Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2019

Nissan Pindah Haluan ke Dunia Sport? Karena Ciptakan Teknologi Bola Golf

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Jika Anda pecinta golf dan belum begitu mahir, mungkin Anda bisa mencoba sebuah teknologi yang dikeluarkan oleh perusahaan otomotif Nissan.


Ya, perusahaan asal Jepang itu telah menciptakan bola golf yang dapat meluncur dengan sendirinya ke dalam lubang yang sudah tersedia.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Nissan di YouTube, memperlihatakan seorang pria yang memukul bola ke luar jalur. Nemun, berkat kamera eksternal yang terhubung ke perangkat lunak, bola tersebut tidak jadi ke luar jalur, bahkan bola golf mengarah tajam ke lokasi lubang berada.

Dengan pembuatan teknologi golf tersebut, apakah Nissan berpindah haluan ke dunia sport?

Melansir Digital Trends, Rabu (28/8), Nissan tidak pindah haluan ke dunia sport. Pembuatan teknologi golf tersebut merupakan upaya untuk memasarkan ProPilot 2.0.

ProPilot 2.0 merupakan teknologi sistem pengemudi mandiri yang diciptakan oleh Nisan baru-baru ini. Kabarnya, ProPilot 2.0 akan segera diluncurkan di Jepang.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Minggu, 28 Juli 2019

Deretan 8 Motor Baru Ini Dirilis di GIIAS 2019

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang mengusung tema 'Future In Motion' menampilkan transformasi teknologi industri otomotif serta inovasi terbaru dari para Agen Pemegang Merek (APM).


Selain APM kendaraan penumpang dan komersial, deretan merek motor pun turut meramaikan pameran GIIAS 2019. Pameran otomotif berskala internasonal ini menjadi salah satu ajang bagi para pemain kendaraan roda dua untuk memperkenalkan produk dan mereknya kepada khalayak ramai.

Tercatat sebanyak delapan motor baru telah dirilis pada gelaran GIIAS 2019 yang diikuti oleh 12 merek sepeda motor. Kedelapan motor baru tersebut yakni Honda ADV150, Honda Monkey, Benelli Leocncino 250 dan 502C, Kawasaki w800kv, Versys 1000 dan K zx10R serta Viar New Q1.

Selain itu, Kymco X-town dan Suzuki GSXR turut merilis unit dengan warna baru. Selama berlangsungnya GIIAS 2019, pengunjung dapat merasakan langsung sensasi mengendarai deretan motor baru pada sesi Test Ride yang bertempat di area Hall 8 dan Hall 9 (outdoor).

Program ini lantas disambut dengan antusiasme yang cukup tinggi. Terdapat 16 tipe motor yang disediakan oleh tujuh merek kendaraan roda dua.

Pengunjung GIIAS 2019 cukup menunjukkan SIM C serta mengikuti prosedur dan ketentuan yang telah ditentukan oleh panitia untuk mencoba rangkaian acara Test Ride.

Untuk diketahui, pameran tahun ini didukung 20 merek kendaraan penumpang dan diikuti oleh lebih dari 300 merek supporting otomotif di Indonesia. Data penyelenggara GIIAS juga menyebutkan sebanyak 34 mobil baru dengan teknologi terkini dan tujuh mobil konsep melantai dalam pameran yang ke-27 ini.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Kamis, 30 Mei 2019

3 Tahun Lagi, Toyota dan Daihatsu Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Industrian Kementerian Perindustrian mensosialisasikan mengenai kesiapan Regulasi pengembangan Kendaraan Listrik yang akan segera diterbitkan kepada pelaku Industri Otomotif di Jepang. Hal ini mencerminkan salah satu tekad pemerintah guna mendorong percepatan pengembangan jenis Kendaraan ramah lingkungan tersebut di Indonesia.


“Mengenai potensi implementasi dari percepatan electric vehicle dan fasilitas PPnBM yang sedang disusun oleh pemerintah, kami komunikasikan dengan pelaku Industri Otomotif di sini,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Toyota Motor Corporation di Tokyo, melalui keterangan yang diterima, Jumat (31/5/2019).

