anda tentang obat disfungsi ereksi (DE) dan praktikkan latihan kegel.

Sementara untuk meningkatkan gairah, cobalah posisi baru, hindari masturbasi sebelum bercinta, ubah frekuensi berhubungan Seks dan bereksperimen dengan hal-hal baru dengan pasangan Anda.

Lalu untuk meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan, tetap aktif, dan ikuti diet sehat.

Sumber : Akurat.co
Editor : Ges