Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2019

Menengok Makam Koeboeran Soekoen, Situs Makam Belanda yang Terlupa

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Bangunan kuno itu nampak angkuh, menjulang tinggi dengan gagahnya. Arsitektur bergaya Eropa yang konon dirancang oleh Thomas Herman Karsten, seorang arsitek Belanda yang bertangan dingin.


Gedung yang menjadi koridor, pintu masuk menuju Komplek Pemakaman Sukun memiliki keunikan tersendiri. Tidak semua Komplek Makam Belanda memiliki gedung yang merangkap sebagai sebuah perkantoran.

Karsten merancang bangunan ini dengan begitu indahnya. Bagian tengah nampak tinggi dari bangunan kiri kanannya, dapat diumpamakan sebagai sayap yang menonjolkan bangunan tengah sebagai focus interest yaitu kekuatan sebuah bangunan untuk menjadi pusat perhatian.

Selain berfungsi sebagai pintu gerbang, kontruksi ini juga berguna sebagai akses lalu lalang mobil jenasah atau peziarah yang akan berkunjung ke Koeboeran Soekoen atau saat ini disebut TPU Sukun Nasrani.

Pada awal pembangunannya, tempat pemakaman yang berada di Jalan S. Supriadi ini difungsikan sebagai tempat peristirahatan terakhir kaum Eropa yang berada di Kota Malang.

Europese Begraafplaats Soekoen te Malang (Kuburan orang Eropa di Malang) itulah sebutan yang disematkan pada perkuburan yang memiliki luas lahan 120.000 m2 ini untuk pertama kalinya saat pembangunan pada masa Bouwplant III yakni pada masa pemerintahan Walikota Malang pertama, H I Bussemakaer (1919-1929).

Bukan tanpa alasan, pihak Dewan Kota (Gemeenteraad) memilih wilayah Sukun yang terdapat di sebelah tenggara Kota Malang ini. Hal ini dimaksudkan untuk membuka geliat wilayah Sukun yang saat itu masih terisolasi karena terbelah oleh Sungai Sukun.

Alasan lain karena terjadi protes penduduk saat dicoba daerah Lowokwaru, Buring dan Kauman sebagai area pemakaman. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah wilayah Sukun merupakan pintu masuk ke Kota Malang dari arah Blitar.


TPU Sukun Nasrani, Malang. Dok. KBP
Komplek Pemakaman Sukun memang diperuntukkan bagi golongan Eropa yang berstrata sosial tinggi. Bangunan Makam yang indah dilengkapi Jirat, Prasasti, Patung Malaikat bahkan tak jarang ada yang menyematkan puisi diatas marmer yang harganya selangit.

Tidak mengherankan jika dulu warga pribumi menyebutnya dengan istilah "Bong Londo". Sebutan Bong diambil dari Makam-Makam China. Sebut saja Bong Pay yang artinya istana terakhir.

Koeboeran Soekoen atau Koeboeran Londa sudah berusia seabad dan mengalami 3 (tiga) masa yakni Era Kolonial Belanda, Era Pendudukan Jepang dan Era Kemerdekaan.

Menariknya, saat masa Kolonial Belanda, bentuk bangunan Makam (style) begitu indah, artistik dan menyimpan sejarah. Cungkupnya, pilar, patung maupun Jirat memiliki karakteristik tersendiri.

Saat ini, di Era Kemerdekaan. Tentu saja pada periode ini mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Baik dari bentuk Makam, luas bangunan maupun perhiasan Makam. Meskipun begitu, bangunan Makam belanda ini harus tetap dipertahankan, agar sejarah tidak tergerus.

Koeboeran Soekoen dengan segala eksotis Makam Londonya yang hanya tinggal puluhan saja, karena adanya penjarahan atau tangan-tangan jahil merupakan cagar budaya yang harus terus dibudidayakan. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Mari, selamatkan situs budaya!


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges

Kamis, 13 Juni 2019

Istri Diduga Selingkuh, Seorang Suami Hancurkan Rumah Pakai Alat Berat

Salam sejahtera bagi pembaca Berita Good Day, kali ini saya akan memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Jalannya rumah tangga memang tak selalu mulus seperti harapan semua orang. Beragam masalah, dari yang sepele hingga fatal, bisa saja hadir secara tiba-tiba. Seperti permasalahan yang menimpa salah satu pasangan di Malang, Jawa Timur ini.


Diduga seorang istri selingkuh dengan laki-laki lain, sang suami kemudian menghancurkan rumah mereka dengan menggunakan alat berat. Video penghancuran rumah tersebut pun viral di berbagai media sosial.

Seperti sebuah akun Facebook bernama Eris Riswandi, yang mengunggah video sebuah rumah yang dihancurkan menggunakan alat berat Beckhoe tersebut.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari akun Facebook Eris Riswandi, berikut video rumah yang dihancurkan oleh seorang suami di Malang, Jawa Timur.

Seperti yang terlihat dalam video, rumah tersebut benar-benar dibuat hancur hingga rata dengan tanah. Mengetahui hal tersebut, warga pun ramai mendatangi lokasi untuk melihat kejadian.

Video tersebut tentu saja mengundang berbagai komentar dari warganet.

"Bagus juga, untuk jadi pelajaran buat yang lain, jangan pernah menghianati pasangannya," tulis Noni Nonicantik.

"Biar Kapok," tulis Endell Koplak

"Bagus tuh rumahnya yang dirusak, daripada istrinya yang disiksa," tulis Zya Hara.

Semoga kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran untuk semua agar setia kepada pasangannya ya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Ges