Menperin menyampaikan, peraturan yang akan dikeluarkan pemerintah Indonesia terkait Kendaraan Listrik, nantinya diberikan tenggat waktu atau periode transisi selama dua tahun. “Maka itu, kami berharap, pelaku Industri Otomotif yang ada di Jepang bisa mulai merealisasikannya di tahun 2021 atau 2022,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputy CEO Toyota Corp. Susumu Matsuda mengemukakan, dalam upaya memasarkan Kendaraan Listrik, pihaknya juga akan fokus dengan pengembangan teknologinya di Indonesia. “Hal ini untuk memberikan pelayanan utama kepada konsumen kami, sesuai budaya perusahaan, agar mereka praktis menggunakan Kendaraan Listrik,” ujarnya.

Toyota bersama Daihatsu akan memproduksi mobil hibrida di Indonesia pada tahun 2022. Jenisnya antara lain SUV dan MPV.

“Kami menilai, kedua jenis tersebut yang akan lebih diminati konsumen di Indonesia. Kami sedang mempersiapkan produksinya,” tutur Matsuda.

Toyota memberikan apresiasi kepada Kemenperin terhadap pelaksanaan studi mobil Listrik dengan para pemangku kepentingan termasuk menggandeng perguruan tinggi. “Hasil dari penelitian tersebut, bahwa mobil hibrida dapat mengurangi konsumsi bensin hingga setengahnya. Ini menjadi salah satu solusi yang cukup realistis,” pungkasnya. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Perbedaan Harga Bikin Konsumen Beralih dari Mobil BBM ke Listrik

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, perbedaan harga diyakini mampu mendorong sebagian konsumen untuk beralih dari yang sebelumnya menggunakan Kendaraan berbahan bakar minyak ke Kendaraan Listrik. Sebab, akan ada keuntungan bagi pengguna Kendaraan Listrik, terutama efisiensi terhadap konsumsi bensin.


“Apalagi, ada hybrid car itu yang sampai hemat 50 persen. Selain itu, adanya kemudahan dari maintenance dari Kendaraan-Kendaraan berbasis elektrik,” ucapnya melalui keterangan yang diterima, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Dalam kunjungan kerja ke Jepang, Menperin juga mengunjungi pabrik baterai EVE di Hamamatsu. Dari kunjungan itu, Airlangga melihat, Indonesia punya potensi besar dalam penyediaan bahan bakunya. Sebab, Indonesia akan memiliki pabrik yang memproduksi material energi baru dari nikel laterit.

Potensi itu misalnya melalui investasi PT QMB New Energy Materials di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, yang ditargetkan bakal beroperasi pada pertengahan tahun 2020. Total investasi yang ditanamkan sebesar USD700 juta dan akan menghasilkan devisa senilai USD800 juta per tahun.

“Proyek Industri smelter berbasis teknologi hydrometallurgy tersebut akan memenuhi kebutuhan bahan baku baterai lithium generasi kedua nikel kobalt yang dapat digunakan untuk Kendaraan Listrik,” paparnya.

Terlebih lagi, sejumlah produsen Otomotif skala global sedang merencanakan persiapan untuk peluncuran Kendaraan Listrik di Indonesia dalam waktu dekat. Salah satunya adalah Toyota yang menggandeng Daihatsu, berencana akan memproduksi mobil hibrida di Indonesia pada tahun 2022.

“Bahkan, dengan kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah, cukup mengkompensasi perbedaan harga antara Kendaraan Listrik dengan Kendaraan internal combustion engine (ICE) yang ada sekarang,” jelasnya.

Selain itu, kata Menperin, pihak Toyota juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan Pemilihan Umum 2019 dan mampu menjaga iklim investasi yang kondusif.

“Mereka juga menyampaikan komitmennya terhadap pengembangan Industri Otomotif di Indonesia,” pungkasnya. 


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges